Mohon tunggu...
Khanif Fauzan
Khanif Fauzan Mohon Tunggu... Santri

Terima kasih telah membaca tulisan saya! Semoga barakah manfaat

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Berbahagialah dengan Taubat

1 Juli 2020   00:47 Diperbarui: 1 Juli 2020   00:52 18 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Berbahagialah dengan Taubat
Para Ustadz dan Artis-artis Hijrah yang Berbahagia

Habib Abdullah bin Abu Bakar Al Aydrus berkata "Barangsiapa tidak bertobat, maka ia tidak memiliki maqam"

Selalu saja kata taubat di nisbatkan kepada pelaku maksiat terang-terangan, seperti pelaku zina, judi, mabuk, mencuri, atau sejenisnya. Perlu kita perbaiki anggapan semacam itu, sebab manusia tak lepas dari segala dosa. Allah yang mahakuasa, senantiasa di sepelekan oleh kita yang menganggap diri ini telah menjadi orang shalih. Kita bahkan tak tahu dosa apa saja yang telah kita lakukan.

Kadangkala, kita merasa telah bertaubat melalui dzikir istighfar setiap hari.  Anehnya, berulangkali begitu mudah kita kembali melakukan dosa yang sama. Al Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi memberikan cara untuk menimbulkan dorongan taubat secara sungguh-sungguh. Cara paling kuat adalah melalui renungan (fikr).

Renungkan berbagai nikmat yang telah di anugerahkan Allah kepada kita. Semua yang bisa kita nikmati tanpa harus bersusah payah, berupa kesehatan, keselamatan, waktu yang barakah, ibadah yang nyaman, orang tua, pasangan hidup, anak-anak yang shalih. Renungkan semua yang Allah anugerahkan pada kita karena sejatinya Allah mencintai hamba-Nya.

Dengan semua renungan itu akan timbul rasa cinta kepada Allah. Seorang pecinta, sejatinya tidak akan menyakiti kekasihnya. Maka tidakkah seorang hamba malu kepada Allah yang menganugerahinya limpahan nikmat, namun di balas dengan maksiat. Dan maksiat yang dilakukan menjadikan siksaan pedih dunia dan akhirat. Maka hendaknya takutlah kepada Allah yang Mahakuasa.

Taubat adalah langkah awal menuju Allah. Al Habib Abdullah bin Alwi Al Haddad berkata :

"Langkah awal yang harus di tempuh oleh seorang murid dalam perjalanannya menuju Allah adalah tobat dengan sungguh-sungguh kepada Allah subhanahu wa ta'ala atas segala dosa-dosanya. Jika ditangannya masih ada hak orang yang dahulu pernah ia zalimi, maka hendaknya ia segera mengembalikannya.

"Jika hal itu tidak memungkinkan, maka hendaknya ia meminta agar orang itu mau menghalalkannya. Sebab, seseorang yang masih memegang hak-hak orang lain, tidak mungkin dapat mendekatkan diri kepada Allah yang Maha Benar.

"Syarat sahnya tobat adalah penyesalan sungguh-sungguh atas segala dosa dengan diiringi tekad yang benar untuk tidak mengulangi perbuatan buruk itu sepanjang hidup. Barangsiapa bertobat dari satu dosa, namun ia selalu mengulangi perbuatannya, atau bertekad untuk melakukannya kembali, maka tobatnya tidak sah.

"Seorang murid, hendaknya selalu mengakui bahwa ia tidak pernah mampu menunaikan hak Allah secara sempurna. Setiap kali hatinya hancur dan sedih karena mengingat kekurangannya, maka saat itulah Allah bersamanya"

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x