Mohon tunggu...
Avivahzs
Avivahzs Mohon Tunggu... Itsme :*

Sayangaja

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Peran Pendidikan Kewarganegaraan bagi Mahasiswa

13 Juli 2020   18:49 Diperbarui: 13 Juli 2020   18:54 25 4 1 Mohon Tunggu...


Pendidikan Kewarganegaraan Sebagai Peran Utama Dalam Penunjukan Kesadaran Nasionalisme dan Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa di Lingkungan Mahasiswa

         Pendidikan kewarganegaraan sebagai mata kuliah yang mempunyai peran sebagai pembangun karakter mahasiswa dengan nilai-nilai ideologi Pancasila agar mahasiswa mampu mengembangkan dengan baik. Materi yang tersampaikan dalam pendidikan kewarganegaraan mengenai hukum-hukum dan aturan-aturan dalam negara. Penguatan dalam materi pendidikan Kewarganegaraan ditujukan kepada mahasiswa agar kesadaran hukum di mahasiswa ada dan dibantu dengan habituasi. Dengan sikap nasionalisme seorang mahasiswa menunjukkan bagaimana patuh dan menghormati akan adanya hukum ketatanegaraan. Pengenalan identitas bangsa yaitu Pancasila sering dijalankan baik pribadi maupun kelompok dengan saling menunjukkan apa yang termaksud dari hal tersebut.

Fungsi pendidikan kewarganegaraan di lingkungan mahasiswa
Kondisi sosial yang ada di lingkungan mahasiswa menjadi lebih aktif berinteraksi antar satu dengan yang lain merupakan contoh fungsi pendidikan kewarganegaraan di lingkungan mahasiswa. Adapun Hakekat, Visi, Misi dan kompetensi mata kuliah pendidikan kewarganegaraan berdasarkan keputusan Dirjen Dikti No. 43/DIKTI/KEP/2006 dirumuskan sebagai berikut hakikat mata kuliah pendidikan kewarganegaraan adalah untuk membekali dan memantapkan mahasiswa dengan pengetahuan dan kemampuan dasar hubungan warga negara Indonesia yang Pancasilais dengan negara dan sesama warga negara. Visi mata kuliah adalah merupakan sumber nilai dan pedoman dalam pengembangan dan penyelenggaraan program studi, untuk mengantarkan mahasiswa memantapkan kepribadiannya sebagai warga negara Indonesia seutuhnya. Misi Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan adalah untuk membantu mahasiswa memantapkan kepribadiannya agar secara konsisten mampu mewujudkan nilai-nilai dasar Pancasila, rasa kebangsaan dan cinta tanah air dalam menguasai, menerapkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni dengan rasa tanggung jawab. Kompetensi Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan adalah diharapkan mahasiswa menjadi ilmuwan yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air, demokratis yang berkeadaban menjadi warga negara yang memiliki daya saing, berdisiplin dan berpartisipasi aktif dalam membangun kehidupan yang damai berdasarkan sistem nilai Pancasila.
Tujuan pendidikan kewarganegaraan adalah untuk membentuk warga negara yang baik (to be good citizens). Numan Somantri (dalam Wahab dan Sapriya, 2011, hlm.311) melukiskan warga negara yang baik adalah warga negara yang patriotik, toleran, setia terhadap bangsa dan negara, beragama, demokratis, Pancasila sejati. Fungsi pendidikan kewarganegaraan yang secara umum seperti pendidikan moral tercermin pada mahasiswa yang memainkan peran aktif didalam segi kehidupan di sekitar, Pendidikan moral yang seperti itu akan menjadi kebiasaan dan bisa mengajarkan kepada yang lain karena bermanfaat kepada yang lain juga bukan hanya pada diri sendiri. Pendidikan moral bertujuan sebagai pengembangan pendidikan sesuai dengan visi yang tercantum didalam Undang-Undang Sisdiknas, UU No. 20 Tahun 2003 menyatakan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab.

Peran Pendidikan Kewarganegaraan untuk Meningkatkan Kesadaran Nasionalisme Mahasiswa
Pancasila dijadikan suatu hal yang penting akan adanya nasionalisme karena berperan besar dalam menumbuhkan rasa patriotisme di kalangan generasi muda.
Menurut Rajasa (2007), generasi muda dapat mengembangkan karakter nasionalisme melalui proses yaitu pembangunan karakter yaitu generasi muda berperan membangun karakter positif bangsa dengan kemauan yang keras dan diinternalisasikan pada lingkungan. Selanjutnya adalah pemberdaya karakter yaitu harus mempunyai karakter bangsa yang positif dan mempunyai inisiatif yang baik untuk membangun suatu kesadaran kolektif dengan kohesivitas tinggi seperti contoh menyerukan penyelesaian konflik. Ketiga adalah perekayasa karakter yaitu harus mengetahui arus perkembangan zaman baik dari segi teknologi, ekonomi, sosial maupun politik dengan mengembangkan karakter yang positif. Dengan meningkatnya kesadaran nasionalisme yang baik mahasiswa akan dapat membiasakan diri untuk menghargai negara orang lain dan tidak mempunyai rasa merendahkan negara sendiri, membela suatu kebenaran yang ada menjadi poin penting dalam berpikir positif. Karena rasa nasionalisme pada negara Indonesia kurang luas,  peran pendidikan kewarganegaraan menjadi titik poin penting dalam menumbuhkan rasa nasionalisme terutama di usia dini.

Peran Pendidikan Kewarganegaraan Dalam Menerapkan Pancasila di lingkungan Mahasiswa
Pancasila mengandung nilai-nilai kehidupan yang bisa dijadikan sebagai pedoman dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara. Melalui pendidikan karakter yang berbasis Pancasila para mahasiswa mampu menjadi warga negara Indonesia yang baik, cerdas, terampil dan berkarakter sesuai Pancasila dan UUD 1945. Nilai karakter yang terkandung di dalam tiap-tiap sila Pancasila yaitu seperti nilai karakter yang religius Peduli, sosial, kemandirian, Patriotisme, kebersamaan, demokratis dan adil harus diterapkan kepada mahasiswa karena pemikirannya yang kritis dan mulai mengetahui langkah-langkah dalam mengambil suatu keputusan baik di dalam kelompok maupun organisasi, nilai karakter tersebut haruslah dipahami sebagai mahasiswa karena harus menjadi warga negara yang baik dan cerdas haruslah mengerti dan memahami dengan baik nilai Pancasila dan mengaplikasikannya dalam aspek kehidupan. Nilai karakter seperti toleransi memang diterapkan dalam kehidupan seperti halnya toleransi terhadap teman yang berbeda agama dengan tidak memilih-milih teman, tidak hanya toleransi saja akan tetapi nilai religius seperti sebelum atau sesudah melakukan suatu kegiatan alangkah baiknya membaca doa sesuai dengan keyakinan masing-masing.
Rohani menyatakan bahwa penanaman nilai karakter Pancasila bisa dilakukan pada saat proses pembelajaran di dalam maupun di luar kelas. Bukan hanya di lingkungan kampus saja, akan tetapi di lingkungan keluarga dan masyarakat sangatlah penting. Menurut Firdaus (2012:401) lingkungan keluarga adalah lingkungan pendidikan anak yang pertama kali dan yang paling penting, karena pertama kali memperoleh pendidikan dan bimbingan. Kedua adalah lingkungan kampus yang berpengaruh pada mahasiswa karena dapat membentuk karakter mahasiswa yang pancasialis. Perhatian para mahasiswa terhadap permasalahan sosial dan pendidikan tersebut merupakan contoh penerapan nilai Pancasila.
Penguatan Pendidikan Kewarganegaraan bagi mahasiswa untuk membentuk warga negara yang baik dan cerdas dapat dilakukan dengan berbagai cara mendidik karakter melalui proses internalisasi nilai karakter Pancasila dan kesadaran nasionalisme yang tinggi, sikap haruslah mencerminkan bagaimana kehidupan yang baik dengan mematuhi aturan-aturan negara dan kesadaran nasionalisme seseorang haruslah mengetahui kebenaran, dibantu dengan nilai-nilai Patriotisme, peduli sosial  dan demokratis antar sesama.
 berbeda dengan bangsa-bangsa lain bangsa Indonesia mendasarkan pandangan hidupnya dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara Pada suatu asas kultural yang dimiliki dan melekat pada bangsa itu sendiri, maka dari itu mahasiswa perlu menanamkan sikap Pancasialis dan kesadaran nasionalisme pada diri. Pendidikan moral bertujuan sebagai pengembangan pendidikan sesuai dengan visi yang tercantum di dalam undang-undang Sisdiknas,  yang menyatakan bahwa pendidikan moral berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang tercantum di dalam Pembukaan UUD 1945. Meskipun sikap kesadaran nasionalisme penerapan dan penerapan Pancasila di lingkungan mahasiswa masih belum menyeluruh akan tetapi ada beberapa yang telah mengaplikasikannya dalam aspek kehidupan dengan bertoleransi,  agamis  dan Peduli sosial melalui proses internalisasi nilai karakter Pancasila dan kesadaran nasionalisme yang tinggi.

VIDEO PILIHAN