Mohon tunggu...
Nelwiza
Nelwiza Mohon Tunggu... Guru - Guru Kelas 7

Guru Kelas 7

Selanjutnya

Tutup

Diary Pilihan

Perasaan Hati Seorang Ibu

28 Agustus 2022   19:59 Diperbarui: 28 Agustus 2022   21:12 92 10 5
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Diary. Sumber ilustrasi: PEXELS/Markus Winkler

Saya kalau mau shalat ashar harus mandi dulu agar badan merasa enak dan nyaman. Sambil duduk sore menunggu azan magrib saya membuka hp android kesayangan. 

Mengapa dikatakan kesayangan karena hp ini adalah pusat informasi baik dari teman maupun dari keluarga sendiri. 

Seandainya tidak dibuka dan dibaca akan ketinggalan informasi. Informasi pagi hari bisa saja berubah. 

Contoh pagi hari diumumkan digrup chat nanti sore latihan rebana kemudian  pengumuman berubah menjadi "ibu yang ada di grup ini  latihan dipending karena banyak yang izin. 

Sementara saya tidak membaca WA langsung saja ke TKP. Sesampai di sana kosong dan hanya ada ibu Yuni, ibu EPA, dan Bapak Bambang garim mesjid.  

Jangan-jangan  tidak latihan karena sebelum berangkat tidak buka wa langsung berangkat. Lihat dulu apa ia saya yang tidak baca wa bisik hati ini, e-rupanya yes betul.

Sore ini saya melihat dari tayangan YouTube bahwa adanya penghapusan profesi tunjangan guru dan dosen. Ibu Ketum sebelum merasakan bahwa ada perasaan untuk dihapuskan tunjangan profesi guru dan dosen ini. Kata beliau ini perasaan seorang bu akhirnya juga terbukti.

Menyimak apa yang diperjuangkan ibu Ketum sebagai ketua pengurus PGRI bersama bapak ibu yang lain dari pihak PGRI. Saya dari daerah ikut mendoakan agar dikembalikan lagi RUU yang mensahkan Tentang Tunjangan Profesi guru dan dosen.

 Kalau dihapuskan tunjangan profesi guru dan dosen akan terpuruk bangsa ini khususnya pendidikan. 

Guru dan dosen tidak bersemangat lagi masuk kelas menjumpai siswa-siswa yang dibanggakan. Saya berpikir mengapa pihak guru yang dibuat seperti ini. 

Kata ibu Ketum "kami guru dijadikan PPPK diam sekarang tunjagan pula yang akan dihapuskan". Beliau akan menyurati kementrian pendidikan dan kebudayaan. Saya sebagai guru dari daerah tetap mendukung Pengurus PGRI untuk memperjuangkan nasib dan masa depan guru Indonesia. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Diary Selengkapnya
Lihat Diary Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan