Mohon tunggu...
Nonaa Edan
Nonaa Edan Mohon Tunggu... Gila/Sinting/Stresss

Jangan sok hebat! Jangan sok bener! Lebih baik jadi edan! Huahahahahaha...Huahahahahaha

Selanjutnya

Tutup

Humor

Menjadi Penulis yang Hebat

11 Februari 2020   15:47 Diperbarui: 11 Februari 2020   16:06 280 9 11 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Menjadi Penulis yang Hebat
Gambar: rippleeffects.reviews

Siapa pun yang menerbitkan tulisannya di Kompasiana ini, saya menyebutnya sebagai penulis. Bagi saya, Kompasiana adalah media warga, yang mewadahi banyak orang dari berbagai kalangan tanpa memandang faktor usia. Tidak ada larangan untuk menuangkan ide dan kreatifitas dalam bentuk sebuah tulisan.

Dan penulis-penulis yang menerbitkan tulisannya di Kompasiana, harus siap dengan berbagai macam komentar atas karyanya. Bila karya/tulisan tidak ingin dibaca atau dikomentari oleh orang lain, ada baiknya jika cukup menulis di buku diary saja lalu digembok.

Penulis yang hebat adalah penulis yang bisa tenang dalam menanggapai berbagai macam komentar. Komentar yang pahit itu seperti obat, harus ditelan biar sehat.

Penulis yang hebat juga tidak akan asal menuduh, menyangkut pautkan penulis satu dengan lainnya, bahkan menganggapnya sebagai orang yang sama.

Saya Bukan Mim!

Gambar: dok. pribadi
Gambar: dok. pribadi
Orang-orang ini menganggap saya sebagai Mim. Mereka mungkin mencurigai kedua judul tulisan saya yang hanya memuat tentang Mim. Kemudian mereka mulai menduga-duga bahwa Mim belum bisa move on dari Kompasianival lantaran beliau tidak mampu menyabet gelar sebagai Fiksianer terbaik.

Gambar: dok. pribadi
Gambar: dok. pribadi
Saya rasa sampai saat ini Kompasiana belum mengeluarkan larangan untuk menuliskan tentang sesama Kompasianer. Jadi artinya, saya mempunyai kebebasan untuk menulis tentang siapa saja.

Siapa yang Berhak untuk Marah?

Ketika Anda dituduh atas hal-hal yang tidak Anda lakukan, tidak bolehkah Anda marah/membela diri? Awalnya si Ibu yang nama dan wajahnya saya samarkan itu berkomentar dengan baik, namun entah kenapa Beliau menyusulnya dengan komentar yang tidak sopan (mungkin jika Beliau adalah benar-benar seorang tenaga pendidik, akan berpikir seribu kali untuk berkomentar demikian).

Gambar: dok. pribadi
Gambar: dok. pribadi
Komentar yang serupa juga saya dapat dari dua orang lainnya yang bisa teman-teman lihat pada gambar di bawah ini:

Gambar: dok. pribadi
Gambar: dok. pribadi

Segini, doang? Anak SD juga bisa!

Saya pun akhirnya iseng melihat akun orang-orang yang sudah mengira saya adalah Mim. Dari akun orang pertama, responnya masih sopan (saya akan bagikan link di kolom komentar jika teman-teman membutuhkannya).

Dan tibalah saya berkomentar di akun si Ibu ini. Oh, jadi segini doang kualitas tulisan emak2 yang kemarin nuduh sembarangan di tempatku. Huahahahaha. Puisi kayak gini anak SD juga bisa kaleeee, itulah komentar yang saya tulis sebagai tandingan komentar Beliau di tulisan saya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x