Mohon tunggu...
Junus Barathan.
Junus Barathan. Mohon Tunggu... Profesional.
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Purna Tugas PNS Guru.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Keris "Empu Gandring"

16 Juli 2019   09:21 Diperbarui: 16 Juli 2019   09:48 0 3 1 Mohon Tunggu...
Keris "Empu Gandring"
sumber : 500px.com

Api membara di atas tungku, asap dupa berterbangan liar kesana kemari menebar wewangian, keringat menetes di wajah sang empu yang nampak mulai keriput. 

Duh Gusti... 

Telu sasi berlalu, keris saketi belum juga rampung, bahan keras dari pecahan batu meteor tak mudah untuk ditempa, alot, sekeras hati sang pemesan Ken Arok. 

Siang malam tak henti-hentinya, palu bertalu-talu menghantam sebilah keris di atas landasan, percik bunga api terpencar membias dendam amarah. 

Murka sang durjana hasrat tak terpenuhi, terkapar bersimbah darah tak bernyawa, sang linuweh empu Gandring binasa di ujung keris buatan sendiri, celaka! 

Katiwasan... 

Keris dalam genggaman Ken Arok masih meneteskan getih segar, Sang Yang Dewata Agung menuturkan titah kepada sang empu, kutukan bagi 7 keturunan Ken Arok akan tewas di ujung keris. 

Singosari, 16 Juli 2019

@J.Barathan Adiraja. 

KONTEN MENARIK LAINNYA
x