Mohon tunggu...
Nisa Fardani
Nisa Fardani Mohon Tunggu... Bismillah

Bekerja merupakan sebuah usaha untuk mencapai sesuatu yang diinginkan.

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan

Mahasiswa KKN-T KKBPK Universitas PGRI Madiun Adakan Sosialisasi Keluarga Berencana

15 Februari 2020   13:43 Diperbarui: 15 Februari 2020   13:53 23 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Mahasiswa KKN-T KKBPK Universitas PGRI Madiun Adakan Sosialisasi Keluarga Berencana
Doc. Panitia & Pemateri

Mahasiswa KKN-T KKBPK Universitas PGRI Madiun mengadakan sosialisasi Keluarga Berencana dengan tema "Mewujudkan Keluarga Berkualitas Bahagia dan Sejahtera" pada 29 Januari lalu. Sosialisasi tersebut diadakan di rumah Kepala Dusun Karangagung Desa Randu Alas Kecamatan Kare Kabupaten Madiun.

Kegiatan sosialisasi ini mendatangkan Petugas Lapangan KB atau yang biasa disebut dengan PLKB. Petugas Lapangan KB yang menyampaikan materi pada kegiatan sosialisasi ini bernama bapak Didik dan Bapak Doni. Kegiatan ini diadakan oleh Mahasiswa KKN-T KKBPK Universitas PGRI Madiun atas persetujuan Kepala Desa Randu Alas dan Kepala Dusun Karang Agung. 

Peserta dalam kegiatan ini adalah Pasangan Usia Subur (PUS) yang bertempat tinggal di Dusun Karangagung Desa Randu Alas. Sosialisasi ini diadakan dengan tujuan untuk menambah pemahaman Pasangan Usia Subur tentang Keluarga Berencana agar dapat mewujudkan keluarga berkualitas bahagia dan sejahtera dengan mengikuti program KB dan pemilihan alat kontrasepsi yang sesuai. 

Dalam sosialisasi ini dibahas mengenai pentingnya ber-KB yaitu yang paling penting adalah menekan angka pertumbuhan penduduk. selain pentingnya ber-KB pemateri juga menyampaikan metode kontrasepsi yaitu metode kontrasepsi jangka pendek dan jangka panjang. Yang tak kalah penting juga mengenai jenis-jenis alat kontrasepsi dan resikonya diantaranya IUD, Kondom, Pil, Implan, MOP, MOW, dan Suntik. Beliau menyampaikan salah satu alat kontrasepsi yang paling dianjurkan adalah Intrauterine Device (IUD). Berdasarkan data yang dimiliki oleh PLKB, pengguna alat kontrasepsi IUD dari Desa Randualas jumlahnya masih relatif kecil. Dalam memilih alat kontrasepsi tidak boleh sembarangan namun harus sesuai kebutuhan dan kondisi kesehatan pemakai. 

Sesi tanya-jawab
Sesi tanya-jawab

Di dalam sosialisasi ini juga disampaikan bahwa program KB bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. Selain itu pemateri juga menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam program KB oleh PUS harus berdasarkan persetujuan dari kedua belah pihak yaitu suami dan istri. "Keikutsertaan ber-KB ini juga harus berdasarkan persetujuan baik Suami dan juga Istri, tidak boleh hanya dari salah satu pihak saja. Pemilihan alat kontrasepsinya juga harus disesuaikan dengan kondisi kesehatan, misalnya yang memiliki riwayat tekanan darah tinggi tidak disarankan menggunakan Pil KB melainkan bisa menggunakan alat kontrasepsi lainnya yang tidak berbahaya bagi yang memiliki riwayat tekanan darah tinggi".

Setelah pemateri selesai menyamapaikan materi peserta sosialisasi diperkenankan untuk bertanya, kemudian ada salah seorang peserta yang bertanya "Pak, tetangga saya ada yang sudah memakai alat kontrasepsi IUD tetapi masih bisa hamil, padahal pemasanganya baru 8 bulan itu bagaimana ya ?". Kemudian petugas PLKB pun menjawab "Segala sesuatu susah diatur oleh Tuhan, apabila sudah ber-KB namun masih bisa hamil, berarti Tuhan masih mempercayakan keturunan kepada pasangan tersebut. KB merupakan salah satu alternatif untuk menekan angka kelahiran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sebagai manusia kita hanya bisa berusaha namun tetap Tuhan yang menentukan, yang penting kita sudah berusaha.".

Acara Sosialisasi KB ini berjalan dengan lancar dan mendapatkan respon positif dari masyarakat serta tokoh masyarakat setempat. Penyelenggara kegiatan ini berharap dengan diadakannya sosialisasi ini pengetahuan Pasangan Usia Subur mengenai KB beserta manfaatnya dapat meniingkat serta bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x