Mohon tunggu...
Nita Kris Noer
Nita Kris Noer Mohon Tunggu... belajar berbagi dan belajar memberi manfaat

-semua karena anugerah-Nya-

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Sosok Inspiratif (1): Siela Wijaya, Kasih yang Melampaui Sekat

2 Maret 2021   11:49 Diperbarui: 4 Maret 2021   01:13 463 36 14 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Sosok Inspiratif (1): Siela Wijaya, Kasih yang Melampaui Sekat
Bapak Heinky Panduwinata dan Ibu Siela Wijaya/ Dokumentasi Pribadi

Kasih kita kepada sesama adalah perpanjangan tangan Tuhan bagi umat manusia (Siela Wijaya).

Perjumpaan dengan sosok yang memiliki kecantikan hati dan ragawi ini dimulai ketika saya menjadi guru dari anak bungsunya di kelas 3 Sekolah Dasar milik Yayasan BPK Penabur di Kota Cirebon.

Sosok wanita keturunan Tionghoa bernama asli Oei Swie Ing ini, lebih akrab saya sapa dengan nama Ibu Siela Wijaya. Ibu Siela berasal dari kawasan Jalan Kelud, Kota Malang, Jawa Timur. Beliau menikah dengan seorang pria bernama Heinky Panduwinata, yang berasal dari Pulau Rupat. Pulau kecil nan cantik yang berada di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.

Ibu Siela Wijaya dikaruniai 2 orang anak, perempuan dan laki-laki (ini adalah mantan siswa saya). Si sulung bernama Calvina Izumi Phan, merupakan adik kelas satu almamater saat menempuh studi S-1 di Fakultas Psikologi. Calvina telah bekerja di Group Kompas-Gramedia beberapa tahun terakhir ini. Adiknya, Kenjiro Amadeus Phan, sedang menyelesaikan studinya di Institut Teknologi Bandung.

Ibu Siela Wijaya sangat dekat dengan saya dan keluarga besar saya sejak tahun 2009. Ibu Siela Wijaya dan keluarga saya sangat akrab sejak itu, bahkan boleh dikatakan melebihi seorang saudara.

Saat saya memutuskan kembali melanjutkan studi di Kota Salatiga, beliau adalah orang yang selalu mendukung saya dalam suka dan duka. Beliau sangat paham bahwa saya memiliki hobi membaca Koran Kompas. Sangat sering saya mendapat kiriman pos berisi halaman Koran Kompas yang dicopy-nya. Copyan artikel itu rata-rata seputar pengetahuan mengenai Diabetes. Salah satu perhatian Ibu Siela untuk Ayah saya yang saat itu menderita Diabetes Mellitus.

Seperangkat komputer dari perusahaan suami Ibu Siela diberikan kepada saya untuk mendukung perkuliahan saya saat itu, dan yang perlu digarisbawahi, Ibu Siela saat itu tidak dalam kondisi yang baik. Hal ini memberi pemahaman pada saya untuk tetap memberi kepada sesama apapun kondisi kita.

Ada sebuah cerita yang sangat unik yang diceritakan beliau kepada saya via aplikasi whatsapp, yang berkaitan dengan Kompas. Saat itu beliau dan anak sulungnya, Calvina, pergi berbelanja di sebuah supermarket di Kota Cirebon bersama dengan baby sitter mereka. Saat itu Calvina kecil menemukan uang sebesar 200 ribu rupiah di dalam sebuah trolley belanja, yang disinyalir milik dari konsumen yang habis berbelanja di supermarket tesebut. Keluarga ini menunggu siapa tahu pemilik uang tersebut berbalik untuk mencari uang mereka. Ibu Siela dan Calvina kecil menunggu beberapa saat. Pemilik uang tersebut tidak kunjung tiba, hingga akhirnya Ibu Siela Wijaya berinisiatif untuk menyumbangkan uang tersebut sebagai sumbangan Dana Kemanusiaan Kompas (DKK) atas nama Calvina Izumi Phan yang saat ini telah bergabung di Group Kompas Gramedia.

Sangat wajar dan mudah dekat dengan seseorang ketika seseorang itu dalam kondisi baik, dihormati, dan menyenangkan, tetapi beliau ada dan setia justru pada saat saya dalam kondisi terpuruk dan menderita luka-luka batin.

Saat itu, Tuhan mengijinkan banyak kondisi tidak menyenangkan terjadi dalam kehidupan saya. Ibu Siela tidak seperti orang pada umumnya. Bukan mencaci, bukan menghina, bukan menghakimi, bukan nyinyir, bukan mengatakan hal tidak baik, bahkan tidak menasehati sekalipun. Beliau tetap ada dan mendukung dalam masa kedukaan itu, layaknya keluarga.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN