Mohon tunggu...
Neno Anderias Salukh
Neno Anderias Salukh Mohon Tunggu... Wiraswasta - Pegiat Budaya | Pekerja Sosial | Pengawas Pemilu

Orang biasa yang menulis hal-hal biasa

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Anak Malas Sekolah, Orangtua Perlu Belajar dari Kisah Zinedine Zidane

25 Maret 2019   19:27 Diperbarui: 25 Maret 2019   20:14 293
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pelatih Real Madrid Zinedine Zidane mengangkat trofi Liga Champions seusai mengalahkan Juventus pada final di Stadion Millenium, Sabtu (3/6/2017). (AFP/FILIPPO MONTEFORTE)

"Anak malas tidak selamanya mereka menjadi orang yang gagal, mereka hanya belum menemukan ruang yang tepat untuk menyalurkan bakatnya"

Salah satu penyebab angka putus sekolah yang sering ditemui adalah kemalasan yang terjadi pada anak. Anak malas sekolah sering menjadi keluhan orangtua. Untuk menanganinya, kebanyakan orangtua memaksa bahkan memukul anak untuk bersekolah. Akibatnya, anak putus sekolah atau gagal.

Belajar dari kisah Zinedine Zidane, pria yang mungkin tidak asing bagi kita adalah seorang pelatih hebat yang pernah dimiliki Real Madrid. Buktinya, dia menjadi satu-satunya pelatih yang mampu membawa Madrid menjuarai Liga Champion berturut-turut 3 kali. Ini belum pernah dilakukan oleh siapapun.

Nama besar Zidane bukan baru saja ketika menjadi pelatih. Kepiawaiannya dalam lapangan ketika masih aktif sebagai pemain selalu menghibur para penikmat sepakbola dengan gol-gol indah dan spektakuler.

Bersama Perancis, mereka menjuarai Piala Dunia tahun 1998 dan tendangan spektakulernya mengalahkan Bayern Leverkusen sekaligus membawa Madrid menjuarai Liga Champion 2002.

Pria yang akrab dipanggil Zizou ini, menjadi orang tersukses di Liga Champion. Juara sebagai Pemain, Asisten Pelatih dan Pelatih.
Uniknya, itu bersama Madrid.

Namun, di balik kesuksesannya, Zidane adalah anak yang dulunya malas bersekolah. Ia sering membangkang dan melawan perintah orangtuanya. Ia lebih suka bermain bola. Orangtuanya berusaha untuk dia sekolah akan tetapi sama saja, Zidane tetap memilih bermain bola.

Akhirnya, orangtuanya sepakat untuk tidak memaksakan kehendak Zidane. "Kami tahu anda punya sesuatu yang lain dalam benak anda jadi lakukanlah apa yang anda mau lakukan" kata orangtua Zidane.

Orangtuanya percaya sepenuhnya pada Zidane, mereka yakin bahwa anak mereka pasti sukses dalam dunia sepakbola karena itu yang ia minati.

Setelah mendapat izin dari orangtua, Zidane bahagia karena ia lebih leluasa bermain bola. Ia memiliki tekad untuk membuktikan kepada orangtuanya bahwa ia tidak cocok bersekolah. Zidane mulai fokus bermain bola. Akhirnya kita tahu siapa Zidane saat ini.

Seringkali kita berpikir anak yang malas sekolah adalah anak yang gagal. Lalu kita membiarkannya tanpa mengenali apa yang di anak inginkan. Mungkin dia ingin bersekolah, tetapi sekolah seperti apa?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun