Mohon tunggu...
Sid noise
Sid noise Mohon Tunggu... Jangan Mau di Bungkam

Akun subsidi

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Teruntuk Saudaraku Masyarakat Papua

10 Juli 2020   21:34 Diperbarui: 10 Juli 2020   21:30 9 1 0 Mohon Tunggu...

Sebagian dari sodara - sodara kita yang ada di papua berfikir  kemerdekaan itu harus di capai dengan keluar dari indonesia. Mereka melihat dari sudut pandang sejarah dan beberapa peristiwa yang menunjukan bahwa indonesia curang dan lain - lain.

Tulisan ini mencoba untuk menjelaskan informasi, wacana dan opini tentang,

1. Nasionalisme
2. Corak nasionalisme di asia dan afrika
3. Penjajahan bangsa kulit putih di papua
4. Sejarah suku bangsa di indonesia
5. Nasionalisme untuk papua

Saya selalu berharap apa yanh saya tulis bisa menjadi bagian dari solusi bagian dari upaya rekonsiliasi untuk introspeksi. Tulisan ini bagian dari kemanusiaan dan perjuangan ke daulatan.

Di dunia sekarang banyak kata - kata yang membingungkan biasanya dalam ranah politik internasional yang terkait dengan odeologi mungkin juga agama. Ini menjadi membingungkan karena dalam satu kata bisa menjadi dua makna dan saling bertentangan. Salah satu kata ambigu ini ialah "Merdeka", separatis, nasionalis dan kata lain semacam itu.

Sebagai contoh apakah kata Nasionalisme artinya pasti?, Tentu tidak, karena kata ini bisa dipakai kedua belah pihak yang sedang berperang/konflik. Yang terjadi di papua Nasionalisme adalah dengan berjuang lepas dari indonesia, sedangkan indonesia dan masyarakat papua yang pro indonesia juga mengatakan atas dasar nasionalisme dia harus berjuang, dalam hal ini kata nasionalisme di pakai oleh kedua pihak yang bersebrangan.

Kembali kemasa lalu kita juga akan kebingungan sebagai contoh pangeran diponegoro itu pemberontak atau penjuang Nasionalisme. Kemudian ada Dr. Setiabudi mengajukan diri tentang indonesia apakah itu bisa di bilang menghianati negaranya belanda atau sedang mendukung indonesia?. Artinya Nasionalisme definisinya sangat membingungkan tetapi ia menjadi kelas ketika di praktekan.

Sebelum berbicara papua kita harus paham dulu betapa sangat membingungkannya kata Nasionalisme dan lain sebagainya.

Contoh lagi amerika dan inggris mempunyai latar belakang yang sama, sejarah yang sama, tradisi yang tidak beda jauh, bahasa yang sama budaya dan masih banyak kesamaan lainnya. Tetapi mereka akhirnya terpisah dikarenakan amerika tidak mau bayar pajak ke inggris. Dan orang - orang amerika yang tidak mau bayar pajak itu berjuang atas dasar nasionalisme, inggris yang berusaha mencaplok kembali amerika juga mengatakan bahwa ini adalah nasionalisme, jadi yang manakah nasionalisme sesungguhnya.

Dewasa ini amerika dengan hawai semestinya adalah dua entitas politik yang berbeda dari budaya sampai latar belakang mereka berbeda tapi mereka bersatu. Dan ketika mereka bersatu apakah hawai dijajah oleh amerika, atau hawai yang menyatakan bergabung dengan amerika, jelas definisinya sangat kabur. Mungkin kedepan jika ada rencana hawai merdeka, hawai akan menyatakan bahwa dulu amerika menjajah mereka.

Dibelahan dunia lain juga banyak kasus serupa seperti catalunia yang ngebet lepas dari spanyol, bukan korea saja yang terbagi disana ada sudan utara dan selatan, sahara barat dengan maroko dan el clasico antara indonesia dan malaysia yang menjadi terpisah. Malaysia indonesia itu sama dalam hal rumpun, bahasa suku bangsa dan lain - lain. Lantas apa yang membuat kita terpisah tidak lain adalah kita di jajah oleh suku bangsa yang berbeda.

Orang timor leste dan nusa tenggara timur apa bedanya dari akar bahasa dan budaya sampai makanan pokok mereka sama tapi mereka berpisah karena di jajah oleh suku bangsa yang berbeda. Dalam konteks akademis negara - negara di asia dan afrika itu adalah negara - negara yang gagal menemukan nasionalisme nya. Kita mampir ke libia dan aljazair mereka itu sama percis mereka terpisah dengan sebuah garis lurus yang di buat oleh suku bangsa lain yaitu francis.

Kita masuk ke papua dan papua new guinea dipisahkan oleh garis lurus yang bisa di lihat di peta yang di tentukan oleh penjajah nya yaitu belanda, jerman, inggris, australia dulu mereka bingung sepertinya untuk pembagian wilayah ini makanya asal saja seperti pembagian kue tart.

Dan ketika sekarang papua ingin melepaskan diri karena di masa lalu penjajah menjanjikan kemerdekaan kenapa referensinya hanya belanda, justru belanda lah yang memecah belah papua menjadi seperti sekarang. Orang papua tidak pernah di libatkan dalam membentuk negara nya sendiri. Kalaupun indonesia di remehkan karena pembentukan papera itu bermasalah, setidak nya ada usaha dan di akui oleh PBB, Sedangkan kolonial tidak melakukan itu, yang mereka lakukan bagi - bagi saja semaunya.

Ada sebuah prinsip dalam hubungan internasional yaitu,

"Negara yang merdeka itu mewarisi wilayah dari negara yang menjajahnya". Atau dikenal dengan "Uti Possidetis Juris" Yang di adopsi dari hukum roma kuno dengan maksud  wilayah - wilayah yang terlepas dari penjajahan itu tidak saling berperang satu sama lain.

Jadi apa alasan saudara kita yang ada di papua ingin melepaskan diri dari indonesia, ada berita yang menyatakan perbedaan ras. Memang sejak awal indonesia itu berbeda - beda jadi masalah ras tidak masuk akal. Jika memang mau di permasalah kan orang papua harus lihat juga bagaimana di australia. Ditanah australia pendatang pertamanya adalah orang kulit putih, tapi karena kekurangan penduduk, mereka maminta penduduk dari negara - negara lain makanya jika kita main ke australia disana itu belang - belang dan sepakat mereka semua adalah orang australia.

Prinsip seperti ini juga sebenarnya yang di akui di indonesia yang dinyatakan setiabudi dan dia adalah orang belanda nama aslinya Dr. Ernest Franois Eugne Douwes Dekker  secara konstitusi juga menyatakan bahwa dia adalah orang belanda tetapi dia menyatakan bahwa,

"Saya berhianat kepada belanda saya sumpah setia pada budi pekerti"

Dan dia merumuskan orang indonesia itu adalah orang yang ada di indonesia, berdesikasi pada indonesia, bersumpah setia terhadap indonesia. Mengenai latar belakang, ras itu tidak masalah.

Di indonesia sekarang banyak sekali pihak - pihak yang jahat dengan mengklaim,

"Saya orang pribumi, dia pendatang"

Tentu saja orang seperti itu termentahkan secara historis, ideologi, geneologis. Berdasarkan DNA juga semua etnis di indonesia adalah imigran.

Kalaupun istilah pribumi dan pendatang harus di berlakukan maka orang papua lah yang berhak mengklaim dirinya sebagai pribumi di indonesia. Karena etnis lain seperti batak, gayo, dayak, sasak, minang seterus nya itu baru datang ke nusantara 2500 tahun sebelum masehi. Bali, jawa,  sunda itu orang - orang yang baru datang 500 tahun sebelum masehi. Lain halnya dengan orang papua yang sudah berada ribuan tahun sebelum mereka ketika indonesia masih kosong mungkin masih ada makhluk purbakala orang papua sudah ada di nusantara. Makanya seperti saya dan mayoritas pembaca ini adalah pendatang. Jika mau main pribumi - pribumian ini adalah tanah orang papua.

Sekarang papua juga sudah mengurus diri mereka sendiri dari gubernur sampai tingkat bawah di isi oleh orang papua. Bahkan bisa jadi pejabat di daerah lain dan jadi mentri juga presiden.

Kalau masalahnya pemerintah sering tidak adil dan sering melakukan kejahatan di papua bukan berarti itu bisa di jadikan landasan untuk melepaskan diri. Rasional saja indonesia umurnya baru 75 tahun kita lihat di amerika ketika mereka masih berumur 75 tahun mereka masih membantai oranv pedalaman, orang pribumi. Orang amerika rasis luar biasa di umur mereka ke 75 tahun. Tanpa di sadari ini adalah prestasi yang luar biasa dan ini hanya bisa di lihat dari sudur pandang yang lebih terbuka.

Memang masih banyak kesalahan dan kelemahan dalam bernegara tetapi walaupun merangkak kita sama - sama berusaha untuk mencapai kemajuan.





VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x