Yuni Astuti
Yuni Astuti pegawai negeri

sedang belajar menulis, ibu dari 4 orang anak, perawat, yun.astuti@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan

Kurang Minum Sebabkan Kurang Fokus?

11 Oktober 2017   18:51 Diperbarui: 12 Oktober 2017   12:27 149 1 1


 Tentunya kita sering  melihat tayangan iklan air mineral di televisi dari berbagai produk perusahaan air minum. Apa yang ada di benak anda saat melihat tayangan tersebut..? Penasaran dan kemudian membuktikannya..? Benar gak sih, rasanya beda dengan produk yang lainnya, atau benar-benar seperti yang ada di iklan? Jika benar demikian, artinya iklan sebuah produk sukses dalam memberikan sugesti  kepada konsumen.

Bukan, bukan masalah iklan yang perlu kita bicarakan. Akan tetapi lebih kepada penasaran saya tentang pengaruh air terhadap tubuh kita. Sejauh mana air bisa mempengaruhi tingkat kesehatan kita. Selama ini, yang saya tahu adalah bahwa tubuh kita akan mengalami dehidrasi jika kurang cairan di dalamnya. Akan tetapi bagaimana pengaruhnya terhadap kerja otak, benarkah berpengaruh..?

Selama ini saya sering mendapat pertanyaan dari teman atau kerabat, jika saya kurang nyambung di ajak bicara. " Sudah minum belum..?" 

Inilah yang membuat saya perlu menyampaikan tentang perlunya minum air kaitannya dengan kesehatan, khususnya yang berpengaruh terhadap kerja otak. Perlu saya tekankan di sini, bahwa bukan karena saya fanatik terhadap produk air tertentu, melainkan karena  fakta menunjukkan bahwa air berperan sangat penting dalam kesehatan tubuh kita.

Air merupakan komponen terbanyak dalam tubuh kita. Cairan di dalam tubuh orang dewasa ada sekitar 60% dari berat badan, dimana 2/3 nya berada di dalam sel-sel tubuh kita. Sedangkan 1/3 nya lagi menyebar di dalam darah dan jaringan tubuh. Sementara jumlah cairan pada bayi dan balita lebih banyak, yaitu antara 70-75 %. Paling sedikit jumlah cairan tubuhnya adalah kelompok lanjut usia, yaitu hanya sekitar 50%. Hal ini terbukti dengan adanya kulit kakek dan nenek kita yang keriput, dikarenakan kandungan air di dalam sel-sel kulit sudah banyak berkurang.

Kira-kira total jumlah cairan tubuh kita ada berapa liter? Seandainya kita mempunyai berat badan sekitar 70 kilogram, maka jumlah total cairan tubuh kita adalah sekitar 42 liter. Waah.. ternyata banyak sekali ya!

Otak sendiri merupakan salah satu organ tubuh yang terdiri dari berjuta-juta sel. Sementara tugas otak adalah pusat pengatur semua proses yang terjadi di dalam tubuh. Apabila sel otak itu sendiri kelurangan cairan, bisa dipastikan bahwa kerja otak akan terganggu.

Seseorang dikatakan dehidrasi jika jumlah cairan yang masuk lebih sedikit dibandingkan cairan yang keluar atau hilang. Cairan tubuh bisa hilang melalui keringat, urin, muntah, diare, perdarahan dan luka bakar. Dehidrasi sendiri dikategorikan menjadi dehidrasi ringan, sedang dan berat. Dehidrasi ringan jika tubuh kehilangan cairan 2%, dehidrasi sedang jika cairan yang hilang 5% dan jika kehilangan cairan 10% masuk dalam kategori dehidrasi berat.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan Journal of Nutrition, yang meneliti tentang mood seseorang, konsentrasi dan emosi dari 25 wanita dewasa. Semua sampel diberi cairan yang cukup, kemudian melakukan kegiatan olahraga yang sama. Hanya saja ada beberapa sampel yang diberikan obat jenis diuretic,yaitu obat yang menyebabkan produksi urin lebih banyak. Sehingga banyak cairan tubuh yang hilang bersama urin dan keringat.

Dan hasilnya menyebutkan bahwa wanita yang lebih banyak kehilangan cairan, merasakan sakit kepala, moodnya rendah, kurang bahkan kehilangan focus dan merasa lelah. Sementara kondisi dehidrasi yang dibuat hanyalah 1%. Artinya bahwa cairan yang hilang dari tubuh sampel masih bisa dikatakan sedikit sekali. Karena kategori dehidrasi ringan adalah apabila kehilangan cairan sebanyak 2%.

Jadi, mulai hari ini kita harus mulai disiplin minum air setidaknya 8 gelas per hari, agar kita terhindar dari kondisi yang selalu gagal fokus.

Salam sehat,


Sumber bacaan :

nursingcrib.com

healthland.time.com

*Konten tulisan ini pernah ditayangkan di www.selasar.com