Mohon tunggu...
Johar Dwiaji Putra
Johar Dwiaji Putra Mohon Tunggu... Administrasi - Pegawai

Menulis suka-suka.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Pertanyaan Serius: Kamu Hapal Mars Perindo?

22 Maret 2018   15:03 Diperbarui: 22 Maret 2018   15:12 850 0 2
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Hary Tanoe berswafoto dengan Jokowi di Istana. Pic source: instagram.com/hary_tanoesoedibjo

Untuk saat ini, siapa yang tidak mengenal Partai Perindo. Kukira hampir seluruh orang di negeri ini tahu dengan parpol baru tersebut. Persatuan Indonesia yang disingkat Perindo, tentulah identik dengan sosok Hary Tanoesoedibjo (HT). Ya, dia yang seorang taipan dan pemilik grup MNC, turut nyemplungke dunia politik praktis.

Dengan bantuan media-media di lingkup MNC, Perindo mendapatkan ruangnya. Satu hal yang paling kentara adalah, bergaungnya 'lagu kebangsaan' para kader Perindo. Mars Perindo, kemudian menjelma satu lagu yang cukup sering diperdengarkan melalui televisi-televisi yang berada di bawah naungan MNC Media.

Sejak beberapa tahun terakhir, mars Perindo seolah tak pernah absen dari layar televisi RCTI, MNC TV, Global TV, dan INews. Mereka bergantian untuk 'membumikan' untaian nada yang menjadi kebanggaan kader-kader Perindo itu. Bagi Hary Tanoe, hal ini wajar-wajar saja. Toh, media juga milik dia semua. Buat apa punya banyak media, kalau tidak bisa dimanfaatkan untuk membesarkan parpol yang didirikannya? Begitu barangkali, yang ada di benak Pak HT.

Walaupun dicibir sana sini, Hary Tanoe nampaknya tak ambil pusing. Kritikan dan teguran boleh terus berdatangan. Namun tak menyurutkan mars Perindo untuk tetap mengudara di layar televisi. Frekuensi tayangnya boleh berkurang. Tetapi untuk hilang sama sekali, sepertinya tidak bakal mungkin.

Oleh sebab itulah. Lantas mencuat sebuah pertanyaan sederhana, yang perlu kuungkapkan kali ini. Pertanyaannya bisa terdengar remeh-temeh, namun bisa juga menjadi serius. Kamu hapal mars Perindo...?

Tak bisa dipungkiri. Sebagian besar dari kita, adalah penikmat siaran televisi tak berbayar alias gratisan. Masyarakat golongan mayoritas, yang sudah bersyukur dapat memiliki televisi, dan menonton berbagai tayangan yang disajikan oleh sejumlah stasiun televisi secara gratis.

Karena gratis itulah. Kita sepertinya tidak mempunyai kontrol yang bebas, terhadap apa-apa yang disuguhkan oleh stasiun-stasiun televisi ini. Kadang kita hanya bisa pasrah, pasif, dan menerima. Apapun yang ditayangkan oleh televisi gratisan tersebut. Termasuk dengan tayangan mars Perindo. Mars yang nyaris selalu terselip di setiap acara yang ditayangkan oleh televisinya grup MNC.

Mau tak mau, barangkali kita telah 'terpapar' oleh kedahsyatan mars Perindo. Mau bukti...? Coba lanjutkan lirik ini: marilah seluruh rakyat Indonesia, arahkan pandanganmu ke depan.

Hahaa. Kalau mau diteruskan, bakal sampai ke lirik terakhir yang berbunyi: jayalah Indonesiaaa...!

Kukira, segala kalangan telah 'terhegemoni' oleh lagu tersebut. Tua, muda, mahasiswa, pedagang, anak sekolah, pokoknya semuanya deh! Ya, mungkin istilah hegemoni terlalu berat. Anggap saja telah terpapar. Hal ini lantaran saking seringnya kita mendengar mars Perindo. Hingga mungkin sampai terbawa ke alam bawar sadar. Dan ketika kita tak sengaja mendengar sayup-sayup lagu ini didengungkan, kita akan hapal dengan sendirinya.

Jokowi dan Perindo

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan