Mohon tunggu...
Nina Sulistiati
Nina Sulistiati Mohon Tunggu... Guru - Belajar Sepanjang Hayat

Pengajar di SMP N 2 Cibadak Kabupaten Sukabumi.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Saatnya Berbahasa Santun di Media Sosial bagi Kaum Milenial

30 Oktober 2021   09:36 Diperbarui: 30 Oktober 2021   09:58 975 21 3
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Bahasa Indonesia adalah  bahasa penghubung antara komunitas yang berbeda bahasa di wilayah geografis nusantara yang cukup luas . Bahasa Indonesia hadir sebagai alat pemersatu bangsa.

Perkembangan teknologi informatika di Indonesia cukup pesat dan seolah-olah menggantikan komunikasi langsung yang dilakukan oleh manusia. Berbagai aplikasi dapat digunakan untuk saling berkomunikasi tanpa batasan tempat, ruang dan waktu. Kapan pun kita bisa berkomunikasi dengan orang lain.  Kita  cukup menekan tombol-tombol yang terdapat di gawai  dan HP android yang siap di tangan

    Namun terkadang tanpa disadari dari beberapa komentar dan curahan hati yang ada di sosial media kerap terjadi hal-hal yang tidak diinginkan yaitu menyinggung perasaan orang lain. Banyak contoh kasus pidana yang terkait dengan adanya komentar yang menyinggung orang lain, mencemarkan nama baik atau dianggap menyudutkan seseorang/kelompok tertentu. Etika berbahasa yang santun pun kadang dilupakan. Dengan seenaknya pengguna sosial media mencurahkan perasaan, komentar, saran tanpa memperhatikan kesantunan berbahasa. Perseteruan antar-pengguna sosial media sering terjadi bahkan hingga berakhir di meja hijau. Mereka terjerat oleh pelanggaran UU ITE yang sekarang sudah diberlakukan oleh pemerintah.

Bila kita ingat betapa pentingnya peranan bahasa Indonesia bagi kehidupan bangsa dan bernegara. Peristiwa Sumpah Pemuda 93 tahun yang lalu adalah tonggak sejarah bagi bahasa Indonesia. Komitmen dari para pemuda untuk menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan mengandung makna bahwa bahasa Indonesia adalah satu-satunya bahasa yang dipakai di kalangan penduduk Indonesia selain bahasa daerah yang berjumlah ribuan. Bahasa Indonesia akan mempersempit misunderstanding  yang kerap terjadi bila masing-masing menggunakan bahasa daerahnya.

Fungsi bahasa Indonesia di Era Digitalisasi

Fungsi bahasa Indonesia dalam era digitalisasi ini sangat penting. Bahasa Indonesia sudah menyesuaikan kosa kata yang berkaitan dengan dunia digitalisasi. Istilah-istilah baru banyak dibuat agar bahasa Indonesia dapat mengikuti perkembangan zaman.Dewasa ini bahasa Indonesia sudah berkembang dengan pesat. Kosakata baru hadir mengiringi perkembangan zaman. 

Namun di masa digitalisasi sekarang, penggunaan bahasa Indonesia  semakin diuji dengan hadirnya  beberapa bahasa prokem yang kerap digunakan oleh para pengguna internet. Bahasa prokem itu adalah bahasa sandi yang biasa digunakan di kalangan tertentu khususnya kaum milenial. Di internet bahasa-bahasa itu muncul dan berbenturan dengan kesantunan bahasa. 

Saya pernah membaca salah satu grup yang anggotanya siswa SD. Betapa mirisnya hati ini saat membaca ungkapan-ungkapan kasar dan kurang patut berada di percakapan mereka yang masih kecil. Mungkin hal itu akan ditemukan juga di beberapa grup lain. Penggunaan bahasa yang tidak santun menjadi trend bagi mereka. Mereka merasa bangga bila konten-konten mereka dengan bahasa yang kurang patut, tidak sopan itu menjadi viral.

Komunikasi di media sosial memang sangat cepat dan mudah diakses oleh berbagai pihak dan berbagai kalangan anak-anak dan remaja. Bila konten-konten tersebut diikuti maka mereka terbiasa mendengarkan atau mengucapkan dan meniru apa yang mereka dapatkan dari media sosial sementara anak-anak kurang memahami makna kata-kata tersebut.

Sebagai pengguna media sosial, hendaknya bisa menggunakan bahasa Indonesia yang baik benar. Baik menurut ukuran kesantunan dan nilai rasa bahasa. Benar sesuai dengan kaidan Pedoman Umum Ejaan Bahasasa Indonesia. 

6 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Bermedia Sosial

  • Gunakan bahasa yang tepat dan sopan dalam menyampaikan pendapat,komentar dan status yang dibuat di media sosial. Pakailah bahasa yang tepat dan sopan serta santun dengan siapapun kita berinteraksi dan kiranya kita perlu memahami dengan siapa kita berinteraksi. Salah satu cara mengetahui bahasa yang cocok untuk berinteraksi adalah dengan membaca gaya bahasa saat yang bersangkutan berkirim pesan/komentar atau saat menulis status atau merespon status orang lain. Karena dengan membaca komentar kadang masing-masing orang bermacam-macam persepsi, berbeda apabila diucapkan dengan bertatap muka.
  • Menghargai Privasi Orang Lain. Hargai rahasia/privasi orang lain dengan tidak mengumbarnya di Media Sosial sekalipun hanya untuk bercanda/bergurau yang dapat menyebabkan orang lain merasa tersinggung privasinya.
  • Hindari konten-konten berbau SARA dan Pornografi. Tidak menuliskan/berbicara/menuliskan kalimat yang mengandung unsur SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar golongan) dan membagikan konten/berita/gambar yang mengandung pornografi yang dapat membuat sesorang merasa dihina, dilecehkan dan lain-lain.
  • Hindari Update Status yang krusial dan Hal Pribadi,  misalnya saat sedang galau, jengkel, sendiri di rumah, sedang mengambil uang di Bank. Status seperti ini berbahaya dan dapat mengundang orang lain untuk berbuat jahat kepada kita.  
  • Hindari pernyataan-pernyataan yang bersifat menghasut orang dan menebar kebencian. Komentar yang dapat dianggap sebagai hasutan dan menyebarkan kebencian atau permusuhan baik itu kepada seseorang atau kelompok tertentu hendaknya dihindari. Apa yang disampaikan oleh kita dapat saja melanggar Undang-Undang ITE yang kini sudah disahkan dan digunakan. Tidak sedikit warganet yang terpaksa harus berurusan dengan pihak tim Cyber POLRI gegara statusnya di media sosial dianggap menghasut atau mencemarkan nama baik orang lain.
  • Hindari mengirimkan berita, foto, gambar yang berupa HOAXS yang tidak terbukti kebenarannya.

Nah, mulailah menjadi warganet yang bijaksana dengan mengunggah hal-hal yang positif dan dapat mengembangkan potensidiri. Gunakan bahasa Indonesia yang santun saat kita bernedia sosial. Siapa lagi yang akan mencintai bahasa Indonesia jika bukan warganegaranya sendiri.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan