Mohon tunggu...
Febrianiko Satria
Febrianiko Satria Mohon Tunggu... Niko

Seorang Guru yang suka nulis

Selanjutnya

Tutup

Kisahuntukramadan Pilihan

Kemenangan Memaafkan Diri bersama Corona: Sebuah Renungan

23 Mei 2020   19:53 Diperbarui: 23 Mei 2020   19:50 59 1 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Kemenangan Memaafkan Diri bersama Corona: Sebuah Renungan
Sumber gambar: pixabay.com

Seperti yang telah kita lalui dan telah kita alami dan selalu diulang-ulang sampai bosan, Ramadhan tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya. Tahun ini kita melaksanakan Ramadhan di tengah pandemi Corona.

Secara langsung Corona mengubah kehidupan kita. Selama sebulan lebih berpuasa hanya di rumah saja, tidak boleh teraweh di mesjid, tidak boleh buka bersama, tidak boleh sahur on the road. Pokoknya semua hal dilalukan di rumah saja.

Berkaitan dengan itu ada banyak cara yang telah dilakukan orang-orang #dirumahsaja. Ada yang berusaha menamatkan Al-Qur'an berkali-kali sembari terus melaksanan salat terawih di rumah, ada yang menekuni hobinya di rumah saja, ada juga yang berusaha mencari keterampilan tambahan. Semua itu dilakukan dengan bekerja di rumah maupun belajar dari rumah.

Kita juga tidak lupa dengan banyak orang yang terkena dampak corona ini. Banyak orang yang terkena PHK karena dampak Corona, banyak juga usaha yang tutup sehingga pekerjanya di rumahkan hingga tidak tahu sampai kapan akan #dirumahsaja tanpa digaji. Hingga kesulitan lainnya. Semua kesulitan ini membuat kita menjadi ingat dengan Tuhan. Sembari berdoa semoga Corona segera berlalu.

Sayangnya selama berpuasa #dirumahsaja, tidak semua orang bisa menahan dirinya untuk #dirumahsaja. Banyak juga diantara kita yang berusaha melarikan diri dari rumah mencari hiburan di luar rumah, mulai dari mendatangi acara tutupnya MC Donalds di Sarinah yang viral, memadati pusat belanja demi kebutuhan lebaran, hingga berusaha mudik ke kampung demi bertemu keluarga walaupun sudah tahu wabah Corona sudah dimana-mana.

Kita juga sempat dibuat pusing dengan muncuknya teori-teori konspirasi mengenai Corona. Hal ini ditambah dengan tarik ulurnya kebijakan pemerintah dengan Corona. Hingga akhirnya muncul hastag #indonesiaterserah yang merupakan cerminan bahwa kita sudah pasrah dan masa bodoh dengan Corona ini. Kita sudah lelah dengan ini semua dan berharap kondisi bisa berjalan dengan normal seperti biasanya.

Kembali ke judul tulisan ini, setelah sebulan #dirumahsaja menjalani iktikaf untuk beribadah kepada Tuhan. Apakah kita sudah menemukan kemenangan diri bersama corona. Apakah kita sudah menerima keadaan merayakan Idul Fitri di tengah Corona?

Apapun jawabannya, semoga kita dapat saling bermaafan, mulai dari bermaafan dengan keluarga, teman, sahabat, kekasih, bahkan bermaafan dengan diri sendiri. Semoga dan semoga.

VIDEO PILIHAN