Mohon tunggu...
Nidamia
Nidamia Mohon Tunggu... Freelancer - verba volant, scripta manent

seorang sarjana psikologi yang meminati konsentrasi psikologi sosial. tentangku bisa dilihat di about.me/nida.damia :)

Selanjutnya

Tutup

Olahraga

Rafting Menwa Yon XI/UPI #SungaiCitarum

27 Oktober 2013   11:47 Diperbarui: 24 Juni 2015   05:58 220 0 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Sabtu siang (28/09/2013), Menwa Yon XI/UPI telah melaksanakan kegiatan latihan rafting atau arung jeram yang kala itu dihadiri oleh 12 orang, menyusuri sungai Citarum hingga tembus keCianjur. Bersama Yayasan KAPINIS Indonesia, kami dilatih bagaimana berarung jeram dengan baik dan benar.

Awalan melakukan latihan defense swimming position
Saya ketika melakukan aggressive swimming position Pak Wawan Purwanaselaku Ketua Yayasan KAPINIS Indonesia yang juga Alumni Menwa Yon II/Unpad ini memberikan kami materi terkait bagaimana teknik berenang di arus yaitu secara defensive swimming position dan aggressive swimming position, bagaimana mendayung yang baik dan benar, penjabaran klasifikasi tingkat kesulitan sungai dari mulai Grade I – VI, serta alat-alat yang wajib digunakan ketika berarung jeram seperti helm, pelampung, dayung dan perahu karet.
Berbaris untuk persiapan rafting Setelah pemberian materi, kami pun bergegas untuk mengenakan peralatan arung jeram, seperti helm, pelampung, dayung, dan lainnya yang dibutuhkan. Kami dibagi menjadi 2 tim yang masing-masing terdiri dari 6 orang dan 1 Skipper, yaitu orang yang memberikan instruksi pada penumpang untuk melakukan gerakan dan/atau mendayung selama dalam pengarungan. Keberadaan seorang Skipper sangat penting, karena dialah yang akan mengarahkan dan mengatur lajuperahu. Untuk menjadi Skipper, Anda harus memiliki pengetahuan tentangarung jeram,teknik mendayung, mengetahui karakter sungai yang diarungidan teknik river rescue. Seorang skipper yang baik akan membagi pengalamannya pada Anda dan selalu berusaha untuk membuat Anda aman dan menikmati pengarungan.
Pengisian udara untuk perahu karet agar bisa dengan nyaman digunakan ketika rafting berlangsung Ketika itu kondisi sungai Citarum berada pada Grade III, di mana sungai dengan tingkat kesulitan menengah; jeram mulai tidak beraturan dan cukup sulit, serta dapat menenggelamkan perahu. Manuver-manuver pada arus deras serta kontrol perahu pada lintasan sempit sering diperlukan. Jeram-jeram besar dan strainers mungkin ada, namun dapat dengan mudah dihindari. Pusaran arus yang kuat dan deras sering ditemukan, terutama pada sungai-sungai besar. Ditengah pengarungan, kami dikenali zona-zona sungai oleh Skipper seperti Hole(Putaran air yang terbentuk saat arus sungai jatuh diatas batu dan berputar secara terus menerus), Horizon line(Biasanya menandakan adanya air terjun atau tebing yang menurun tajam. Jika terdapat horizon line dalam suatu pengarungan namun masih samar, sangat bijaksana untuk menepikan perahu dan melakukan scouting demi keselamatan semua.), Hydraulic (Formasi air yang diikuti penurunan dengan tiba-tiba pada badan sungai atau turunan diatas rintangan yang terbentuk dari suatu putaran yang kuatpada dasar turunan. Tekanan putaran dari suatu hydraulic yang kuat dapat menahan perahu dan penumpang dalam waktu yang tidak dapat ditentukan.), Maytag ( Tertahan pada hole dan berputar-putar seperti dalam mesin cuci. Situasi yang tidak menyenangkan!), Wrap (Perahu yang terjepit pada batu atau rintangan. Melepaskannya dengan berdiri diatas batu tersebut atau sisi tertinggi dari perahu kemudian menggeserkannya kekiri atau kekanan. Bila arus terlalu kuat menekan perahu sehingga sulit dilepaskan, perahu dapat sedikit dikempeskan.), dan sebagainya. Sesekali ''Bomm'' keluar dari mulut Skipper. Artinya kami harus segera mengangkat dayung dan badan merunduk ke dalam perahu, serta berpegangan pada perahu. Ada beberapa titik ''Bomm'' yang membakar adrenalin sekaligus membuat ketagihan. Skipper kami pun amat memahami jalur serta anatomi bebatuan di sepanjang lintasan yang dilewati. Dia mencoba salah satu trik di beberapa arung panjang yang tidak begitu bergelombang. Dia menantang kami dengan menggulingkan perahu dan kami pun otomatis turun ke dalam air sungai lalu berusaha untuk naik kembali ke perahu dengan awalan pull-up dengan posisi kedua tangan memegang tali pengaman di sisi perahu. Kegiatan arung jeram ini merupakan salah satu kegiatan yang harus dikuasai oleh para anggota Resimen Mahasiswa agar nanti ketika diterjunkan di medan perang dalam rangka membela Negara di wilayah laut atau sungai, para anggota Resimen Mahasiswa sudah mampu menggunakan arung jeram sebagai salah satu cara menyelamatkan diri dan rakyat melalui jalur perairan. Bravo YON XI !!!

Mohon tunggu...

Lihat Konten Olahraga Selengkapnya
Lihat Olahraga Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan