Puisi

Kontroversi Sumpah Palapa

12 Februari 2019   00:18 Diperbarui: 12 Februari 2019   02:21 52 3 1
Kontroversi Sumpah Palapa
fattakah.com

"Sira Gajah Mada patih Amangkubhumi tan ayun amuktia palapa, sira Gajah Mada, "Lamun huwus kalah nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seran, Tajung Pura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana isun amukti palapa".

Terjemahannya,

Beliau Gajah Mada Patih Amangkubumi tidak ingin melepaskan puasa, ia Gajah Mada, "Jika telah mengalahkan Nusantara, saya (baru akan) melepaskan puasa. Jika mengalahkan Gurun, Seram, Tanjung Pura, Haru, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, demikianlah saya (baru akan) melepaskan puasa".

 

Sumpah yang melahirkan kontroversi

Sumpah yang membawa petaka

Sumpah untuk mempersatukan

Atau sumpah untuk menaklukan

Pararaton yang memuat naskah Sumpah Palapa

Secara eksplisit tidak menyebutkan teks itu sebagai sebuah sumpah

Tak ada satu pun kata dalam serat mencantumkan kata sumpah  

(Maaf, ini pendapat seorang ahli sejarah)

Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarahnya

Indonesia tidak bisa lepas dari sejarah kejayaan kerajaan di Nusantara

Mulai dari Sriwijaya, Majapahit, Pajajaran, Singhasari dan kerajaan lainnya

Terlepas dari multi penafsiran Sumpah Palapa

Ikrar terucap karena kuatnya keinginan mahapatih Gajah Mada

Untuk membendung pengaruh kerajaan Asia Tenggara di Nusantara

Nusantara harusnya di bawah ke-kuasaan kerajaan yang ada di dalamnya

Bukan dikuasai kerajaan lain yang ada di daratan Asia Tenggara

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2