Mohon tunggu...
Tety Polmasari
Tety Polmasari Mohon Tunggu... Lainnya - ibu rumah tangga biasa dengan 3 dara cantik yang beranjak remaja

kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas, insyaallah tidak akan mengecewakan...

Selanjutnya

Tutup

Foodie Pilihan

Sarapan Kolak Pisang, Mengapa Tidak?

8 Agustus 2022   08:52 Diperbarui: 8 Agustus 2022   08:55 93 6 4
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Pagi tadi, anak pertama dan anak kedua saya sarapan dengan kolak pisang. Tadinya, mau saya siapkan sarapan nasi dengan soto telur omellet. Ternyata stok nasi habis di rice cooker.

Saat itu, saya lagi malas untuk masak nasi. Jadi, terpikirkan oleh saya mengapa tidak bikin kolak pisang saja ya untuk sarapan anak-anak?

Kebetulan, kemarin dapat kiriman satu sisir pisang kepok dari ayah saya. Pisang hasil "kebun" belakang rumah abah, begitu biasa saya menyapanya. Pisangnya lumayan besar-besar.

Kolak pisang memang sih identik dengan menu berbuka puasa. Ini menjadi menu favorit masyarakat Indonesia saat berbuka puasa. Buah pisang memang disukai banyak kalangan masyarakat.

Tapi disajikan untuk sarapan pagi, mengapa tidak. Kandungan energinya cukup buat anak-anak sampai istirahat pertama di pukul 9.45, bahkan saat istirahat kedua pada pukul 12.00.

Bikinnya juga gampang kok. Tidak ribet. Tidak sampai 15 menit juga jadi. Bahan-bahan tambahannya juga yang ada di dapur.

Tinggal tambahkan sedikit vanila, sedikit garam, gula merah secukupnya, dan tiga sendok makan penuh susu bubuk sebagai pengganti santan.

Maksudnya sih biar suami juga bisa menyantap kolak pisang juga. Soalnya sejak terkena serangan jantung, makanan bersantan harus dihindari suami saya.

Ok. Saya pun memotong-motong 6 buah pisang kepok, masukkan ke dalam panci. Tuangkan air secukupnya. Gula merah saya parut agar cepat larut.

Tidak lupa masukkan vanila, garam, dan susu bubuk. Tentu saja dua helai daun pandan. Rebus sebentar sambil diaduk- aduk. Setelah mendidih sekitar 3 menit, matikan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Foodie Selengkapnya
Lihat Foodie Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan