Mohon tunggu...
Noer Ashari
Noer Ashari Mohon Tunggu... Operator - Tenaga Pendidik

Mengungkapkan Keresahan Melalui Tulisan

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Sanksi FIFA dan Kontroversi Timnas Israel di Indonesia, Pentingnya Memisahkan Politik dari Sepak Bola

22 Maret 2023   19:00 Diperbarui: 22 Maret 2023   19:07 552
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi Tim Sepakbola(twitter.com/GARABARABOLA)

Pertandingan sepak bola dunia U-20 kali ini memiliki perbedaan karena Indonesia menerima tim tamu yang status negaranya tidak diakui oleh Indonesia, yaitu Timnas Israel. 

Sejak tahun 1988, Indonesia tidak pernah mengakui Israel sebagai negara karena menghormati negara Palestina dan berpatokan pada undang-undang yang mengharuskan penjajahan di muka bumi ini dihapuskan. 

Di mata politik Indonesia, Israel dianggap sebagai negara penjajah karena menguasai negara Palestina. Meskipun bisa saja berdebat panjang tentang keberadaan negara Israel dan Palestina baik secara sejarah maupun geografis, hal itu tidak akan pernah mengubah keputusan Indonesia untuk tidak pernah membuka hubungan diplomatik dengan Israel.

Turnamen sepak bola U-20 yang dijadwalkan digelar di Jakarta antara bulan Mei sampai Juni ini memunculkan pertanyaan apakah tepat bagi Timnas Israel untuk bermain di Indonesia jika kedua negara tidak memiliki hubungan diplomatik?

Dalam hal ini, Indonesia telah lama menolak untuk mengakui Israel sebagai negara karena menghormati negara Palestina dan berpatokan pada undang-undang yang mengharuskan penghapusan penjajahan di seluruh dunia. Oleh karena itu, kehadiran Timnas Israel di Indonesia mungkin menimbulkan kontroversi dan menuai kritik dari sebagian besar masyarakat Indonesia.

Sebelum membahas lebih lanjut tentang pertandingan U20 yang diadakan di Indonesia, penting untuk memahami terlebih dahulu organisasi sepak bola dunia, yaitu FIFA. Sejak awal berdirinya, FIFA telah menetapkan bahwa pemerintah atau negara tidak boleh mencampuri urusan sepak bola yang dinaungi oleh FIFA. 

Pernyataan ini sangat serius dan tidak main-main, karena ada 6 negara di dunia yang pernah disanksi oleh FIFA karena mencampur adukan politik dengan sepak bola. 

Beberapa negara tersebut adalah Yunani yang dihukum FIFA selama 4 hari, Nigeria yang juga pernah disanksi dua kali, Peru, Brunei Darussalam, dan Ethiopia. FIFA memang seperti negara di dalam negara, mereka memiliki aturan sendiri dalam sepak bola yang tidak bisa dicampuri oleh negara manapun. 

Sebagaimana kuatnya suatu negara, FIFA memiliki politiknya sendiri yang berbeda dengan pandangan politik semua negara. Oleh karena itu, jika Timnas Israel harus ikut dalam pertandingan usia 20 di Indonesia, itu sudah merupakan keputusan yang sesuai dengan status FIFA, dan pemerintah Indonesia tidak dapat membantahnya.

Lalu kalau Indonesia membantahnya bagaimana?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun