Mohon tunggu...
Muflikhatun Nihayah
Muflikhatun Nihayah Mohon Tunggu... Selamat datang 😊

Seorang perempuan, anak dari ibu dan ayahnya.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Kota Demak dari Kacamata Saya

1 Juli 2020   08:22 Diperbarui: 1 Juli 2020   10:48 14 2 0 Mohon Tunggu...

Kalau cerita tentang Demak, tidak asing lah dengan Masjid Agung Demak dan Makam Sunan Kalijaga. Yap sekarang aku akan menceritakan yang aku tahu tentang kotaku. 

Aku tinggal di Demak sejak lahir, tapi saat kelas V SD, orangtua ku pindah ke Kalimantan tapi akhirnya balik lagi. Lupakan sejenak tentang diriku. Kalian pasti sudah tahu dong Demak itu dikeanal juga dengan buah belimbing dan jambunya. 

Nah ada cerita seru nih waktu aku ke Malang. Biasa lah ya orang kalau habis jalan-jalan yang dinanti itu oleh-olehnya. Waktu aku sama temanku cari oleh-oleh di sekitar tempat rekreasi yang ada di Malang, kebetulan lewat orang jual buah. 

Eh dengan percaya diri bapak penjual buah nawarin dong jambu Demak ke orang Demak. Otomatis segerombolan ketawa dong sambil bilang ke bapaknya kalau kita orang Demak, jambunya udah banyak di rumah. Sontak semua orang di sana ikut ketawa dong. Gak diragukan lagi kan, kalau Demak kota jambu.

Jujur sih karena rumah ku di desa, aku jarang main ke Demak kota. Tapi, dulu waktu aku masih kecil, setiap tahun diajak ibu sama bapak ku ke besaran. Jadi tiap tahun, di Demak itu ada acara kebudayaan yaitu Grebeg besar. Grebeg besar itu kirab budaya menyambut Idul Adha. 

Nah aku pernah jadi salah satu pagar betis mengiring penjamasan Kutang Ontokusuma dan Kris Kiai Cubruk sekaligus ziarah ke makam Sunan Kalijaga. Waktu itu aku kelas XI, kebetulan aku dulu anak pramuka makanya dapat undangan buat jadi pagar betis. Seneng si walau harus berdesakan dengan pengunjung yang banyak banget. Itu lah antusias warga Demak.

Oh iya besaran, besaran itu semacam pasar malam tapi itu lengkap wahananya. Kalau di pasar malam kan cuma beberapa wahana, tapi kalau itu lengkap. Lokasi besarannya di Tembiring. Kalau udah waktunya besaran, jalan ke kota Demak pasti macet. 

Dulu pasti kalau masuk ke dalam itu sesak sama orang-orang, sampai ada barang yang hilang, wah itu parah si. Tapi kalau kita hati-hati si gak bakal barang kita hilang. Aku sukanya disana, kalau beli manisan itu loh yang warna pink terus tak bawa pulang, sampai di rumah aku pamerin deh ke abang ku. Itu hal yang buat aku bahagia sih kalau liburan ga ngajak abang ku.

Ya walaupun aku gak pernah ke Demak kota setidaknya aku tau si kalau di Demak itu ada hutan mangrove dan Brown Canyon katanya. Juga ada perkebunan buah jambu dan belimbing. Tapi aku gak tahu tempatnya dimana. 

Bukannya aku enggak pengen ke tempat wisata semua itu, tapi aku sendiri takut kalau naik motor di jalan raya, sedangkan aku ga punya SIM. Ya kalau enggak ada yang ngajak liburan, aku gak akan pergi. Lah malah curhat. 

Menurutku si promosi lewat media kurang maksimal untuk mengenalkan wisata yang ada di Demak. Juga kurang update mengenai perkembangan kota demak. Kalau di Instagram emang selalu update si, cuma tidak banyak yang dikembangkan ke dalam tulisan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN