Mohon tunggu...
Najib Fachruddin Thoha
Najib Fachruddin Thoha Mohon Tunggu... Pemuda Zenith Generasi Z

Menulis buku Puisi Masa Transisi, Sajak Luka Kehidupan (antalogi), Solusi Pembelajaran Online (antalogi). Anggota aktif Komunitas Prosatu7uh, Klub Baca Sanggar Caraka, Alumni Sekolah Menulis Indonesia Angkatan 8, Kontributor di Cerpenmu.com, mengelola blog pribadi rudinperfect.blogspot.com

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Lebih dari Sekadar Adat Istiadat

11 Maret 2021   06:19 Diperbarui: 11 Maret 2021   08:06 90 9 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Lebih dari Sekadar Adat Istiadat
Pixabay.com

Dini hari, masih terlalu pagi

Bukalah jendelamu
Matamu, juga pintu hatimu

Melangkahlah keluar
Injak tanah bumi yang keras itu
Sapa hembus angin yang menerpa wajahmu
Bumi dan angin itu adalah titipanku

Para pembajak sudah lama terjaga
Bertudung, meminggul pacul
Tanyakan pada mereka!
Alasan apa yang membuatnya sesibuk itu?

Manusia mana yang tak butuh uang nak?

Aku mengejar impian
Kau juga punya masa depan
Siapa yang tahu tentang hari esok?
Kepastiaanya itu masih sangat buram

Aku menghargai sikapmu
Mengingatkanku akan
Kisah roman Zainuddin dan Hayati
Adat istiadat menghalangi cinta mereka


Aku yakin, alasanmu lebih kompeten
Dari sekedar adat dan istiadat.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x