Mohon tunggu...
Nisrina Cahyani
Nisrina Cahyani Mohon Tunggu... Mahasiswa Ilmu Komunikasi UMY

Nisrina Cahyani Putri, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Selanjutnya

Tutup

Analisis

Ide Kreatif Mahasiswa KKN UMY dalam Pemanfaatan Lidah Buaya

14 Februari 2021   21:20 Diperbarui: 17 Februari 2021   20:41 224 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Ide Kreatif Mahasiswa KKN UMY dalam Pemanfaatan Lidah Buaya
Kelompok KKN IT UMY 004 memberikan pelatihan olahan lidah buaya kepada anggota KWT Gedhang Crispy di rumah Bapak Mujiyo, Desa Bendungan, DIY.

Lidah buaya yang ditanam di setiap pekarangan rumah oleh warga Desa Bendungan menjadi pemandangan yang terus terlihat ketika kelompok KKN IT UMY 004 menginjakkan kaki di desa tersebut. Meskipun masih banyak jenis tanaman selain lidah buaya yang ditanamkan oleh warga di pekarangan rumahnya, tapi lidah buaya tetap menjadi pusat perhatian diantara tanaman-tanaman tersebut.

Sebelum adanya pandemi Covid-19, lidah buaya yang ditanam oleh warga Desa Bendungan dimanfaatkan dan dikelola oleh KWT Gedhang Crispy untuk memproduksi makanan berupa cendol. Namun sayangnya, dikarenakan adanya pandemi Covid-19 yang dimana para penjual tidak dapat menjual makanan di tempat ramai, maka produksi cendol pun diberhentikan.

Pemberhentian produksi makanan berupa cendol tersebut pun membuat penghasilan yang dihasilkan oleh KWT Gedhang Crispy semakin menurun, dikarenakan adanya permasalahan tersebut, KWT Gedhang Crispy pun memilih untuk lebih memfokuskan penjualan berupa kripik pisang yang sudah mereka produksi sejak lama. Keuntungan dalam memproduksi kripik pisang ini yaitu kripik pisang tersebut memiliki daya tahan produk hingga satu setengah bulan, sedangkan cendol lidah buaya hanya dapat bertahan hanya satu sampai dua hari saja.

Melihat permasalahan yang terjadi di masa pandemi Covid-19 ini, kelompok KKN IT UMY 004 pun memutuskan untuk melakukan program kegiatan pelatihan pembuatan produk olahan lidah buaya berupa hand sanitizer dan sabun cuci tangan. Kelompok KKN IT UMY 004 memilih untuk mengolah lidah buaya menjadi hand sanitizer dan sabun cuci tangan dikarenakan di masa pandemi ini, hand sanitizer dan sabun cuci tangan mulai menjadi kebutuhan sehari-hari untuk masyarakat. Selain itu, lidah buaya juga efektif dalam memberikan kelembaban untuk kulit yang dimana umumnya bila terlalu sering menggunakan hand sanitizer yang mengandung kandungan alkohol yang tinggi akan menyebabkan kulit menjadi kering.

Pelatihan olahan lidah buaya pun akhirnya dilakukan pada hari sabtu lalu (13/02) yang dihadiri oleh Dr. Siti Nur Aisyah, S.P sebagai dosen pembimbing lapangan kelompok KKN IT UMY 004, kemudian anggota kelompok KKN IT UMY 004, dan juga ibu-ibu anggota KWT Gedhang Crispy. Pelatihan dilakukan secara langsung di rumah Bapak Mujiyo selaku lurah Desa Bundungan yaitu dengan mengajarkan bagaimana tata cara pembuatan hand sanitizer dan sabun cuci tangan.

Mahasiswa KKN IT UMY 004 bersama dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) sedang melakukan pelatihan olahan lidah buaya kepada KWT Gedhang Crispy.
Mahasiswa KKN IT UMY 004 bersama dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) sedang melakukan pelatihan olahan lidah buaya kepada KWT Gedhang Crispy.

"Kami merasa program yang dilakukan oleh mahasiswa UMY berupa membuat hand sanitizer dan sabun merupakan ide kreatif yang kami butuhkan untuk masa pandemi ini, yang dimana di masa pandemi ini hand sanitizer dan sabun cuci tangan mulai menjadi kebutuhan pokok masyarakat, selain itu dengan adanya ide kreatif ini juga sangat membantu perekonomian Desa Bendungan di masa pandemi ini," ujar Siti Nurhayati selaku Ketua KWT Gedhang Crispy. Kelompok KKN IT UMY 004 berharap dengan adanya program pelatihan olahan lidah buaya ini dapat membantu KWT Gedhang Crispy dalam membangun perekonomian yang sejahtera di Desa Bendungan selama masa pandemi Covid-19 ini. 

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x