Mohon tunggu...
Nidha Ul Khasanah
Nidha Ul Khasanah Mohon Tunggu... Freelancer - mahasiswa sosial humaniora yang berusaha untuk humanis

Pendatang baru di Kompasiana, yang tidak tahu menahu harus menulis apa

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Artikel Utama

Rating Bukan Selalu Soal Rasa, Bisa Saja karena Harga di Bawah Rata-rata

23 Februari 2021   04:07 Diperbarui: 24 Februari 2021   15:23 1568
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi makanan yang dibungkus. (Dok. Shutterstock/CKP1001 via kompas.com)

Rating biasanya dimaknai sebagai gambaran kualitas. Ketika ratingnya bagus atau tinggi maka sejalan dengan kualitas makanan tersebut yang juga bagus. Benarkah?

Ketika memesan makanan via ojek online umumnya dimulai dari jenis makanan apa yang dinginkan, misal saja martabak, maka akan muncul berbagai restoran dan sejenisnya yang menjual martabak lengkap dengan jenis dan harganya. Lantas konsumen akan memilih martabak mana yang akan dipesan dan transaksi siap dilakukan.

Tapi sebelum melakukan transaksi berupa pemesanan, tentu muncul berbagai pertimbangan. Pertimbangan ini muncul dari berbagai kategori seperti harga makanan, jarak yang berpengaruh pada besarnya ongkir (ongkos kirim), juga adanya promo atau diskon yang tengah berlangsung. Kategori-kategori tersebut secara gamblang dapat dilihat dan dicek dalam aplikasi.

Namun lebih dari itu, terdapat rating atau penilaian yang umumnya diartikan dari kualitas restoran dan makanan yang dijual. Umumnya restoran atau penjual yang memiliki rating tinggi akan mendapat kepercayaan yang lebih tinggi dari konsumen. Sedangkan resto dengan nilai rendah kurang dilirik oleh konsumen.

Kepercayaan tersebut mendorong konsumen untuk memilih restoran tersebut untuk memesan makanan. Namun sayangnya tidak semua penilaian yang disematkan pada setiap penjual benar-benar mempresentasikan kualitas makanan resto tersebut. 

Pernyataan ini mengingatkan saya pada beberapa pengalaman dalam memesan makanan melalui layanan ojek online. Pada awal pandemi saya cukup sering memenuhi kebutuhan makanan melalui layanan ojek online.

Suatu hari saya memilih penjual dengan rating lumayan tinggi. Namun ketika datang makanan yang saya dapatkan memiliki pengemasan yang rentan merusak makanan dan rasa yang sangat kurang. 

Pun sebaliknya, saya pernah memesan makanan dengan penilaian atau perolehan bintang yang lumayan rendah dibanding resto yang menyajikan menu serupa.

Namun ketika makanan tersebut datang justru dikemas dengan aman dan memiliki rasa yang enak (tentu perihal enak atau tidak adalah hal yang subjektif).

Melihat lebih lanjut atas pengalaman saya yang tidak seberapa tersebut, sepertinya memang rating pemesanan makanan memiliki representasi yang luas.

appshop.co.id
appshop.co.id
Hal ini memang berkaitan dengan kualitas, namun sepertinya kualitas tersebut tidak selalu diartikan dengan rasa makanan. Karena merujuk pada pengalaman di atas, saat saya membeli makanan dengan rating cukup tinggi namun rasa kurang terpenuhi, makanan tersebut memiliki harga yang relatif murah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun