Mohon tunggu...
Negara KITA
Negara KITA Mohon Tunggu... Keterangan
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Bio

Selanjutnya

Tutup

Kandidat Pilihan

Ma'ruf Amin Siap Hadapi Sandiaga Uno

11 Maret 2019   14:39 Diperbarui: 12 Maret 2019   07:59 112 2 1 Mohon Tunggu...
Ma'ruf Amin Siap Hadapi Sandiaga Uno
KH Maruf Amin [Foto: Angga Yuniar/Liputan 6]

Sekitar enam hari lagi, yakni pada tanggal 17 April 2019, debat ketiga Pilpres 2019 akan berlangsung. Debat ketiga tersebut akan mempertemukan antara Cawapres dari Paslon 01 KH Maruf Amin dan Cawapres dari Paslon 02 Sandiaga Uno. Tema yang akan menjadi topik debat adalah pendidikan, ketenagakerjaan, kesehatan, sosial, dan budaya.

Menurut Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin, Erick Thohir, abah Maruf tidak akan mengubah penampilan dan karakternya saat tampil di debat nanti. Konsisten dengan hal tersebut, Maruf Amin mengaku tak memiliki persiapan khusus menjelang debat ketiga. Karena debat sama halnya dengan Bahtsul Masail yang merupakan forum diskusi antar-ahli keilmuan Islam di lingkungan pesantren. 'Abah' Maruf Amin juga tidak akan melakukan penyerangan terhadap lawan debatnya Sandiaga Uno. Ia menyatakan bahwa berdebat berarti menyampaikan argumentasi, solusi, cara supaya program yang telah baik, akan lebih baik lagi di masa mendatang.

Apabila kita menelisik lebih dalam mengenai Maruf Amin, beliau adalah sosok yang memiliki kemampuan di bidang ekonomi syariah. Apabila KH Maruf Amin menjadi wakil presiden nantinya, maka ia dapat membantu presiden dalam mengembangkan ekonomi syariah. Contohnya dalam menerbitkan aturan pendukung dan mendorong perbankan syariah agar dapat beredar di Bursa Efek Indonesia. Pakar ekonomi Lana Soelistianingsih bahkan menyatakan Maruf Amin merupakan salah satu pelopor ekonomi berbasis syariah.

Pelopor dalam ekonomi berbasis syariah tersebut bukan tanpa alasan. Ia telah banyak berkontribusi dalam perkembangan ekonomi syariah di Indonesia. Pada tahun 90-an, beliau dengan gigih memperjuangan gagasan mengenai sistem ekonomi syariah demi terwujudnya lembaga keuangan berbasis syariah. Seperti melakukan sosialisasi kepada para pejabat BI yang akhirnya menjadi pertimbangan munculnya UU No. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan, sehingga memungkinkan beroperasinya bank sistem bagi hasil. Setelah itu, ia juga menerbitkan puluhan fatwa seputar akad dan transaksi keuangan berbasis prinsip Islam serta memberi rekomendasi kebijakan strategis dan operasional di bidang pengembangan jasa keuangan syariah pada OJK dan lembaga yang terkait. Sehingga, tak salah apabila Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta memberikan penghargaan padanya dalam penggerakkan ekonomi syariah di Indonesia.

Kontribusi-kontribusi beliau dalam mempelopori dan mengembangkan ekonomi syariah tersebut tak serta-merta dilakukannya sendiri. Ia melakukannya lewat pengalaman panjang menjabat berbagai organisasi atau lembaga untuk memperjuangan hadir dan berkembangnya ekonomi syariah di Indonesia, seperti:

1. Anggota Bazis (Badan Amil, Zakat, Infaq, dan Shadaqah) Jakarta (1977-1989).

2. Anggota MUI Pusat (1990).

3. Wakil Ketua Komisi Fatwa MUI Pusat (1996).

4. Ketua Dewan Syariah Nasional (DSN) (1996).

5. Anggota Komite Ahli Pengembangan Bank Syariah Bank Indonesia (1999).

6. Ketua Komisi Fatwa MUI (2001-2007).

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN