Mohon tunggu...
Agnia Melianasari
Agnia Melianasari Mohon Tunggu... Mahasiswa Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta || NIM: 20107030020

-Writer -Speaker -Young Entrepreneur

Selanjutnya

Tutup

Love

Cari Jodoh Yuk?

4 Maret 2021   10:23 Diperbarui: 4 Maret 2021   10:49 85 3 0 Mohon Tunggu...

Permasalahan tentang jodoh selalu menjadi topik hangat untuk diperbincangkan. Apalagi dewasa ini tren menikah muda juga sedang ramai-ramainya di media sosial. Terdapat banyak postingan maupun konten-konten seperti di instagram, tiktok dan lainnya yang menceritakan perjalanan seseorang dalam menemukan belahan jiwanya. Namun disamping itu, tak sedikit juga kabar-kabar perceraian yang ramai diperbincangkan di media sosial. Terlebih tentang perceraian yang diduga disebabkan oleh hadirnya orang ketiga, atau yang sering disebut sebagai 'Pelakor' (Perebut Laki Orang). Hmmm... Jadi, apakah hanya seorang wanita yang menyebabkan rusaknya suatu rumah tangga? Bagaimana jika perceraian tersebut disebabkan oleh sang suami yang melakukan tindak KDRT? Siapa yang disalahkan? Salah siapa? Salahnya dimana? Mungkinkah salah mendapatkan jodoh? Atau ada jodoh yang tertukar? Begitu?? Hmmm... mari simak pembahasan berikut sampai tuntas agar kalian tidak salah dalam memilih jodoh;)

Mungkin kita semua pernah berandai-andai atau bahkan menuliskan secara nyata mengenai kriteria calon suami/istri kita di masa depan. It's ok. Wajar kok, normal-normal aja. Jika dulu saat masih SMP kamu mendamba-dambakan si dia yang mempunyai wajah rupawan, ingin wanita yang cantik, langsing, rambut panjang, pipi tirus, kulit putih, atau berbagai nilai plus fisik lainnya. Atau yang perempuan, mendambakan sosok lelaki yang tinggi, putih, mancung, bahkan bercita-cita untuk menikah dengan seorang pria bule dengan alasan ingin memperbaiki keturunan?. Lalu saat memasuki dunia putih abu, mungkin kamu mulai berpikir dan merasa bahwa cantik atau tampan bukanlah kriteria atau syarat mutlak untuk bisa mendapatkan jodoh. Karena semakin dewasa, kita hanya membutuhkan sesorang yang tulus mencintai dan menyayangi kita dengan segala kekurangan yang ada. Si dia yang bisa memahami watak kita, si dia yang tak menuntut ini dan itu. Si dia, seseorang yang satu frekuensi dengan kita, yang dengan segala ketulusan hatinya dapat mencintai dan menyangi kita sampai akhir hayatnya.

Memang, rumus jodoh itu tidaklah eksak. Rumus jodoh itu tidak hanya satu. Ya, rumus jodoh itu bermacam-macam. Ada pasangan yang memiliki persamaan sifat, watak, kebiasaan, bahkan wajah yang mirip seperti kakak beradik. Ada juga pasangan yang memiliki sifat dan watak yang sangat bertolak belakang. Suaminya pendiam, sedangkan istrinya? Subhanallah... cerewetnya minta dilakban. Hahaha.

Selain fisik dan pesak, soal keimanan juga sangat penting untuk dijadikan bahan pertimbangan dalam memilih jodoh. Jangan sampai dibutakan oleh cinta, kamu gegabah dalam hal ini. Meski tak sedikit juga pasangan yang menikah beda agama, namun pada akhirnya pasti salah satu dari mereka ada yang mengalah. Disini saya bukan bermaksud untuk menjelekkan salah satu agama. Karena semua agama mengajarkan kebaikan. Dan keputusan yang dibuat oleh sepasang hati yang berbeda keyakinan pun pasti sudah mereka pikirkan dengan matang demi kebaikan rumah tangga mereka kedepannya. Sebut saja pasangan komedian Sule dan Nathalie Holscher yang baru saja menikah pada November 2020 lalu. Dengan segenap ketulusan cinta Sule, akhirnya sebelum mereka mengucapkan janji suci, Nathalie pun mengucapkan dua kalimat syahadat dan resmi menjadi seorang mualaf. Maasyaa Allah... begitu indah skenario dari Sang Maha Cinta. Insyaa Allah, rumah tangga mereka ada dalam Ridho Allah dan menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warohmah.

Lalu, bagaimana sih seharusnya kita memilih jodoh? Harus yang cantik/tampan kah? Yang penting kaya kah? Atau bagaimana??
Dalam agama Islam sendiri, sebagai seorang muslim kita memiliki beberapa kaidah sebagai pedoman dalam memilih jodoh.  Adapun kaidah-kaidah dalam memilih jodoh (terlebih dalam Islam) adalah sebagai berikut.

1. Dalam memilih jodoh, hendaknya kita membangun cinta atas dasar agama atau keyakinan. Seorang laki-laki muslim harus memilih seorang wanita yang baik dalam agama dan akhlaknya. Begitupun dengan wanita, terimalah lamaran dari seorang laki-laki yang sholeh, baik dalam agama maupun akhlaknya. Allah berfirman dalam Al-Qur'an surat An-Nur ayat 32 yang artinya, "Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu; laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karuniaNya. Dan Allah Maha Luas (pemberiaNya) lagi Maha Mengetahui."
Dan Nabi Muhammad Shollaallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Wanita itu dinikahi karena empat perkara: Karena hartanya, nasabnya, kecantikannya, dan agamanya, maka raihlah kebahagiaan dengan memilih yang memliki agama, (dan jika tidak) niscaya kedua tanganmu berdebu (celaka)." (HR. al-Bukhari dan yang lain).
Rasulullah. Saw juga memerintahkan para wali perempuan untuk menerima lamaran laki-laki yang sholeh untuk para putrinya, seperti sabda beliau, "Jika datang kepada kalian seorang lelaki yang telah kalian ridhoi agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah, dan bila tidak kamu lakukan, niscaya akan terjadi fitnah di bumi dan kerusakan yang besar ." (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah dengan sanad yang hasan).

2. Hendaknya memilih jodoh dari keluarga yang bersih dan terkenal akan kebaikan, kesucian, serta kelurusan akhlaknya. Karena ketika dua insan memutuskan untuk mengikat hatinya dengan tali pernikahan, maka yang akan membangun hubungan kekelurgaan bukan hanya dua orang tersebut, melainkan juga dua keluarga. Jika mereka tumbuh dari keluarga atau keturunan yang buruk, maka kelak  tidak menutup kemungkinan suami dan istri, serta anak-anaknya juga akan terpengaruh dengan perangai buruknya. Namun sebaliknya, jika keduanya tumbuh dari keluarga yang baik, Insyaa Allah akan membantu mereka menuju ke arah kebaikan pula serta terhindar dari berbagai problematika rumah tangga.

3. Jika seorang laki-laki masih lajang (belum pernah menikah sama sekali), hendaknya mencari calon yang masih gadis pula. Bukan berarti mengurangi eksistensi para janda, namun semata-mata untuk menjaga keutuhan rumah tangga. Karena kehidupa rumah tangga sangat rentan dengan percekcokan atau permasalahan lainnya.

4. Dan yang tak kalah penting hendaknya mencari jodoh yang subur rahimnya, hal itu bisa dilihat dari kondisi kesehatan sang calon, ibu atau saudari-saudarinya. Karena Rasulullah.saw pernah bersabda, "Menikahlah dengan wanita yang banyak cintanya dan (berpotensi) banyak (melahirkan) anak, karena sesugguhnya aku berbangga dengan jumlah kalian yang banyak di hadapan umat-umat." (HR. Abu Dawud dan an-Nasa'i).

Sahabat fillah, demikianlah tips-tips/ kaidah dalam memilih jodoh. Bagi yang merasa siap untuk menikah dan belum menemukan jodohnya, semoga Allah pertemukan segera. Bagi yang masih dalam masa pencarian atau penantian, bersabarlah. Menunggulah dalam proses yang berkualitas. Dengan terus memperbaiki diri, agar kelak mendapatkan jodoh yang baik pula, terutama baik dalam agama dan akhlaknya.

VIDEO PILIHAN