Mohon tunggu...
Nita Kris Noer
Nita Kris Noer Mohon Tunggu... Guru - belajar berbagi dan belajar memberi manfaat

-semua karena anugerah-Nya-

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Artikel Utama

Teropong Zona Gelap "Positive Overdose" dalam Kehidupan

28 Juli 2021   07:17 Diperbarui: 31 Juli 2021   10:56 392 62 25 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Teropong Zona Gelap "Positive Overdose" dalam Kehidupan
Salah satu quote positif untuk memberi motivasi diri| Sumber: Unsplash.com (Estudio Bloom)

'Stay positive' tentu tetap membumi,
'Stay positive' tentu tetap manusiawi,
'Stay positive' tentu tetap mengerti risiko,
'Stay positive' tentu tetap realistis.

Istilah Toxic Positivity hari-hari ini jadi sebuah persoalan? Sebenarnya tidak perlu! 

Percayalah, manusia bukan robot yang datar-datar saja. Banyak sinyal, banyak radar dalam diri yang bertindak dalam memberi penanda bila terjadi "intoleransi" dalam diri. Manusia telah dilengkapi kapasitas yang mumpuni dalam diri oleh Sang Pemberi Hidup.

Memberi porsi positivity pada takaran yang tepat merupakan hal penting, jangan salah kaprah, apalagi salah paham. 

Harus dipahami, bahwa manusia tentu memiliki keterbatasan. Bila dasar pemikiran kita sempurna adalah serba positif, cenderung abai risiko, tidak berpijak pada tanah, dan hanya berpikir di level "surga" maka tentu kurang tepat. 

Membandingkan diri dengan Tuhan tentu sebuah kekonyolan tanpa ampun. Dalam ilmu Psikologi, seorang individu memiliki tiga aspek: kognitif, afektif, dan konatif. Kesemuanya saling mendukung, melekat, tak terpisah.

Pemahaman terhadap positivity harus dimengerti secara benar. Positivity jelas baik, ada harapan, optimisme, dinamika pasti tercipta, memberi daya hidup produktif, memberi insight yang kuat dan baik. 

Sepanjang hal ini dilakukan sesuai koridor maka tentu akan sangat membantu individu untuk berkembang. Menghindari level overdosis pada pemahaman positivity mungkin ini yang dimaksud oleh tim admin Kompasiana dalam memilih topik ini menjadi sebuah tema topik pilihan bulan Juli 2021.

Positivity overdose yang saya maksud adalah bila positivity sudah tidak connect dengan realitas (tidak membumi) atau malah menjadi racun yang ‘menyakiti’ bahkan memiliki daya hancur yang hebat, baik bagi individu itu sendiri atau lingkungannya.

Memahami proporsi positivity menjadi penting untuk memaknai pengertian toxic positivity secara benar. Kita akan melihat keterlibatan emosi yang dalam pada peristiwa-peristiwa kedukaan, sebuah contoh yang pasti akan dihadapi oleh kita semua, tanpa terkecuali, apalagi pada saat-saat seperti saat ini. Begitu banyak bukan kabar obituari yang singgah dalam arus informasi di sekitar kita.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN