Mohon tunggu...
Nindita Putri
Nindita Putri Mohon Tunggu... -

Selanjutnya

Tutup

Healthy

Tugas Individu 2_10_Nindita Putri

14 Agustus 2018   17:06 Diperbarui: 14 Agustus 2018   20:25 74
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

                                                                                          Meminum Soda Susu Dapat Membersihkan Paru-paru

Minum merupakan hal yang penting dalam kehidupan manusia, minuman yang tersedia juga dalam berbagai jenis. Salah satunya adalah soda atau minuman ringan mengandung glukosa, sukrosa, fruktosa serta kandungan sederhana lainnya dengan konsentrasi yang tinggi. Biasanya soda juga mengandung asam fosfor, asam karbonat, asam tartarat, asam sitrat, asam malat yang memiliki pH rendah. 

Penggunaan bahan pengawet dapat menyebabkan mual, diare, alergi, gangguan pencernaan, dan dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan kanker, kerusakan ginjal dan lainnya.1,2

Banyak mitos yang sudah tersebar di masyarakat luas dan belum diketahui pasti kebenarannya. Salah satunya adalah dengan meminum soda susu dapat membersihkan paru-paru. Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam menjawab bahwa pernyataan tersebut adalah mitos. Pernyataan yang menyatakan "Agar paru-paru bersih, minum susu soda terlebih dahulu sebelum medical check up" merupakan mitos. 

Beliau juga mengatakan "Saya selalu mendengar pendapat itu dan sudah menjadi tugas kita bersama menjelaskan bahwa prinsip tersebut sangat keliru dan tidak harus dipercaya lagi". Dan disarankan oleh beliau untuk tidak mengonsumsi soda secara berlebihan bagi yang memiliki masalah lambung. 

Beliau menambahkan pernyataan tentang paru-paru kotor dan paru-paru bersih tidak ada di dunia medis dimana masyarakat masih banyak yang keliru dan diimbau untuk tidak percaya dengan istilah-istilah tersebut. Tidak merokok, jauh dari polusi dan olahraga rutin dapat dilakukan semua orang untuk berpola hidup sehat tambah beliau. Beliau juga menyarankan untuk olahraga dan mengonsumsi makanan yang sehat untuk memiliki paru-paru yang sehat.3

Prof. dr. Helmi Balfas, SpTHT (K) juga mengatakan bahwa mengonsumsi soda susu agar paru-paru bersih merupakan mitos belaka. Beliau menambahkan tidak serta merta soda yang kita konsumsi itu sampai ke paru-paru dan soda bukanlah deterjen. 

Prof. Helmi menjelaskan bahwa soda tidak bisa memberi fungsi membersihkan paru-paru tapi dengan mengonsumsi susu bisa sedikit membantu dimana akan terbentuk lendir lebih banyak dan dengan mekanisme batuk dapat membersihkan paru-paru. 

Beliau menyarankan agar sebaiknya perokok bisa berhenti secara total karena selain rokok merusak paru-paru, rokok dapat memberi dampak negatif pada sistem pencernaan tubuh, memberi risiko osteoporosis serta dapat merusak ginjak dan otak.4

Menurut Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Malang, Dr. dr. Abdurachman M.Kes, PA(K), masyarakat untuk tidak mempercayai informasi bahwa soda susu dapat membersihkan paru-paru dari nikotin. Informasi ini sudah tersebar luas di masyarakat dan membuat para perokok mempercayainya sehingga mengonsumsi soda susu yang sebenarnya berbahaya bagi kesehatan. Kandungan alkohol yang dimiliki oleh soda tidak baik untuk kesehatan sehingga informasi tersebut tidak benar. 

Selain itu soda memiliki tingkat keasaman asam yang sangat tinggi yang tidak baik untuk organ tubuh. Beliau menjelaskan bahwa mengonsumsi soda susu tidak mampu membersihkan nikotin dari paru-paru tapi susu tanpa soda dapat sedikit membantu menghilangkan nikotin. Dan lebih baik lagi untuk meminum air putih atau minuman herbal dari alam. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun