Mohon tunggu...
Nicholass Jeffensen Purnama
Nicholass Jeffensen Purnama Mohon Tunggu... A

Let's fly higher

Selanjutnya

Tutup

E-Sport Pilihan

Atlet E-Sport sebagai Profesi Baru

1 Agustus 2019   22:24 Diperbarui: 1 Agustus 2019   22:39 0 0 0 Mohon Tunggu...
Atlet E-Sport sebagai Profesi Baru
esport-20180922-214430-5d4307c3097f365afb768513.jpg

Pada era terdahulu, banyak orang tua yang senang memarahi anaknya saat mereka terus bermain game samapai lupa waktu. Bermain game masih dipandang sebagai pengisi waktu luang belaka dan hanya untuk membuang-buang waktu saja. Meskipun pernyataan tersebut ada benarnya, tetapi ungkapan tersebut tidak selamanya relevan.

Game yang sekarang sedang banyak digemari adalah  Mobile Legend, Free Fire, PUBG, Fortnite, dan masih banyak lagi. Sebutan untuk seseorang yang senang bermain game adalah Gamers.

Tidak bisa dipungkiri jika  Gamers dianggap sebagai profesi yang menjanjikan karena dari bermain game saja, mereka bisa meraup keuntungan jutaan rupiah bahkan mencapai puluhan atau ratusan juta rupiah setiap bulannya. Maka dari itu, tak heran jika sekarang banyak anak-anak yang bercita-cita ingin menjadi seorang gamers.

Para gamers banyak mencari uang dengan cara membuat akun YouTube dan melakukan live streaming sembari berinteraksi dengan para subscriber nya yang dengan setia menunggu para gamers idolanya untuk live streaming di channel YouTube tersebut. Jika skill gamers tersebut sudah diatas pemain lain, maka mereka bisa direkrut oleh tim-tim E-Sport dari cabang game yang dimainkan, E-Sport adalah profesi dengan satu tingkat lebih professional diatas gamers.

Para atlet E-Sports tersebut umumnya akan mengenakan seragam layaknya para atlet cabang olahraga lain, mereka pun bermain untuk tim, bukan individu. Atlet E-Sports juga dilatih secara profesional, termasuk soal kebugaran, demi menunjang peforma di arena pertandingan. E-Sports juga bisa diartikan sebagai sebuah kompetisi, sama seperti olahraga pada umumnya.

Ada berbagai turnamen yang digelar, ada juga para pemain profesional yang bermain di tim, dan juga di beberapa game bahkan ada turnamen musiman yang diadakan secara berkala, terdapat klasemen. Intinya, E-Sports adalah kompetisi game yang terorganisir.

Di Indonesia sendiri belum banyak digelar kegiatan E-Sports seperti di negara - negara lain, dimana E-Sports ini sudah menjadi sebuah hal yang wajar. Kemungkinan di Indonesia sendiri masih belum bisa di terima di masyarakat kita. Tetapi di beberapa tahun ini, kebangkitan E-Sports di indonesia sendiri cukup di dukung, terbukti dengan adanya beberapa turnamen yang diprakarsai oleh lembaga pemerintahan seperti KOMINFO, yang menggelar Piala Presiden 2019.

Kedepannya mungkin perkembangan E-Sports di indonesia akan terus maju. Pemahaman akan E-Sports perlu ditekankan untuk mendukung kesuksesan industri E-Sports di Indonesia. Masyarakat masih banyak yang mencampur-adukkan antara game untuk rekreasi dan dan game untuk profesi, sehingga yang dikupas dipermukaan hanyalah bahaya bermain game bukan keuntungan dari bermain game.

VIDEO PILIHAN