Mohon tunggu...
Roneva Sihombing
Roneva Sihombing Mohon Tunggu... pendidik

Penyuka kopi, gerimis juga aroma tanah yang menyertainya

Selanjutnya

Tutup

Hobi Pilihan

Akhirnya Sampai di Sini, Tulisan ke-300

30 April 2021   03:49 Diperbarui: 30 April 2021   04:00 99 6 4 Mohon Tunggu...

Kalau ada pertanyaan diajukan padaku, apakah pernah terpikirkan akan tiba di tulisan ke-300, maka jawabannya adalah iya, pernah. Kalau pertanyaannya dilanjutkan dengan kapankah akan tiba di tulisan ke-300, maka jawabannya adalah: aku tidak tahu

Entah setahun setelah memiliki akun Kompasiana dan memulai postingan pertama (punya akun Kompasiana tidak tentu bersamaan waktunya dengan postingan pertama.. hehehe), entah 5 tahun kemudian, entah 10 tahun lagi, entah 15 tahun, entah lebih dari 15 tahun, aku tidak tahu. Tapi, aku tahu, aku akan tiba di tulisan ke-300. Hormat dan salut untuk para kompasianers yang tulisannya sudah melampaui angka 300. Aku sedang berjuang menuju ke sana.. :) 

Setiap penulis pasti tahu, di rentang waktu tertentu akan mencapai tulisan dalam jumlah tertentu. Namun, seberapa lama kalau kita tidak punya waktu selama itu?

Awalnya...
Ketika pertama kali memulai menulis di Kompasiana, keinginan yang besar ternyata tidak bisa mendorong keinginan memposting secara teratur. Harus ada lebih dari sekedar keinginan. Hal tersebut adalah kebutuhan. Kebutuhan untuk menulis. 

Ketika pertama kali memulai posting ke Kompasiana, tidak pernah terpikir jika akan menghasilkan karya puisi yang jumlahnya lebih dari 100 (sejauh ini). Seiring berjalan waktu, justru aku menikmati proses terbentuknya puisi.  

Tentu saja, aku tidak hendak membandingkan diri dengan beberapa kompasianers yang rutin dan rajin posting puisi seperti mbak Ari Budiyanti, pak dosen Nugroho  dan pak Ali Musri Syam. Respect untuk mereka! Dan juga untuk banyak pujangga di rumah besar ini.

Selanjutnya..
Mimpi setiap orang yang bisa menulis adalah agar tulisannya dibaca orang lain dan orang lain mendapatkan manfaat dan atau sukacita dari tulisan tersebut. Maka, tahu menulis saja ternyata ga cukup, my friends. Harus ada teman yang semangat menyemangati agar tulisan tersebut bisa dibaca lebih banyak lagi dengan mempostingnya di media sosial. 

Aku punya teman seperti itu. Si teman tahu bahwa ada catatan milik pribadi yang hanya aku nikmati sendiri, yang kadang dibagibacakan kepada beberapa karib. Itupun terbatas! Beberapa teman ternyata sungguh menikmati tulisanku yang lebih banyak berkisah tentang keseharian yang aku jalani. Hal-hal sederhana yang bagi beberapa teman terdengar sangat mengasyikkan.

Si teman, (kemudian) selama bertahun-tahun menyemangati agar aku mulai menulis untuk dibaca umum. Kadang, aku merasa apa tulisan sudah cukup layak dibaca orang lain, ya? Bagaimana penyampaiannya, sudah tepatkah? Apakah tulisan ini sudah jadi bacaan yang mengasyikkan dan menyenangkan? Hal-hal ini seolah menahan langkah untuk memulai menulis. Mikir terus, tanpa sempat mulai. Mestinya, kan, mulai dulu, mikirpun kemudian.. 😁

Semangat si teman yang bikin aku punya akun di sini. Langkah awal yang tidak mudah. Langkah selanjutnyapun tak kurang berjuangnya. Hehehe...

Perjalanan Tulisan
Sama seperti tujuan besar dimulai dengan rencana-rencana kecil yang rutin dirampungkan. Sedikit demi sedikit. Setahap demi setahap. Selangkah demi selangkah. Tak apa lambat yang penting tetap bergerak maju. Demikian juga tulisanku. 

Aku sudah mencoba beberapa kategori tulisan. Tidak selalu menarik hasilnya. Tidak selalu banyak jumlah pembacanya. Meskipun demikian, ada yang kerap mampir dan bertandang. Hal seperti ini pun bisa sangat menyenangkan hati. Walaupun tuan rumah tulisan tak selalu ada di tempat. 🙂

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN