Mohon tunggu...
Roneva Sihombing
Roneva Sihombing Mohon Tunggu... Guru - pendidik

Penyuka kopi, gerimis juga aroma tanah yang menyertainya. Email: nev.sihombing@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi: Jejak Sunyi Cinta

8 Juli 2020   00:44 Diperbarui: 8 Juli 2020   00:35 163
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Tahukah kau rasanya mendamba hingga lumpuh?

Tahukah kau rasanya memohon hingga luruh?

Habis kata, habis daya...

Tak cukup kata...

Tak cukup daya...

Tahukah kau rasanya menghiba hingga nyaris menyerah?

Tahukah kau rasanya meminta hingga nyaris pasrah namun memilih tak berserah?

Habis kata, habis daya...

Tak cukup kata...

Tak cukup daya...

Apakah memiliki bahagia harus lumpuh dan luruh?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun