Mohon tunggu...
Nita Kris Noer
Nita Kris Noer Mohon Tunggu... Guru - belajar berbagi dan belajar memberi manfaat

-semua karena anugerah-Nya-

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Artikel Utama

Benarkah Perilaku "Stonewalling" Salah Satu Pemicu Rusaknya Relasi?

25 September 2021   17:25 Diperbarui: 25 September 2021   23:20 661 51 15
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Benarkah Perilaku "Stonewalling" Salah Satu Pemicu Rusaknya Relasi?
Ilustrasi stonewalling | Sumber: Ridofranz via www.parapuan.co

Benarkah stonewalling bisa menjadi bola salju yang menghantam bangunan relasi dan menghancurkannya dengan tingkat keparahan yang luar biasa? 

Banyak sekali pemicu rusaknya sebuah relasi atau hubungan. Entah itu hubungan dalam pertemanan, pekerjaan, atau rumah tangga. 

Sering kita berpikir untuk menghindari atau bahkan menyelesaikan sebuah masalah adalah dengan melakukan aksi bungkam atau diam. 

Aksi bungkam dan diam merupakan hal yang dipandang paling baik, karena asumsinya hal itu akan meminimalisir sebuah keributan atau pertengkaran yang membabi buta sebagai pencetus lahirnya KDRT, atau sejumlah masalah-masalah relasi lainnya. Benarkah pernyataan itu? 

Sebagian orang memilih aksi diam, bungkam, menghindari komunikasi, dan berjarak dengan pihak yang terkait dengan konflik, sebagai satu cara mendinginkan perselisihan sebuah relasi. 

Sebagian lagi ada yang berpendapat menyandarkan solusi pada waktu, dan mengabaikan konflik tersebut dengan menghindarinya. 

Apakah aksi bungkam atau diam ini merupakan jalan terbaik untuk menyelesaikan sebuah masalah (konflik)? Atau malah justru sebaliknya, sesungguhnya perilaku menghindari komunikasi ini merupakan sebuah bumerang yang bahkan akan dapat berpotensi menciderai sebuah hubungan atau relasi? 

Aksi bungkam, diam, menolak menjawab, menghindari pembicaraan sebuah topik tertentu merupakan beberapa contoh perilaku 'stonewalling'. Apa sih sebenarnya stonewalling itu? Mari kita kenali stonewalling lebih jauh. 

Stonewalling merupakan sebuah perilaku yang ditandai dengan tindakan menghindari komunikasi dengan cara bungkam (tidak menanggapi), atau diam, bahkan menjaga jarak untuk tidak berhubungan (bekerjasama) dengan pihak yang berkonflik. 

Stonewalling dicetuskan oleh John Gottman, seorang psikolog dari Universitas Washington, Amerika Serikat. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan