Mohon tunggu...
Neno Anderias Salukh
Neno Anderias Salukh Mohon Tunggu... Wiraswasta - Pegiat Budaya | Pekerja Sosial | Pengawas Pemilu

Orang biasa yang menulis hal-hal biasa

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Artikel Utama

Jalan Panjang Mencari Air di Desa Mauleum, NTT (Bagian 1)

29 Mei 2019   06:58 Diperbarui: 17 Juli 2019   09:18 394
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Tak heran, antrian yang lama mengakibatkan anak-anak sering terlambat sekolah atau jika tidak, dipastikan mereka tidak mandi.

Selama hampir setengah tahun, masyarakat sekitar dipaksa untuk membeli air minum yang dijual oleh beberapa mobil angkutan barang (Pick up) dengan harga Rp 2.500/liter untuk keperluan makan, minum, mandi dan cuci. Karena kondisi itu, mereka terpaksa harus berada dalam sebuah antrian yang memakan waktu cukup lama dan meninggalkan banyak pekerjaan demi segelas air minum.

 

Air yang melayani 1/2 masyarakat Desa Tliu dan 1/4 masyarakat Desa Mauleum (Dokumentasi pribadi)
Air yang melayani 1/2 masyarakat Desa Tliu dan 1/4 masyarakat Desa Mauleum (Dokumentasi pribadi)
Setelah musim kemarau selesai. Masyarakat dengan senang hati menyambut musim hujan. Musim di mana air berkelimpahan di beberapa lokasi tetapi untuk lokasi tempat tinggal saya, satu-satunya mata air yang bisa menolong adalah air galian yang dibuat dipinggiran sungai. 

Akibatnya jika hujan dan banjir, mata air akan tertutup oleh banjir dan masyarakat menunggu sampai banjir selesai, dan setelah itu barulah mereka membuat sebuah mata air yang baru. Jika curah hujan berkepanjangan, maka air hujan digunakan untuk keperluan mandi bahkan makan dan minum.

Oleh karena itu, ada beberapa bantuan untuk pembuatan sumur bor. Awalnya, keberadaan air dideteksi menggunakan geolistrik. Setelah mendapatkan titik air, pengeboran mulai dilakukan pada bulan November dengan kedalaman 70-an meter, namun yang terjadi kesia-siaan.

 

Pekerjaan sumur bor yang kedua kalinya (Dokumentasi pribadi)
Pekerjaan sumur bor yang kedua kalinya (Dokumentasi pribadi)
Setelah ditinjau kembali, pengeboran kembali dilakukan. Sampai dengan saat ini, kedalaman sudah mencapai 40-an meter tetapi hasilnya masih nihil. 

Rencana kedalaman akan mencapai 100 meter tetapi pekerjaan masih mandek karena air untuk pengeboran harus diambil dari Kota Soe dengan jarak kurang lebih 50-an KM.

 

Mobil Tank Pengambil air untuk sumur bor (Dokumentasi pribadi)
Mobil Tank Pengambil air untuk sumur bor (Dokumentasi pribadi)
Ada beberapa LSM yang datang lagi untuk memberi bantuan air bersih. Mereka kembali mendeteksi daerah sekitar tempat pengeboran. Hasilnya adalah mustahil mendapatkan air di tempat ini karena tanah tersebut adalah tanah kapur. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun