Mohon tunggu...
Nina Sulistiati
Nina Sulistiati Mohon Tunggu... Guru - Belajar Sepanjang Hayat

Pengajar di SMP N 2 Cibadak Kabupaten Sukabumi

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Bermain Kata Bersama Para Siswa dan Rekan Kerja Ternyata Mengasyikan

15 November 2021   02:30 Diperbarui: 15 November 2021   05:44 131 18 3
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
biasakan anak membaca sejak dini. sumber: kalderanews.com

"Makin aku banyak membaca, makin aku banyak berpikir; makin aku banyak belajar, makin aku sadar bahwa aku tak mengetahui apa pun." - Voltaire 

Literasi baca tulis adalah literasi awal yang dikenalkan kepada siswa saat mulai duduk di bangku kelas satu SD. Awal literasi ini adalah pengenalan huruf, mengeja kata sampai akhirnya merangkaikan kata menjadi kalimat. Kalimat menjadi paragraf dan secara keseluruhan pemahaman siswa kepada teks secara utuh.

Kegiatan membiasakan  literasi baca tulis ini selayaknya dilakukan sejak dini di lingkungan sekolah agar anak memiliki kemampuan membaca dan menulis dalam jenjang awal. Jika pembiasaan dilakukan terus menerus sudah pasti kemampuan anak membaca dan menulis semakin meningkat.

Pembiasaan itu hendaklah dilanjutkan di jenjang pendidikan berikutnya yaitu jenjang SMP, SMA dengan harapan kompetensi literasi akan berkembang terus menerus. Secara bertahap, para siswa akan memiliki kompetensi literasi baca tulis yang semakin tinggi sehingga mereka akan mampu memahami teks secara menyeluruh.

Memang tidak mudah melakukan pembiasaan literasi baca tulis kepada para siswa. Sebagai pembina komunitas literasi saya memahami sulitnya mendekatkan anak pada buku. Kebiasaan anak membaca sangat rendah seiring kemampuan menulis yang juga tidak berkembang. Anak-anak lebih senang membaca WA, Facebook atau aplikasi lain yang ada di internet. Mereka juga lebih memilih bermain game on line atau menonton televisi  untuk menghabiskan hari libur dibandingkan dengan membaca buku.

Pada saat proses pembelajaran tatap muka kondisi normal, pembiasaan ini masih bisa dilakukan secara masif kepada para siswa. Kegiatan readathon, pemilihan duta belajar, lomba-lomba yang berkaitan dengan menulis dan membaca, atau pembiasaan membaca buku sebelum waktu belajar masih bisa dilakukan. Namun sayang saat Corona Virus melanda dunia termasuk Indonesia, kegiatan-kegiatan tersebut sudah tidak bisa dilakukan. Kegiatan belajar dilakukan di rumah dengan moda daring.

Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri buat saya selaku pembina literasi di sekolah. Motivasi siswa semakin menurun untuk melakukan kegiatan baca tulis. Hal tersebut dapat dilihat semakin rendahnya tingkat partisipasi siswa dalam proses belajar. Indikasinya adalah tugas-tugas yang diberikan guru masih banyak yang tidak dikerjakan siswa.

Kondisi ini diperburuk dengan kondisi orang tua yang kurang mendukung kegiatan baca tulis anak di rumah. Jangankan membaca buku non pelajaran, buku-buku pelajaran saja cenderung hanya menjadi penghias meja belajar para siswa. Akhirnya saya berinisiatif membuat komunitas melalui media daring. Komunitas ini melakukan berbagai kegiatan antara lain: mengikuti kegiatan  GLN Gareulis Jawa Barat dengan menjawab berbagai tantangan .

Tantangan tersebut adalah mengikuti 9 diklat literasi secara daring, menulis cerita pendek, menulis puisi, menulis carita pondok, menulis pantun, story telling, mendongeng, membaca dan mereviu buku minimal 10 buku selama 10 bulan. Kegiatan itu sudah berhasil kami selesaikan.

Kemudian saya melakukan kegiatan pelatihan secara daring bagi para peminat literasi. Pelatihan meliputi tips dan trik menulis cerpen bagi pemula, menulis puisi dan rencananya kami akan menerbitkan buku antologi pantun Indonesia.

Kolaborasi Puisi

Salah satu kegiatan untuk menumbuhkan keberanian, kepercayaan diri dan melatih siswa mengungkapkan ide adalah dengan membuat puisi kolaborasi. Di bawah ini akan kami tuliskan puisi kolaborasi mereka

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Edukasi Selengkapnya
Lihat Edukasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan