Mohon tunggu...
Khairunisa Maslichul
Khairunisa Maslichul Mohon Tunggu... Dosen - Profesional

Improve the reality, Lower the expectation, Bogor - Jakarta - Tangerang Twitter dan IG @nisamasan Facebook: Khairunisa Maslichul https://nisamasan.wordpress.com

Selanjutnya

Tutup

Parenting Artikel Utama

Tiga Cara Melatih Anak Hobi Membaca

16 Oktober 2022   03:50 Diperbarui: 16 Oktober 2022   16:42 300
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi anak hobi membaca| Dok iStock/Fly View Productions via parapuan.co

Ada satu hari yang selalu saya tunggu dengan antusias saat masih SD dulu. Hari itu adalah hari Kamis yaitu hari terbitnya majalah anak-anak Bobo setiap minggunya.

Sepulang sekolah, lembar demi lembar majalah Bobo yang berwarna-warni itu pun saya baca hingga akhir. Kumpulan cerita pendek atau cerpen Bobo menjadi hal yang paling pertama saya baca.

Orang tua dan keluarga adalah kunci utama supaya anak gemar membaca (Ilustrasi: dream.co.id)
Orang tua dan keluarga adalah kunci utama supaya anak gemar membaca (Ilustrasi: dream.co.id)

Bagi generasi milenial yang masa kecilnya di tahun 80 dan 90-an, buku adalah sarana hiburan sekaligus pendidikan. Selain rutin membeli majalah Bobo dan Aku Anak Saleh, saya juga menggemari buku cerita seperti kisah detektif cilik Petualangan Lima Sekawan karya Enid Blyton dari Inggris dan novel anak best-seller Totto-chan: Gadis Cilik di Jendela karya Tetsuko Kuroyanagi dari Jepang.

Cerita anak dari Jepang ini membuat saya seperti telah mengunjunginya lewat buku yang dibaca (Ilustrasi: gramedia.com)
Cerita anak dari Jepang ini membuat saya seperti telah mengunjunginya lewat buku yang dibaca (Ilustrasi: gramedia.com)

Orangtua saya juga mendukung hobi membaca di rumah. Satu hari, Bapak saya pulang kerja dengan membawa satu edisi lengkap buku cerita bergambar dan berwarna tentang Kisah Hidup 25 Nabi: Adam hingga Muhammad saw.

Sayangnya, kebiasaan membaca buku itu mulai menurun sejak hadirnya smartphone. Saya lihat, para adik sepupu dan keponakan itu sekarang lebih senang bermain online game daripada membaca.

"Kan kita sudah baca buku pelajaran dari sekolah," begitu alasan mereka tiap kali diminta membaca. Haduh, jadi membaca buku zaman now itu identik dengan buku pelajaran saja, miris kan ya?

Rajin membaca memang harus dibiasakan sejak anak masih bayi dan balita (Infografis: Kini bisa)
Rajin membaca memang harus dibiasakan sejak anak masih bayi dan balita (Infografis: Kini bisa)

Lalu, bagaimana caranya agar anak-anak di era digital ini (kembali) menjadikan kegiatan membaca sebagai kegiatan yang menyenangkan? Nah, silakan baca artikel ini hingga selesai ya dan dapatkan tips & trik bermanfaatnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Parenting Selengkapnya
Lihat Parenting Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun