Mohon tunggu...
Nida Nabila Aryanti
Nida Nabila Aryanti Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa/S1/Universitas Siliwangi

Mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah.

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Bagaimana Etika Bisnis dalam Islam?

27 September 2022   17:50 Diperbarui: 28 September 2022   08:49 100 1 2
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
https://images.app.goo.gl/2JnrLXW5A9DV4ttc9

Etika berasal dari bahasa latin ethos yang berarti kebiasaan. Sedangkan Bisnis Islam merupakan serangkaian aktivitas bisnis baik produksi,distribusi maupun konsumsi dalam berbagai bentuk yang tidak dibatasi jumlah kepemilikan harta, barang dan jasa termasuk keuntungan yang diperoleh, tetapi dibatasi cara perolehan dan pendayagunaannya yang dikenal dengan istilah halal dan haram.

Di dalam Al-Qur'an dijelaskan bahwa berbisnis tidak boleh dilakukan dengan cara kebathilan dan kedzaliman, tetapi harus dilakukan atas dasar sukarela atau keridhoan, baik ketika untung ataupun rugi, ketika membeli atau menjual dan sebagainya. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Q.S An-Nisa ayat 29 : "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. dan janganlah kamu membunuh dirimu Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu."

Kunci etika bisnis terletak pada pelakunya. Maka dari itu, setiap orang yang melakukan bisnis dituntut memiliki etika yang baik agar bisnis tersebut dapat terhindar dari kebathilan dan kedzaliman dan sebaliknya bisnis yang dijalankan pun akan mencapai kemaslahatan dunia maupun akhirat.

Lalu bagaimana etika bisnis dalam Islam ? Etika bisnis dalam Islam mencakup beberapa hal. Pertama, kejujuran. Dalam berbisnis, sikap jujur akan mempengaruhi kesuksesan bisnis. 

Dengan aktivitas ekonomi yang dilandasi dengan kejujuran,manusia akan saling mempercayai dan terhindar dari penipuan. Kedua, amanah. Kepercayaan memiliki hubungan yang erat dengan kejujuran. 

Karena orang yang jujur pasti adalah orang yang amanah. Ketiga, keramahtamahan. Dalam dunia bisnis keramahtamahan, kesopanan, dan ketawadhuan adalah hal yang sangat penting untuk dijaga. Seringkali orang tertarik untuk membeli sesuatu karena keramahan yang diperlihatkan oleh penjual. 

Oleh sebab itu, seorang pebisnis sangat dianjurkan untuk mempunyai sikap keramahan yang tinggi. Keempat, tidak menjelek-jelekkan bisnis orang lain. Pebisnis yang hanya ingin untung sendiri bisa saja menjelek-jelekkan bisnis orang lain. 

Misalnya seorang pedagang mengunggulkan kualitas barang dagangannya sendiri dan menjelekkan kualitas barang dagangan kios sebelahnya dengan tujuan agar pembeli dapat membeli ditempatnya, padahal kualitas dan harga yang ditawarkan pun sama. 

Kelima, tidak melakukan sumpah palsu. Karena keinginannya untuk mendapatkan keuntungan yang banyak, seorang pedagang berbohong dalam menjual barang dagangannya. 

Dia berkata dengan penuh keyakinan bahwasanya barang yang dijualnya merupakan barang dengan kualitas yang sangat bagus dan dijual dengan harga yang rendah, tetapi pada kenyataannya barang yang dijual tersebut tidak sesuai dengan apa yang dikatakan penjual. Hal tersebut merupakan perkataan palsu. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan