Mohon tunggu...
Tety Polmasari
Tety Polmasari Mohon Tunggu... Bunda tiga dara: Putik Cinta Khairunnisa, Annajmutsaqib, Fattaliyati Dhikra

Menulis cara saya meluapkan segala rasa: gelisah, marah, bahagia, cinta, rindu, harapan, kesal, dan lain-lain.

Selanjutnya

Tutup

Kuliner Artikel Utama

Bubur Ikan Bawal, Sarapan Kreasi ala Saya

1 Desember 2020   07:40 Diperbarui: 3 Desember 2020   23:01 130 24 8 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Bubur Ikan Bawal, Sarapan Kreasi ala Saya
Dokumen Pribadi



Setiap habis subuh perut saya selalu berisik minta diisi. Selalu begitu. Bawaannya selalu lapar. Padahal masih pagi banget. Baru juga jam 4.30, saya bawa perut saya untuk mendengarkan saya mengaji. Siapa tahu jiwanya lebih tenang. Tidak seberisik tadi.

Masih berisik sih, tapi tidak seberisik tadi. Habis mengaji baru deh perut kembali meronta. "Aku lapar, aku lapar... Tolong aku...," begitu barangkali teriakannya saat meronta-ronta.

Ups, akhirnya saya pun ke dapur setelah membangun anak-anak untuk shalat subuh. Saya lihat ada sisa nasi sepiring, ada juga ikan bawal. Enak nih kalau dibikin nasi goreng. Nasi goreng ikan bawal. Pasti perut saya tergoda. Sudah pasti itu.

Hmmm...tapi saya berubah haluan. Saya mau bikin bubur saja. Bubur ikan bawal. Rasanya saya sudah lama tidak bikin bubur. Dan, rasa-rasanya belum pernah ada yang membuat bubur ikan bawal deh (ah masa iya sih?)

Selama saya menginap di hotel-hotel juga tidak pernah menemukan sajian bubur ikan bawal. Adanya bubur ayam biasa yang sama saya makan di penjual bubur ayam, bubur kacang ijo ketan hitam dan bubur sumsum. Sudah itu saja.

Selama saya makan di restoran-restoran mall atau hotel (jika bertemu dengan relasi) saya juga tidak menemukan menu yang isinya bubur ikan bawal. Yang ada bubur yang sama saja dengan bubur di tempat lain. Ini seingat saya ya. Adanya bubur Manado, itu pun di resto yang khusus masakan Manado.

Jadilah saya membuat bubur ayam ikan bawal. Satu ekor ikan bawal ukuran sedang yang sudah dilumuri garam dan sedikit cuka, saya suwir-suwir. Lalu saya rebus bersama nasi yang tinggal sepiring itu. Saya sengaja tidak pakai beras biar cepat proses memasaknya. Maklum perut saya tidak bisa diajak diam.

Sambil menunggu nasi dan ikan hancur, saya membuat bumbu bubur racikan ala saya. Bumbu-bumbunya, yaitu  2 cabe merah, 3 cabe rawit setan, 2 siung bawang merah, 2 siung bawang putih, 1 ruas jari jahe, 1 ruas jari lengkoas, 1 butir kemiri, sedikit kunyit, 1 butir tomat, daun sereh, dan asam jawa.

Semua bumbu itu saya ulek agak halus. Saya kasih sedikit garam dan penyedap rasa. Tidak perlu terlalu halus. Lalu saya masukkan ke dalam panci yang berisi nasi dan ikan bawal itu. Saya sengaja tidak menumisnya biar bumbunya terasa segar dan saya aduk-aduk.

Tak butuh waktu lama. Tidak sampai 15 menit, bubur pun jadi. Dan...setelah saya cicipi...rasanya...enak banget. Benaran. Bumbu-bumbunya menyerap membuat mata saya jadi segar, terutama perut saya.

Ya iyalah, saya yang masak. Siapa lagi yang memuji masakan saya enak selain diri saya sendiri. Paling juga kakak-kakaknya si kecil, Putik Cinta Khairunnisa dan Annajmutsaqib, sebagai pelanggan setia bubur racikan saya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x