Mohon tunggu...
Sosbud

Perkembangan Stratifikasi dalam Masyarakat

23 April 2019   23:06 Diperbarui: 23 April 2019   23:27 0 0 0 Mohon Tunggu...

Struktur sosial dapat diartikan sebagai pola perilaku berulang yang menciptakan hubungan antarindividu dan antarkelompok dalam masyarakat.Struktur sosial bersifat abstrak dan tidak dapat terlihat oleh mata.Selain itu,struktur sosial pada  masyarakat bersifat sangat dinamis atau bisa berubah-ubah sesuai dengan kondisi masyarakat.

Dalam struktur sosial,masyarakat akan selalu menyesuaikan perilakunya dengan kelompoknya.Menurut Nasikun,seseorang sosiolog Indonesia,struktur sosial masyarakat Indonesia membagi masyarakat dalam beberapa akibat adanya perbedaan secara horizontal dan vertical.Struktur sosial bisa menyebabkan terbentuknya hierarki dalam bentuk kelas-kelas sosial.

 Strktur sosial dalam kehidupan masyarakat yang terjadi hubungan timbal balik antara status dan peran ,dengan batas-batas perangkat unsur-unsur sosial yang mengacu pada suatu keteraturan prilaku dalam masyarakat.Dalam struktur sosial dibagi menjadi 2  bentuk yaitu Strafikasi Sosial dan Diferensiasi Sosial,kali ini saya akan menjelaskan tentang Strafikasi Sosial.

 Pasti setiap masyarakat senantiasa mempuyai penghargaan tertentu terhadap hal-hal tertentu dalam masyarakat yang bersangkutan.Penghargaan yang lebih tinggi terhadap hal-hal tertentu,akan menempatkan hal tersebut pada kedudukan yang lebih tinggi dari hal-hal lainnya.Kalau suatu masyarakat lebih menghargai kekayaan materiil daripada kehormatan,misalnya,mereka yang lebih banyak mempuyai kekayaan materiil akan menempati kedudukan yang lebih tinggi apabila dibandingkan dengan pihak-pihak lain.Gejala tersebut menimbulkan lapisan masyarakat,yang merupakan pembedaan posisi seseorang atau suatu kelompok dalam kedudukan yang berbeda-beda secara vertical.

Di antara lapiasan yang atasan dan yang rendah itu,ada lapisan yang jumlahnya dapat ditentukan sendiri oleh mereka yang hendak mempelajari sistem lapiasan masyarakat itu.Biasanya golongan yang berada dalam lapisan atas tidak hanya memiliki satu macam saja dari apa yang dihargai oleh masyarakat,tetapi kedudukannya yang tinggi itu bersifat kumulatif.

Mereka yang memiliki uang yang banyak akan mudah sekali mendapatkan tanah,kekuasaan dan mungkin juga kehormatan,sedangkan mereka yang mempuyai kekuasaan besar mudah menjadi kaya dam mengusahakan ilmu pengetahuan.

Sistem lapisan dalam masyarakat tersebut dalam sosiologi dikenal dengan social stratification.Kata stratification berasal dari stratum (jamaknya:strata yang berarti lapisan).Pitirim A.Sorokin menyatakan bahwa social stratification adalah pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat(hierarkis).Perujudannya adalah kelas-kelas tinggi dan kelas yang lebih rendah.Selanjutnya menurut Sorokin,dasar dan inti lapisan masyarakat tidak adanya keseimbangan dalam pembagian hak dan kewajiban ,dan tanggung jawab nilai-nalai sosial pengaruhnya di antara anggota-anggota masyarakat.

Di  dalam antara lapiasan atas dengan yang terendah,terhadap lapisan yang jumlahnya relatif banyak.Biasanya lapisan atas tidak hanya memiliki satu macam saja dari apa yang dihargai oleh masyarakat.Akan tetapi,kedudukannya yang lebih tinggi itu bersifat kumulatif.Artinya,mereka yang mempuyai uang banyak akan mudah sekali bendapatkan tanah,kekuasaan dan mungkin juga kehormatan.Ukuran atau kreteria yang biasa dipakai untuk menggolong-golongkan anggota-anggota masyarakat kedalam suatu lapisan yaitu seperti ukuran kekeyaan dimana jika seseorang memiliki kekayaan yang banyak maka orang itu termasuk kedalam lapisan atas,ukuran kekuasaan barang siapa yang memiliki kekuasaan yang besar maka akan menempati lapisan atas,ukuran kehormatan yaitu bila seseorang dapat disegani atau dihormati,mendapat tempat yang teratas.Ukuran ini biasanya berada di masyarakat tradisional,dan ukuran ilmu pengetahuan yaitu seseorang yang berpendidikan tinggi atau bergelar sarjana tentunya mempunyai status yang lebih tinggi.

Dampak yang ditimbulkan dari stratifikasi sosial yaitu dampak positif yang ditimbulkan dari stratifikasi sosial yaitu adanya kemampuan dari setiap individu di dalam masyarakat untuk bersaing,berpindah kasta,sehingga mendorong setiap individu untuk berprestasi,berkerja keras.Meningkatkan pemerataan pembangunan setiap daerah,baik atas usulan masyarakat di wilayah tersebut atau pemerintah guna menghilangkan kesenjangan sosial.Sedangkan dampak negatif yang ditimbulkan dari stratifikasi sosial yaitu adanya konflik antar kelas yaitu terjadi karena adanya perbedaan kepentingan antar kelas sosial maka akan muncul konflik antar kelas,konfik antar kelompok sosial masyarakat yang beranekaragam dan mejemuk menjadikan timbulnya kelompok sosial,yang ditimbulkan berdasarkan perbedaan profesi,ekonomi,ideology,agama,suku,dan ras sehingga memicu timbulnaya usaha untuk menguasai kelompok lain dengan pemakasaan dan akibatnya muncul konflik,selanjutnya ada konflik antar generasi konflik ini terjadi antar generasi muda dan generasi tua yang ingin mempertahan nilai,atau adat lama dengan generasi muda yang mengadakan perubahan.

Contoh penerapan stratifikasi sosial dalam Masyarakat yaitu dalam masyarakat tentu terdapat lapisan atau stratifikasi sosial yang membedakan masyarakat yang satu dengan masyarakat  yang lainnya melalui kelas sosial yang mereka miliki.Masyarakat yang terdapat di desa juga memiliki pelapisan atau stratifikasi sosial walaupun masyarakat desa terkenal dengan masyarakat yang homogen,maskipun pelapisan masyarakat itu berbeda dengan yang berada di kota.Pelapisan sosial merupakan hasil dari kebiasaan orang yang berhubungan secara interaktif dan terstruktur secara kolektif atau kelompok orang yang memiliki giliran sosial yang mendorong untuk mengambil posisi tertentu .Pelapisan sosial sudah ada di India sejak berabad-abad yang lalu. Istilah untuk kasta dalam bahasa India adalah yati.Sedangkan sistemnya disebut varna. Menurut kitab Rig-Veda dan kitab-kitab Brahmana,dalam masyarakat India dibagi empat varna yang tersusun dari bawah .Masing-masing adalah kasta Brahmana,Ksatria,Vaicya,dan Sudra. Kasta Brahmana merupakan kasta para pendeta berada di lapisan atas. Ksatria merupakan kasta-kasta orang bangsawan dan tentara dipandang sebagai lapisan kedua. Kasta Vaicya merupakan kasta para pedagang yang dipandang sebagai lapisan menengah dan Sudra merupakan kasta orang-orang biasa. Sistem kasta semacam di India juga di temukan di Amerika Serikat, dimana terdapat pemisahan antara golongan kulit putih dengan golongan kulit berwarna. Sistem tersebut dikenal dengan segregation yang sebenarnya tak berbeda jauh dengan sistem apartheid yang memisahkan golongan kulit putih dengan gologan asli pribumi di unu Afrika Selatan. Sistem lapisan tertutup, dalam batas-batas,juga dijumpai di Bali pada zaman dahulu di dasarkan pada kekuasaan kasta, terdapat beberapa contoh dalam stratifikasi sosial yang berlaku dalam masyarakat seperti sistem kasta yang terdapat di Bali dimana sistem kastanya di bagi menjadi empat yaitu Brahmana,Satria,Vesia,dan Sudra.Biasanya pemegang gelar diwariskan menurut garis keturunan laki-laki yang sepihak patrilineal seperti Ida Bagus,I Gusti,Gusti.Gelar pertama adalah gelar untuk Brahmana.Gelar kedua sampai keempat bagi orang-orang Satria,sedangkan yang kelima dan keenam berlaku untuk Vaicya.Orang-orang Sudra juga memakai gelar seperti Pande,Kbon,Pasek.Dahulu kala gelar tersebut berhubungan erat dengan pekerjaaan orang-orang yang bersangkutan.Walaupun gelar tersebut tidak memisahkan golongan-golongan secara ketat,tetapi sangat penting bagi sopan santun pergaulan.Di samping itu,hukum adat juga menetapkan hak-hak bagi si pemakai gelar,misalnya,dalam memaki tanda-tanda,pershiasan-pershiasan,pakaian tertentu,dan lain-lain.

Stratifikasi sosial adalah pembedaan penduduk ke dalam kelas-kelas secara bertingkat (vertical),yakni pemisahan kedudukan anggota masyarakat ke dalam tingkat-tingkat kelas pada masyarakat.Stratifikasi sosial akan menimbulkan kelas sosial dimana setiap anggota masyarakat akan menempati kelas sosial sesuai dengan kriteria yang mereka miliki. Dari penjelasan tersebut tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui struktur sosial secara vertical (strafikasi sosial).Hal yang menarik untuk dikaji kerena pelapisan sosial pada masyarakat desa bali yang dulu hanya didasarakan ukuran kasta,sekarang sudah berkembang menjadi lebih kompleks dan karena adanya pelapisan sosial tersebut mengakibatkan perbedaan cara bersikap masyarakat terhadap seseorang yang menduduki suatu kelas. 

KONTEN MENARIK LAINNYA
x