Humaniora

Kognisi Sepanjang Hidup

14 Maret 2018   18:53 Diperbarui: 14 Maret 2018   18:53 250 2 0
Kognisi Sepanjang Hidup
themindtrap.com

Kognisi manusia, ditinjau dari sudut perembangan, adalah hasildari rangkaian tahap -- tahap yang dimulai sejak tahun -- tahun awal permulaan pertumbuhan pada tahap awal. Persepsi, memori, bahasa, dan proses berfikir kita dikendalikan oleh struktur genetik dasar yang kita warisi dan perubahannya yang kita alami sebagai tanggapan terhadap permintaan lingkungan yang muncul dalam berbagai interaksi fisik sosial.

Asimilasi dan Akomodasi (Piaget), prinsip -- prinsip umum bagi piaget, dua prinsip utama dalam perkembnagan kognitif adalah organisasi dan adaptasi. Organisasi mengacu pada sifat dasar struktural mental yang digunakan untuk mengeksplorasi dan memahami dunia. Sedangkan adaptasi mengacu pada dua proses, yaitu asimilasi dan akomodasi. Asimilasi adalah proses perolehan informasi dari luar, dan penggasimilasiannya dengan pengetahuan dan perilaku kita sebelumnya. Akomodasi meliputi proses perubahan skema lama untuk memproses informasi dan objek -- objek baru di lingkungannya. Ada beberapa tahapan dengan tujuan akomodasi.

            Tahap 1: periode sensorimotor (sejak kelahiran hingga usia 2 tahun). Dengan ciri fase interkoordinasi progresif dari skema menjadi lebih komplek dan integratif. Pada fase pertama, respon -- respon bersifat bawaan dan berupa reflek -- reflek yang tidak disengaja

            Tahap 2: periode pra-oprasional (usia 2-7 tahun), perilaku anak berubah dari dependensi tindakan menuju pemanfaatan representasi mental dalam tindakan -- tindakannya (berpikir).

            Tahap 3: periode oprasional konkret (usia 7-11 tahun), tahap penyempurnaan dalam intelektual, yaitu konservasi, klasifikasi, dan trasivitas.

Konservasi, rana pertama, kemampuan untuk mentransformasi sifat objek. Klasifikasi melibatkan pengelompokan dan ketegorisasi objek -- objek yang mirip. Seriasi dan transivitas adalah dua kemampuan yang perpisah, namun saling berhubungan. Seriasi adalah kemampuan untuk merangkai secara bersamaan serangkaian elemen menurut hubungan tertentu. Sedangkan transivitas berhubuungan dengan kemampuan seriasi.

            Tahap 4: periode operasional -- formal (masa remaja dan dewasa) ditaandai dengan kemaampuan anak untuk memformulasikan hipotesis dan mengujinya terhadap realitas.

Pikiran dalam masyarakat (Vygotsky), tahapan -- tahapan dalam perkembangan Vygotsky terdapat beberapa hal. Fenomena internalisasiadalah proses dimana tindakan eksternal ditranformasikan menjadi fungsi -- fungsi psikologi internal. Berdasarkan observasi Vygotsky berpikir bahwa anak melalui 3 tahapan dalam perkembangan konseptualnya: 1. Pembentukan konsep tematik; 2. Pembentukan konsep berantai; 3. Pembentukan konsep abstrak.

Teori Vygotsky tetang bahasa: sosial (eksternal) sebelum usia 3 tahun, mengontrol perilaku orang lain dan mengekspresikan pikiran -- pikiran dan emosi -- emosi sederhana. Egosentris, usia 3-7 tahun, fase antara bicara eksternal dan internal dan mengontrol perilaku, tetapi diekspresikan dengan keras. Internal (inner) usia 7 tahun keatas, pembicaraan dennga diri sendiri (self talk) yang memungkinkan pemikiran terarah dan bahasa melibatkan fungsi mental yang lebih tinggi.

            Perkembangan kemampuan kognitif. Kemampuan akuisisi informasi, pada tahap awal petkembangan kognisi, anak prlu secara efektif memperhatikan, mempersepsi, dan mencari informasi yang relevan di lingkungannya. Atensi atau perhatian selektif, mengacu pada kemampuan untuk memfokuskan pada informasi -- informasi yang relevan. Perhatian pada wajah, yaitu mengenai ciri pemandanfan visual apakah yang diperhatikan orang.