Mohon tunggu...
Nining Inovasia
Nining Inovasia Mohon Tunggu...

Entrepreneur; Konsultan; Trainer Ibu dari dua anak; mempunyai unsur kepribadian - Api/Angin

Selanjutnya

Tutup

Politik

Ahok Mengurangi Kemiskinan dengan Mengusir Orang Miskin

14 Maret 2016   15:59 Diperbarui: 14 Maret 2016   18:16 882 5 18 Mohon Tunggu...

AHOK, Penggusuran dan Reklamasi

Jaman masih aktif di pers mahasiswa Balairung, kami pernah membuat liputan khusus PEMBANGUNAN SEBAGAI IDEOLOGI KEDUA SETELAH PANCASILA. Yang intinya penggusuran, transmigrasi, pembungkaman pers, atau apapun akan dihalalkan oleh penguasa dengan alasan demi pembangunan. Dalam mencari bahan itu aku hampir dipenjara karena semua mahasiswa yang demo mendukung petani tanpa pandang bulu langsung diciduk.

Bersama teman-teman mahasiswa kami sampai nginep di Cimacan, tempat para petani berjuang mempertahankan tanah mereka dari penggusuran. Saat itu bu Nur Syahbani dan pak Luhut sudah aktif di LBH. Mereka tahu bahwa perjuangan pengacara di pengadilan sakjane hanya supaya petani mendapatkan penggantian yang lebih baik, karena Rudini, mentri dalam negeri waktu itu sudah bilang "Ini kehendak Bapak"
Jaman dulu...kalau Suharto sudah berkehendak...bahkan harimau paling ganaspun nggak kuasa menolak.

Walaupun aku suka cara kerja Ahok yang cepat, merestrukturisasi birokrasi, sistematis dalam meminimalisir korupsi, dan suka juga dengan pribadinya yang tegas dan berani, tapi aku tetap nggak setuju cara dia menggusur untuk taman dan memberi ijin reklamasi pulau yang nantinya hanya akan dijadikan mall2 dan gedung2 bagus oleh pengembang. Bagiku...PEMBANGUNAN ITU UNTUK MANUSIA ...BUKAN Manusia itu untuk pembangunan. Manusia nggak boleh kalah dengan nafsu untuk membangun seluas2nya sebanyak2nya sebagus2nya. Membangun manusia itu membentuk kebudayaannya, membangun mentalnya, melestarikan lingkungannya bukan hanya sekedar membentuk gedung tanpa peduli "humanity" pengisinya.

Penggusuran memang membuat jakarta lebih indah dan nyaman bagi kelas menengah. Tapi tidak bagi orang miskin. Orang miskin yang digusur bisa merasakan, bahwa mereka dibuat tidak nyaman tinggal di Jakarta untuk nantinya pelan-pelan akan terusir dari Jakarta.
Pemindahan ke rusun hanya sementara...konon katanya...kontraknya hanya 2 tahun, bisa diperpanjang maksimal 3x. Sesudah itu? ya mereka harus bersiap-siap pindah apalagi kalau nantinya pemda membutuhkan tempat itu untuk memindahkan warga lainnya. Secara tidak langsung...pemerintah mengharapkan warga miskin pulang ke kampungnya.
Kalau sudah demikian, jakarta hanya akan menjadi predator bagi daerah lainnya. Kekayaan daerah disedot ke pusat, Jakarta menikmati kekayaan daerah...tetapi tidak mau menerima kemiskinan orang2nya. Kemiskinan tetap terpusat di daerah.

Bapak Pembangunan Suharto jaman dulu juga pintar berkilah dan memberi alasan2 yang kelihatannya sah dan masuk akal untuk melegitimasi gayanya, seperti juga Ahok sekarang. Ahok jauuuh lebih bagus dan "manusiawi" kalau dipandang (sekali lagi) dari kompensasi fisiknya...Ahok ngasih pengganti gedung yang lebih tinggi, lebih bersih, lebih semuanyalah dilihat dari bentuk fisiknya. Tapi bagiku...itu semua hanya akan menjadikan Jakarta sebagai deretan bangunan tanpa jiwa

Jaman pak Harto dulu, susah sekali bagi pengacara ataupun mahasiswa untuk menyuarakan kebenaran...ancamannya adalah popor senjata. Tapi jaman sekarang...lebih susah lagi menyuarakan kepentingan kaum marginal...dimana tampilan fisik, materi, kemajuan tekhnologi sudah menjadi gaya hidup yang menyebar ke seluruh pribadi. Nggak akan mudah bersuara berbeda si tengah era konsumerisme yang sudah meraja. Apalagi pers sekarang...hanya menyuarakan kepentingan pemilik modal. Sulit banget cari pers sekarang yang bebas kepentingan pemegang saham. Sehingga walaupun informasi amat sangat bebas didapatkan... tetapi lebih sulit mencari informasi yang benar...bebas kepentingan

Kemana para mahasiswa?...maukah kalian bersuara...meskipun itu membuat kalian berbeda?

Kemanakah aktivis mahasiswa yang dulu? sudah lupakah akan tujuanmu?

Bisakah kalian "memaksa" Ahok untuk mendengar?

jangan mereduksi Tujuan pembangunan hanya sekedar "anti korupsi"...tetapi ingatkan pemimpin...bahwa tujuan pembangunan itu "Meningkatkan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan berbangsa"

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x