Mohon tunggu...
NENI RATNA YULIANI
NENI RATNA YULIANI Mohon Tunggu... Administrasi - Membaca Dan Menulis Adalah Dua Sejoli

Saya, seorang ibu rumah tangga biasa yang juga seorang ibu bekerja, yang suka banyak hal untuk dikerjakan. Saya suka menulis, meskipun hanya sebatas untuk disimpan sendiri sebagai catatan pribadi atau bisa disebut sebagai diary sehari-hari saya. Saya suka membaca, apa saja. Dari mulai novel, surat kabar, majalah, dan lain-lain. Menyanyi pun saya suka, tapi hanya sebatas menyanyi di rumah, tidak untuk tampil di depan umum. Memasak pun saya suka, tapi juga sebatas untuk makanan biasa yang tidak memerlukan perlengkapan lengkap. Yang paling terkini yang masih saya lakukan adalah berkebun, menanam dan merawat tanaman hias. Saya juga senang bermedsos. Saya punya akun Facebook, Instagram, Twitter, dan bahkan punya channel Youtube, di mana saya bisa mengunggah video dari kegiatan saya berkebun dan merawat tanaman hias. Sisanya, saya suka nonton film. Saya suka film apa saja, tetapi saya paling suka dengan film drama, film detektif, dan film biografi.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Yang Hilang dari Pandangan di Saat Pandemi, Kini Terlihat Lagi

15 September 2022   11:28 Diperbarui: 15 September 2022   11:31 184
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sosbud. Sumber ilustrasi: KOMPAS.com/Pesona Indonesia

Pada saat masa pandemi, boro-boro kita bisa melihat acara peringatan 17 Agustus yang ramai dan meriah, upacara peringatan Hari Kemerdekaan RI di istana presiden saja masih dibatasi, baik peserta yang hadir maupun upacara seremonialnya. Sekarang kita sudah bisa melihat lagi acara 17 Agustusan ini kembali digelar secara meriah, panggung hiburan, lomba sepeda hias, balap karung, panjat pinang, lomba makan kerupuk, semua bisa kita lihat lagi.

5. Acara arisan

Nah, ini acara yang juga sempat hilang atau ditiadakan sementara waktu pada saat masa pandemi. Acara arisan RT, arisan keluarga, pokoknya segala macam acara arisan distop dulu, karena selain acaranya identik dengan mengumpulkan banyak orang di suatu rumah, juga karena ibu-ibu juga sedang mengencangkan ikat pinggang. Tapi saat ini, acara arisan tersbut sudah milai terlihat lagi berjalan sebagaimana biasanya.

6. Pusat perbelanjaan dipenuhi pengunjung

Ketka masa PSBB atau masa PPKM diberlakukan, mal, pusat perbelanjaan, adalah menjadi  salah satunya yang terdampak dan terimbas sangat besar, bahkan terpuruk. Selain dikarenakan dengan adanya pelarangan buka, atau jam operasional yang dibatasi menjadi lebih pendek. Mal terlihat sepi, tampak tidak terawat, tidak tampak ada aktifitas yang berarti. Tetapi sekarang, pengunjung mal dan pusat perbelanjaan, mulai membludak lagi, semua ikut gembira, pertanda bahwa perputaran  roda ekonomi sudah mulai bergerak secara normal lagi.

7. Objek wisata dipenuhi pengunjung

Tidak kalah dengan mal atau pusat perbelanjaan, objek wisata pun mulai diserbu pengunjung lagi. Sebelumnya pengusaha objek wisata banyak yang tutup dan bahkan merumahkan karyawannya. Tetapi sekarang objek wisata itu sudah terlihat kembali didatangi pengunjung yang memang sudah haus menanti untuk mendatangi tempat-tempat tersebut. Bus-bus pariwisata pun sudah mulai terlihat memenuhi jalan-jalan menuju pusat objek wisata membawa para wisatawan di dalamnya.

8. Reuni sekolah

Pada masa pandemi, undangan reuni  sekolah tiba-tiba tidak pernah diterima lagi. Meskipun tetap komunikasi di grup Whatsapp atau di grup lainnya secara online tetap terjalin. Alhamdulillah sekarang sudah tampak kembali acara-acara reuni itu diadakan lagi, baik yang diadakan secara sederhana, maupun yang diadakan secara besar-besaran, tergantung dari tingkat lingkup dan komunitas yang menyelenggarakannya..

9. Hiruk pikuk di stasiun kereta

Yang juga paling terasa imbasnya dari masa pandemi  adalah penampakan di stasiun kereta. Di mana, selain jumlah penumpang yang sangat  dibatasi, banyak pula peraturan-peraturan yang lainnya, yang salah satunya adalah penumpang harus menunjukkan bukti telah divaksin, harus menunjukkan surat tugas buat penumpang yang bekerja, juga sebagian perusahaan dan instansi pemerintah memberlakukan sistem bekerja dri rumah (WFH). Hal ini membuat keadaan stasiun menjadi terasa lengang, jumlah penumpang yang menjadi berkurang drastis. Gerbong kereta pun, kapasitas jumlah penumpangnya sangat dibatasi. Tetapi sekarang, kondisi itu sudah berakhir, Stasiun-stasiun kembali sibuk, jumlah penumpang pun sangat  banyak bahkan berjubel, jam opsrasional pun sudah dikembalikan seperti semula.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun