Mohon tunggu...
Eva LatifatunNimah
Eva LatifatunNimah Mohon Tunggu... Mahasiswa

Mahasiswa FK Undip

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Tanggapi Covid-19, Mahasiswa Undip Nekat Keliling Kampung dan Bina Kader Posyandu

8 Agustus 2020   17:00 Diperbarui: 8 Agustus 2020   16:56 33 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Tanggapi Covid-19, Mahasiswa Undip Nekat Keliling Kampung dan Bina Kader Posyandu
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2020, Eva Latifatun Ni'mah saat melaksanakan kegiatan edukasi protokol kesehatan kepada warga Desa Babakan. Dokpri.

Banyumas (6/8), Mahasiswa Undip melakukan rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat berupa edukasi protokol kesehatan dan pembinaan kader posyandu mengenai tanda bahaya balita sakit di era pandemi. Kegiatan ini merupakan realisasi dari program KKN Tim II Undip periode 2020 yang dilakukan di domisili masing-masing mahasiswa.

Eva Latifatun Ni'mah(21), mahasiswa Fakultas Kedokteran Undip melakukan sosialisasi mengenai gejala tanda Covid-19, cara penularannya, dan protokol kesehatan terkait kepada warga Desa Babakan, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas. Kegiatan ini dilakukan bertahap mulai tanggal 5 Juli hingga 1 Agustus 2020 secara door to door.

Seperti yang kita tahu, Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) merupakan penyakit pernafasan yang disebabkan oleh SARS-COV2. Virus ini dapat ditularkan melalui penderita yang bergejala maupun tanpa gejala dan hanya dapat dicegah apabila masyarakat menerapkan protokol kesehatan. Namun menurut Eva, masih banyak warga yang tidak paham sepenuhnya mengenai protokol kesehatan sehingga upaya pencegahan tersebut kurang efektif.

"Masyarakat belum mengetahui cara menggunakan masker yang benar, kapan harus cuci tangan, bagaimana etika batuk bersin, dan apa yang harus dilakukan jika merasa sakit. Sehingga pemberian informasi melalui penyuluhan perlu diberikan" ungkapnya, Jumat (7/8/2020).

Mengilustrasikan cara cuci tangan yang benar kepada warga. Dokpri.
Mengilustrasikan cara cuci tangan yang benar kepada warga. Dokpri.

Sosialisasi ini dilakukan dengan memberikan leaflet yang berisi tentang gejala tanda Covid-19, cara penularannya, bagaimana etika batuk bersin yang benar, cara menggunakan masker, 6 langkah cuci tangan dan apa yang harus dilakukan jika merasa sakit. Kegiatan ini dilakukan dari rumah ke rumah dengan memberdayakan kader kesehatan setempat sebagai pendamping. Setelah kegiatan selesai dilaksanakan, diharapkan terjadi perubahan perilaku hidup dan timbul kesadaran untuk menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19.

Selain itu, Eva juga melakukan pembinaan kader posyandu mengenai tanda bahaya balita sakit di era pandemi dengan sasaran kader posyandu di Desa Babakan. Program ini dilakukan mengingat balita merupakan salah satu kelompok rentan terinfeksi Covid-19 karena kurangnya kesadaran orangtua dalam menjaga buah hati untuk tetap berada di rumah dan menerapkan protokol kesehatan.

"Kader merupakan pihak yang melihat langsung dan mengetahui kondisi warga disekitarnya. Oleh karena itu kader posyandu harus memiliki pengetahuan mengenai tanda bahaya balita sakit, sehingga apabila terdeteksi ada balita dilingkungannya yang mengalami tanda tersebut bisa segera dilaporkan kepada bidan desa untuk dilakukan penanganan lebih lanjut di fasyankes" ungkap Eva.

Pembinaan kader Posyandu Desa Babakan, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas. Dokpri.
Pembinaan kader Posyandu Desa Babakan, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas. Dokpri.

Kegiatan pembinaan kader ini dilakukan dengan memberikan modul yang berisi tentang tanda bahaya balita sakit, apa yang dapat dilakukan ibu, bagaimana tanda gejala Covid-19 pada anak, kapan harus dibawa ke dokter, berbagai upaya pencegahan Covid-19, cara menjaga kesehatan anak secara mandiri di rumah, penyelenggaraan posyandu dimasa pandemi, dan cara mengembangkan wawasan dari sumber informasi terpercaya.  

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x