Mohon tunggu...
Nita Kris Noer
Nita Kris Noer Mohon Tunggu... belajar berbagi dan belajar memberi manfaat

-semua karena anugerah-Nya-

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Seni Mengelola Luka

23 Juni 2021   11:17 Diperbarui: 24 Juni 2021   01:36 240 40 14 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Seni Mengelola Luka
Ilustrasi / Sumber : Unsplash.com (Fa Barboza)

Apakah ada manusia tanpa luka sepanjang hayatnya?

Apakah ada manusia yang bebas dari penyakit batin seumur hidupnya?

Apakah ada.....?

Ada apakah....?

etc.........

Boleh memberi kesaksian melalui kolom komentar jika ada yang memiliki pengalaman terbebas dari luka sepanjang hidup berjalan. Ijinkan saya berguru...🙏😊.

"Seorang sahabat akan memahami luka sahabatnya dengan cara yang proporsional..." (Anonim)

Buku Mencinta Hingga Terluka yang ditulis oleh seorang praktisi healing, Pdt. Dr. Julianto Simanjuntak dan istrinya, Ibu Roswitha Ndraha, hari itu membuat saya meleleh. 

Rasanya seperti dikuliti pelan-pelan. Sengat luka terdalam hampir tersentuh. Apakah proses penyembuhan itu berhenti saat individu sadar bahwa telah terluka?Lalu, apakah individu tersebut jadi bebas luka selamanya setelah alami proses-proses penyembuhan? Jika boleh berpendapat, luka adalah sebuah potensi yang bisa menimpa siapapun dan kapanpun, derajatnya yang mungkin bisa berbeda pada setiap individu yang mengalami.

Luka batin parah pernah saya alami juga selama proses-proses 'peremukan ego'. Proses penyembuhan terus terjadi, dan sampai bebasnya nanti dalam dekapan Bapa di surga  (barulah paripurna).

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x