Mohon tunggu...
Anesa Nisa
Anesa Nisa Mohon Tunggu... karyawan swasta -

love travelling, kuliner-ing, travel writer wanna be

Selanjutnya

Tutup

Travel Story Artikel Utama

Blue Point Beach, Surga Peselancar yang Dibalut dengan Kegagahan Tebing Menjulang

6 September 2014   17:30 Diperbarui: 18 Juni 2015   01:27 530
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

[caption id="attachment_341297" align="aligncenter" width="630" caption="Blue Point Beach dilihat dari tebing tinggi (dok. Marischkaprue)."][/caption]

Sudah bukan rahasia lagi bila Pulau Bali menjadi salah satu destinasi favorit para turis untuk berlibur.
Jangan tanyakan tentang keindahan alamnya, mulai dari pantai tempat untuk berjemur, gunung yang membawa hawa sejuk, hingga suasana pedesaan yang jauh dari hingar bingar kota dan dilingkupi hektaran sawah hijau sejauh mata memandang, semuanya ada di Bali.

Dari puluhan pantai yang ada, Blue Point Beach menjadi destinasi favorit para turis. Mau tahu alasan Blue Point Beach tmenjadi destainasi favorit? Yuk, simak cerita saya dan keluarga saat berkunjung ke Bali, April 2013 lalu.

Three in One ala Blue Point Beach
Siang itu, hari kedua bagi kami (saya, suami, tiga kakak, dan tiga keponakan umur 5, 7, dan 10 tahun) berada di Bali. Cuaca Bali yang panas memang sangat cocok dengan landscape alamnya yang notabene pantai. Setelah hari pertama mengelilingi kota Denpasar dan sekitarnya, hari kedua kami ingin bermain di pantai sepuasnya.

Blue Point Beach terletak di kawasan Uluwatu, arah selatan Pulau Bali, Desa Pecatu. Dari kota Denpasar, Anda akan membutuhkan waktu sekitar 45 menit untuk sampai di Uluwatu. Sebenarnya, di daerah Uluwatu ada empat pantai yang layak dikunjungi, yakni Balangan, Dreamland, Padang-padang, dan Blue Point Beach. Namun, keeksotisan alam dan ombak di Blue Point Beach bak surga yang membuat para turis lebih senang berkunjung ke sini. Mereka kerap menggunakan Blue Point Beach untuk berselancar. Tak pelak, sejumlah eksibisi selancar bertaraf internasional sering dilaksanakan di pantai yang memiliki arti pantai dengan pemandangan biru.

[caption id="attachment_341298" align="aligncenter" width="389" caption="Keberadaan Tebing yang tinggi seolah-olah ikut menjaga keaslian dari Blue Beach Point "]

1409973866117286997
1409973866117286997
[/caption]

Siapkan stamina Anda, terutama kaki saat hendak ke Blue Point Beach. Setibanya di lokasi parkir (retribusi parkir mobil sebesar Rp 5.000 saat itu), Anda harus menuruni ratusan anak tangga hingga mendekati bibir Blue Point Beach.

Namun, Anda juga tak perlu khawatir, sebab ratusan anak tangga ini tersusun rapi. Di sepanjang perjalanan anak tangga, Anda juga bisa membeli oleh-oleh khas Blue Point Beach dan Bali, lho. Kalau tidak punya pakaian salinan, Anda bisa membelinya di sini. Separuh dari perjalanan ini terdapat deretan kamar mandi yang disewakan untuk turis. Fungsinya bisa untuk buang hajat atau tempat bilas (mandi) bagi turis yang ingin mengganti pakaian setelah diterpa deru ombak Blue Point Beach.

Selama perjalanan itu pula, Anda akan berpapasan dengan para turis yang umumnya berasal dari mancanegara. Mengenakan pakaian setengah telanjang, mereka berjalan sambil membawa papan seluncur. Hhhm, benar-benar surga peselancar sepertinya Blue Point Beach ini, pikir saya kala itu.

Suasana agak gelap menyelimuti kami saat tiba di tangga terakhir menuju Blue Point Beach. Bila Anda bertemu tangga bebatuan yang curam dan diapit oleh tebing tinggi nan kokoh, hal itu menandakan bahwa Anda telah mendekati bibir pantai. Lelah perjalanan menuruni ratusan anak tangga pun terbayar dengan panorama alam si surga peselancar. Sekitar pukul 15.00 WITA, kami tiba di Blue Point Beach.

[caption id="attachment_341302" align="aligncenter" width="583" caption="Air di pinggir Blue Point Beach masih jernih."]

14099741421155947669
14099741421155947669
[/caption]

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Travel Story Selengkapnya
Lihat Travel Story Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun