Mohon tunggu...
Neno Anderias Salukh
Neno Anderias Salukh Mohon Tunggu... nenoanderias@gmail.com

Instagram: @nenosalukh; Facebook: Neno Andreas Salukh; Facebook Fans Page: Neno Anderias Salukh; Twitter: @nenosalukh

Selanjutnya

Tutup

Analisis Pilihan

Inilah Fakta Wow Prabowo-Sandi di MK

15 Juni 2019   06:52 Diperbarui: 19 Juni 2019   01:10 0 18 8 Mohon Tunggu...
Inilah Fakta Wow Prabowo-Sandi di MK
Sidang perdana gugatan hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi. (Foto: Grandyos Zafna/detikcom)

Sebelum sidang perdana, BPN dan Tim Kuasa Hukum Prabowo-Sandi mengatakan bahwa terdapat "Fakta Wow" di MK. Apa itu?

Sidang perdana terkait gugatan hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 telah dilakukan. Sebanyak 15 petitum yang dibawa oleh Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno Kem Mahkamah Konstitusi (MK). 15 Petitum ini diharapkan bisa dikabulkan oleh MK.

Harapan terbesar Prabowo-Sandi dalam sengketa Pilpres ini adalah mendiskualifikasi Jokowi-Ma'aruf dan menetapkan Prabowo-Sandi sebagai pemenang Pilpres 2019.

Dasarnya adalah Jokowi sebagai petahana salah menggunakan jabatan dan kekuasaan yang dianggap sebagai tindakan kecurangan yang dilakukan secara terstruktur, sistematis dan masif (TSM).

Adapun 5 hal yang diduga sebagai kecurangan yang bersifat TSM adalah sebagai berikut;

  1. Penyalahgunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan Program Kerja Pemerintahan
  2. Penyalahgunaan birokrasi dan BUMN.
  3. Ketidaknetralan aparatur negara: polisi dan intelijen.
  4. Pembatasan kebebasan media dan pers.
  5. Diskriminasi perlakuan dan penyalahgunaan penegakan hukum.

Selain itu, dugaan penyimpangan dan penggelembungan suara sengaja dilakukan oleh KPU untuk memenangkan Jokowi-Ma'aruf dalam kontes Pilpres kali ini.

Dugaan penyimpangan tersebut adalah terdapat 2.984 TPS siluman, indikasi pengaturan suara tidak sah, manipulasi Daftar Pemilih Khusus sebanyak 5,7 Juta orang dan 37.324 TPS baru yang berpotensi pada penggelembungan suara terhadap pasangan calon nomor urut 01.

Dua dugaan penyimpangan membuat saya tertarik untuk membahasnya satu persatu yaitu TPS Siluman dan TPS Baru.

TPS Siluman

TPS Siluman merupakan TPS yang tidak kelihatan atau tersembunyi. Artinya TPS ini hanya diketahui dan dilihat oleh KPU dan Tim dan Relawan serta pendukung Jokowi-Ma'aruf jika yang membuat TPS Siluman itu adalah KPU dan TKN untuk memenangkan Jokowi-Ma'aruf.

TPS Siluman memiliki kemungkinan masuk dalam daftar secara keseluruhan TPS di seluruh Indonesia dan bisa saja tidak.

Akan tetapi, ada keanehan pada dugaan penyimpangan ini. Setelah mendengar pengumuman hasil pemilu oleh KPU, penyeberan pemilih antara 01 dan 02 tersebar secara random disemua pelosok dan ditambah dengan saksi dan kader partai yang tersebar ke seluruh Indonesia menunjukkan bahwa penyimpangan sebesar itu sulit dilakukan karena membuat TPS tersembunyi harus benar-benar aman dan tidak diketahui oleh orang lain.

Selain itu, angka pasti jumlah TPS Siluman yang dikatakan oleh BPN adalah indikasi bahwa mereka tahu semua TPS Siluman itu. Namun, yang menjadi problem adalah bukti yang digunakan sebagai dasar benar adanya TPS Siluman.

Menurut penulis, jika bukti yang dibawa adalah rekaman video atau foto TPS Siluman maka dugaan kecurangan ini sangat kuat tetapi jika buktinya hanya sebatas link berita maka kemungkinan gugatan ini diterima sebagai hal yang masuk akal sangat kecil.

TPS Baru

TPS baru bagi saya adalah memudahkan akses masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam pesta demokrasi. Seringkali jarak tempuh pun menjadi alasan mereka yang golput. Penambahan TPS baru berdampak pada tingkat partisipasi pemilih yang dianggap naik pada tahun ini.

Namun, penambahan TPS baru rupanya menjadi masalah bagi BPN. TPS baru dianggap sebagai salah satu strategi penggelembungan suara terhadap pasangan calon nomor urut 01.

Masalahnya adalah setiap TPS ini terdapat saksi paslon dan juga saksi Partai-Partai pendukung Prabowo-Sandi yang memungkinkan untuk pengawasan ketat terhadap perhitungan suara selalu ada.

Oke, jika dugaan mereka benar maka bukti apa yang harus dibawa sekedar link berita atau semua data saksi-saksinya dan video serta foto.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2