Mohon tunggu...
Noenky Nurhayati
Noenky Nurhayati Mohon Tunggu... Guru - Kepala sekolah, Pendongeng, Guru Dan trainer guru

Saya adalah seorang penulis lepas, teacher trainer, MC, pendongeng dan kepala sekolah yang senang mengajar Karena memulai Dunia pendidikan dengan mengajar mulai dari Play group TK SD hingga SMP. Sampai sekarang ini. Saya masih aktif mengajar disekolah SD N BARU RANJI dan SMP PGRI 1 Ranji , Merbau Mataram. Lampung Selatan. LAMPUNG. Saya juga pernah mendapatkan beberapa penghargaan diantarainya Kepala sekolah TK terbaik Se Kabupaten Bekasi, Kepala Sekolah Ramah Anak Se Kabupaten Bekasi, Beasiswa Jambore Literasi Bandar Lampung Tahun 2023 dan Beasiswa Microcredential LPDP PAUD dari Kemendiknas tahun 2022.

Selanjutnya

Tutup

Parenting Pilihan

Tanda-Tanda Perilaku yang Terjadi pada Balita dan Cara Membantunya

13 Juni 2024   05:55 Diperbarui: 13 Juni 2024   06:09 107
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Seorang anak, terutama balita belum memiliki kemampuan dalam menyampaikan sesuatu hal yang diinginkannya. Hal-hal sederhana yang meliputi kebutuhan biologisnya seperti makan, minum, buang air, hingga saat ia merasa Lelah masih sulit untuk disampaikan baik itu secara lisan maupun isyarat. Kita sebagi orang tua hendaknya dapat memahami tanda-tanda perilaku pada balita atau anak kita. Jika selaku orang tua dapat memahami gejala/ tanda-tanda perilaku yang sedang terjadi pada anak, maka sudah pasti kitapun akan mengetahui pula cara membantunya.

Berikut adalah tanda-tanda yang umumnya balita rasakan karena mereka belum bisa berkomunikasi secara verbal dengan lancar dan baik. 

  • Tanda-tanda anak mengalami stimulasi berlebihan
  • Berhati-hatilah jika tanpa disadari kita melakukan stimulasi kepada bayi/ balita secara berlebihan. Karena stimulasi secara berlebihan justru bisa menimbulkan dampak yang kurang baik. Bermain sembunyi wajah alias cilukba adalah satu diantara jenis stimulasi yang dilakukan kepada bayi yang sebenarnya sangat baik untuk perkembangan otak bayi. Perkembangan otak bayi sangat dipengaruhi oleh stimulasi yang diterimanya. Stimulasi kepada bayi / balita yang diterimanya misalnya stimulasi suara, sentuhan, ataupun aktivitas bermain. Namun jika berlebihan akan berdampak negative bagi bayi/ balita.  
  • Dampaknya adalah:
  • Banyak menangis
  • Mudah tersinggung
  • Agresif
  • Cemas dan,
  • Mengamuk.
  • Lalu bagaimana cara mengatasi hal ini? Jika bayi/ balita ayah-bunda mengalami gejala ini, maka segeralah berusaha bagaimana menenangkannya. Ayah-bunda bisa menenangkannya sejenak dengan membawa bayi/ balita ke kamarnya dan meredupkan lampu agar bayi lebih tenang. Namun, jika sedang berada diluar rumah, misalnya jalan-jalan ke mall, maka sebaiknya baringkan bayi didalam kereta dorongnya kemudia berikan ia selimut. Selimut akan memberikan pengaruh yang menenangkan bagi bayi/ balita. Atau bisa juga ayah-bunda untuk menggendongnya dengan posisi bayi/ balita menempel tubuhnya pada ayah/ bunda.
  • Tanda-tanda anak membutuhkan waktu istirahat
  • Istirahat terbaik bagi manusia adalah dengan relax dan tidur. Pada bayi normal, tidur merupakan hal yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang normal selain kecukupan gizi dan asupan makanan. Tidur yang cukup juga juga penting untuk memastikan perkembangan otak bayi berjalan optimal. Jika bayi/ balita membutuhkan waktu istirahat, maka yang akan dilakukannya Ketika mereka memiliki keterbatasan verbal, seperti :
  • Berlarian di dalam rumah tanpa focus
  • Mudah tersinggung
  • Tidak mendengarkan Orang tuanya
  • Bersikap merusak dengan mainan atau benda-benda lain
  • Tertawa dan melarikan diri dari Orang tuanya

Untuk mendapatkan pengalaman terbaik, para ahli mengatakan tidur siang adalah momen terbaik bagi bayi/ balita menyusun Kembali energinya untuk bermain. 

  • Tanda-tanda anak lapar

Bayi yang merasa lapar dapat dikenali melalui gerak tubuh, suara, dan ekspresinya yang ditunjukkannya. Menangis memang merupakan salah satu tanda bayi sedang lapar. Namun, tidak selalu bayi yang lapar akan menangis. Bayi biasanya akan menangis ketika ia merasa sudah sangat kelaparan. Bayi merupakan satu-satunya yang menentukan kapan ia merasa lapar, dan kapan ia merasa kenyang. Tubuh bayi dapat mengatur rasa lapar dan rasa kenyang.

Sebenarnya, bayi akan mulai menunjukkan bahwa ia sedang lapar dengan beberapa tanda sebelum akhirnya bayi / balita benar-benar menangis. Beberapa tanda yang memberi sinyal lapar yang ditunjukkan oleh bayi misalnya. :

  • Mudah tersinggung
  • Marah
  • Pemarah
  • Energi rendah
  • Berkepala ringan
  • Meleleh
  • Perubahan suasana hati
  • Merengek
  • Tidak dapat focus
  • Dengan mengenali tanda-tanda bayi/ balita lapar, sesegera mungkin diharapkan bayi bisa menyusui atau memberinya makan. Karena bayi yang tidak segera makan/ menyusui dan terlanjur menangis dapat menyebabkan pelekatan menyusui lebih sulit. Menangis karena lapar bisa membuat bayi merasa Lelah dan justru menolak untuk makan.  
  • Tanda-tanda anak Lelah
  • Semakin bayi merasa Lelah, maka semakin sulit baginya untuk rileks dan tertidur. Menidurkan bayi dalam keadaan terbaik bisa jadi rumit, tetapi Ketika bayi terlalu Lelah , justru akan menjadi lebih sulit. Bagaimana kita dapat mengetahui bayi terlalu Lelah?. Berikut adalah tanda-tanda bayi yang Lelah.

  • Tidak ada keinginan untuk bermain
  • Kekurangan energi dan menguap
  • Tidak tertarik secara emosional
  • Tidak ada kesabaran
  • Mudah frustrasi
  • Perubahan suasana hati

Cara mencegah bayi / balita dari kelelahan ya tentu saja memberi bayi/ balita lebih banyak kesempatan untuk memenuhi kebutuhan tidurnya. Mengenai durasi atau lamanya waktu tidur bayi dapat ditanyakan kepada dokter dan juga bergantung dari kebutuhan bayi itu sendiri.

  • Tanda-tanda anak merasa kewalahan
  • Saat balita / anak merasa kewalahan, maka ia akan dibanjiri oleh pikiran, emosi, dan sensasi fisik  yang terkait dengan masalah tertentu. Kewalahan merupakan respons yang normal yang merupakan pemicu stress sehari-hari yang bisa jadi berasal dari lingkungannya. Seorang anak / balita merasa kewalahan bisa jadi karena keinginan yang besar dan semangat dalam bermain tanpa mengukur energi yang tersedia atau banyak hal lainnya. Karenanya cobalah kenali gejala / tanda-tanda anak merasa kewalahan berikut ini:
  • Terganggu oleh sesuatu yang tidak penting
  • Mudah menangis
  • Mengalami kesulitan untuk bersantai
  • Gelisah
  • Mudah frustrasi
  • Sulit tidur

Bagaimana mengatasi anak yang merasa kewalahan? Langkah pertama tentu saja memberikan ketenangan kepada anak/ balita. Ajaklah anak mengenali apa yang dikhawatirkannya lalu diskusikan. Gunakan intonasi suara yang lebih memudahkan agar anak lebih merasa tenang dan terbuka lebih cepat membuatnya tenang dan mengenali apa yang dikhawatirkannya maka akan lebih cepat anak terbebas dari perasaan kewalahannya.

Semoga bermanfaat.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Parenting Selengkapnya
Lihat Parenting Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun