Mohon tunggu...
Muthia Fakhrina
Muthia Fakhrina Mohon Tunggu... Nyoba nulis

Apapun itu kalo usaha pasti ada hasil. baik/tidak itu cuma bonus. cek blog muthiafakhrina.blogspot.com

Selanjutnya

Tutup

Finansial

Ujian Bersyukur, Berhemat dan Bersabar di Tengah Pandemi Covid-19

9 April 2020   15:44 Diperbarui: 9 April 2020   15:49 86 1 0 Mohon Tunggu...

Wabah covid-19 sangat mengguncang dunia, terutama dari segi ekonomi. Di Indonesia sendiri bisa dilihat dari salah satunya rupiah melemah serta lemahnya daya beli masyarakat saat ini. Perekonomian saat ini terjun bebas, tempat wisata mau tidak mau harus puasa dari wisatawan sementara waktu, UMKM mandek bahkan ada yang gulung tikar, supir angkutan umum dan supir ojol banyak yang mengeluh karena tidak ada penumpang dan profesi lainnya.

Pemerintah sudah menghimbau agar work from home untuk mengurangi penyebaran virus tersebut, tapi tidak semua masyakarat dapat dirumah saja atau bekerja di rumah. Himbauan tersebut harusnya didukung dengan jaminan kebutuhan pangan bagi buruh berpenghasilan harian. Tidak semua masyarakat mempunyai tabungan cukup untuk jangka panjang. Maka dari itu besar harapan rakyat agar pemerintah memberikan solusi terbaik.

Di masa seperti ini pentingnya mempunyai sistem keuangan keluarga, walaupun pengahasilan harian tidak seberapa atau bisa dikatakan pas-pasan. Sistem keuangan keluarga tidak melulu untuk yang berpenghasilan besar, bahkan berpenghasilan kecil dan harian memerlukan ini untuk menjaga kestabilitasan keuangan agar tidak terjadi masalah baru yang muncul.

Kita tidak pernah tahu kapan wabah ini berakhir atau setidaknya mereda, pemerintah sudah memperkirakan mereda setidaknya sampai habis lebaran.

Di tengah ketidakpastian ini, masing-masing orang mempunyai tips dan triknya untuk tetap menjaga kestabilitasan keuangannya.

Di saat seperti ini saya melakukan penghematan atau pengurangan pemakian kebutuhan, karena suami saya merupakan buruh harian, yang pendapatannya dari harian tersebut. Walaupun sedikit sulit, karna himbauan pemerintah adalah bekerja di rumah atau work from home membuat para pekerja yang harus bekerja di luar kesulitan untuk mendapat pengasilan yang cukup atau konsisten setiap harinya. Kita tidak bisa terus menerus mengeluh. Tapi kita harus mencari cara dan berperilaku cerdas dalam mengambil tindakan untuk menjaga kestabilan keuangan.

Cerdas Berperilaku dalam menjaga Stabilitas Sistem Keuangan di tengah wabah corona dan dibulan menjelang Ramadhan seperti ini saya dan keluarga menerapkan sunnah Rasul dengan berpuasa senin dan kamis. Selain dapat berhemat dalam 2 hari perminggu kita juga bisa mendapat pahala. Uang yang dihemat tersebut kita dapat alihkan sedikit untuk membelikan bahan pokok atau alihkan untuk usaha lain yang orang perlukan saat ini, tujuannya agar uang tetap terus berputar dan tidak habis begitu saja.

Selain itu, saya dan suami berhemat pemakaian listrik sambil mengajak anak untuk belajar sambil bermain dengan memanfaatkan sekitaran rumah atau mengajak anak untuk konsentrasi ibadah. Serta hemat berkendara dengan memanfaatkan jalan kaki saat berbelanja sebagai salah satu olahraga murah meriah.

Lagi lagi menjalaninya harus dengan dua fondasi yaitu bersabar dan bersyukur karena tidak semudah membalikkan telapak tangan. Kita harus siap pula dengan kemungkinan lain, seperti anak sakit, suami sakit, pengeluaran tak terduga dan lain sebagainya. Maka daripada itu, kehati-hatian dalam bertindak mendukung menjaga kestabilan keuangan itu sendiri, baik keuangan pribadi maupun keuangan nasional.

Bank Indonesia menyerukan tentang "makropudensial aman terjaga ini" agar masyarakat dapat bertindak cerdas dengan mengurangi berbelanja kebutuhan yang kurang penting. Diharapkan belanja kebutuhan yang memang dibutuhkan saat ini agar keuangan dapat digunakan jangka panjang. Salah satunya dengan cara cerdas mengatur gaya hidup, dengan menghemat pemakaian listrik dengan tidak banyak memakai barang elektronik selama bekerja dari rumah, menghemat kuota dengan beralih membaca buku atau konsentrasi beribadah dan menghemat bbm untuk tidak berpergian selalu menggunakan kendaraan, baik itu sepeda motor maupun mobil bisa diganti dengan berjalan kaki atau bersepada untuk jarak yang terjangkau.

Belanja dalam hal ini bukan hanya bentuk fisik saja tapi juga belanja dalam bentuk non fisik seperti menggunakan listrik, bbm dan air termasuk dalam kategori berbelanja. Selanjutnya ialah tidak melakukan atau mengurangi penarikan tunai atau non tunai secara besar-besaran, agar keuangan nasional juga tetap stabil.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN