Mohon tunggu...
Najib Fachruddin Thoha
Najib Fachruddin Thoha Mohon Tunggu... Pemuda Zenith Generasi Z

Menulis buku Puisi Masa Transisi, Sajak Luka Kehidupan (antalogi), Solusi Pembelajaran Online (antalogi). Anggota aktif Komunitas Prosatu7uh, Klub Baca Sanggar Caraka, Alumni Sekolah Menulis Indonesia Angkatan 8, Kontributor di Cerpenmu.com, mengelola blog pribadi rudinperfect.blogspot.com

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Persengkokolan Alam Semesta

21 Maret 2021   09:45 Diperbarui: 21 Maret 2021   10:07 42 3 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Persengkokolan Alam Semesta
Pixabay.com

Lihat bulan itu! Sedari tadi dia menghardikku. Aku tak berani memandangnya, matanya mendelik kepadaku. 

Mendung tak ada malam ini, langit cerah secerah-cerahnya. Rembulan terang benderang, malam purnama kedua belas. 

Tak satupun awan berani menyapu langit. Bintang-bintang sekenanya keluyuran tak tahu aturan. Bertebaran bak ditumpahkan. Formasinya pun rancu. 

Angin malam berhembus semerawut. Jangkrik-jangkrik berceloteh berisik. Sekawanan tikus yang sejak lama menguasai loteng kamarku, kocar-kacir diuber kucing garong.

Aku malu pada semua ini. Kupingku ku sumbat dengan bantal. Alam semesta dengan lancang telah bersekongkol, mereka telah membuat kongsi untuk merayakan kesendirianku.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x