Mohon tunggu...
Yunita Kristanti N I
Yunita Kristanti N I Mohon Tunggu... Administrasi - belajar berbagi dan belajar memberi manfaat

-semua karena anugerah-Nya-

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

3 Alasan Speak Up Menjadi Sebuah Gerbang Pembuka Upaya Menghentikan Tindak Kekerasan

8 September 2022   15:19 Diperbarui: 11 Oktober 2022   02:02 148 29 4
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi artikel / Sumber : Pexels (Rodnae Production)

Mendengar serta membaca istilah kekerasan,  membuat hati terasa miris. Terbayang dan ikut prihatin.

Kekerasan apapun bentuknya tentu tidak bisa ditoleransi (katanya🙂). Bila korban yang menulis, tentu beda kalimatnya. Kekerasan yang dialami korban, belum tentu disadari sebagai kekerasan yang harus dihentikan, karena banyak faktor yang memengaruhi.

Pada kenyataannya, korban sering menutupi bahkan akhirnya menikmati tindak kekerasan yang dialaminya tersebut.

Mengapa?

MALU menjadi sebuah kondisi yang umum terjadi atas diri korban. Ada sebuah kondisi dimana korban merasa tidak berdaya, merasa tidak berharga, dan pantas mendapatkan tindakan kekerasan tersebut, yang akhirnya pelan-pelan akan menggerus sendi-sendi kesehatan mental korban itu sendiri.

Tidak berani mengatakan dan hanya menutupinya. Dan akhirnya mulai menikmati tindak kekerasan tersebut. Di dalam hal ini akan muncul gejala-gejala gangguan mental pada korban, diantaranya :

1. Insecure

2. Merasa tidak layak bahagia

3. Merasa tidak layak berhasil

4. Merasa pantas mendapatkan perlakuan-perlakuan tersebut.

5. Menutup diri dan menarik diri.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan