Mohon tunggu...
Nadia Farah
Nadia Farah Mohon Tunggu... Mahasiswa

Semoga istiqamah

Selanjutnya

Tutup

Media

Teknologi Canggih Sumber Kemalasan Siswa Masa Kini

11 Mei 2017   21:36 Diperbarui: 11 Mei 2017   21:52 6607 0 0 Mohon Tunggu...

Globalisasi merupakan suatu hal yang tidak dapat dihindari dan pasti terjadi. Globalisasi tidak hanya memberikan implikasi dalam aspek ekonomi, namun dalam segala aspek yang pada akhirnya membuat masyarakat harus beradaptasi. Perubahan teknologi informasi memungkinkan berita-berita internasional diketahui seluruh dunia hanya dalam beberapa saat.

Tomlinson (1999) mengutarakan globalisasi dalam dua sisi. Pertama, globalisasi dapat membawa keuntungan kepada sesuatu negara karena globalisasi telah membuat dunia terasa dekat sekali. Jarak individu antara satu negara dengan negara lain sudah tidak ada batasan lagi. Perkembangan alat teknologi komunikasi seperti radio, televisi, video, internet telah membuat individu begitu mudah menjangkau wilayah orang lain. Kedua, globalisasi dapat membawa keburukan kepada sesuatu negara, sebab ia akan menimbulkan imperalisme baru terhadap budaya sesuatu bangsa.

Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi yang telah dijelaskan oleh Tomlinson memang telah menjadi imperialism baru, tidak hanya dalam dunia ekonomi, social dan budaya namun juga dalam dunia pendidikan. Dalam dunia pendidikan kemajuan teknologi memiliki peran yang sangat penting.

Pendidikan sendiri menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)merupakansebuah proses pembelajaran bagi setiap individu untuk mencapai pengetahuan dan pemahaman yang lebih tinggi mengenai obyek tertentu dan spesifik. Pengetahuan yang diperoleh secara formal tersebut berakibat pada setiap individu yaitu memiliki pola pikir, perilaku dan akhlak yang sesuai dengan pendidikan yang diperolehnya. Sedangkan, menurut Ki Hajar Dewantara pendidikan merupakan suatu tuntutan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak. Maksudnya ialah bahwa pendidikan menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada peserta didik agar sebagai manusia dan anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan hidup yang setinggi-tingginya.

Pada zaman dahulu pendidikan masih menggunakan sistem pembelajaran yang manual dan masih sangat sederhana. Pembelajaran yang dilakukan juga masih bersifat teacher centeratau bisa dikatakan siswa berperan pasif dengan mendengarkan apa yang diterangkan guru tanpa perlu berperan aktif seperti kurikulum 2013 saat ini. Kemudian, dahulu belum ada teknologi canggih yang mendukung pembelajarannya. Guru menerangkan dan menuliskan materi di papan tulis, tidak seperti sekarang yang menggunakan proyektor dalam pembelajarannya.

Hal tersebut membuktikan bahwa perkembangan pendidikan juga di pengaruhi oleh teknologi. Namun, perkembangan teknologi yang semakin maju ini akan memberikan pengaruh yang sangat besar dalam dunia pendidikan, baik pengaruh positif maupun pengaruh negatif bagi masyarakat, lebih khusus bagi siswa. Dengan teknologi yang semakin canggih ini, siswa dapat dengan mudah mencari informasi-informasi dari penjuru dunia.

Kemudahan-kemudahan yang diberikan oleh kecanggihan teknologi tersebut sejatinya juga malah akan membuat siswa semakin tidak peduli terhadap lingkungan sekitarnya. Why?Karena dengan kecanggihan teknologi informasi mereka tidak perlu untuk bertatap muka langsung dengan orang lain, cukup dengan handphone mereka bisa melakukan segala hal.Handphonejugaberisi fitur-fitur dan aplikasi-aplikasi yang dapat menarik perhatian banyak kalangan dan sangat membantu.  Saat ini bisa dikatakan bahwa seorang siswa tidak akan bisa hidup tanpa handphone-nya. Apalagi di kalangan siswa SMA, jika tidak membawa handphone sebentar saja akan mebuat mereka kalang kabut, padahal jika mereka tidak membawa buku tulis atau buku paketnya ke sekolah mereka akan santai saja. Inilah yang membuat generasi muda zaman sekarang kurang dapat dikatakan kurang berikhtiar dalam mencari ilmu.  .

 Ironisnya lagi anak-anak SD zaman sekarang akan lebih memilih menggunakan HP untuk bermain game online dari pada berlari-lari mengejar layangan, melakukan permainan lompat tali, gobak sodor dan lain sebagainya. Kecenderungan anak menggunakan game online tersebut berakibat buruk bagi mereka, karena akan mengurangi kepedulian sosial mereka. Fitur game online memang sudah berisi permainan- permainan seperti di dunia nyata, namun jika anak tidak menerapkannya secara langsung akan mengurangi kemampuan anak. Permainan seperti gobak sodor dan lain-lain yang sebenarnya berguna dalam meningkatkan nilai kerjasama, gotong royong dan serta kecerdasan anak

Kecanggihan teknologi memang membantu memudahkan siswa dalam belajar, namun kecanggihan ini akan membuat mereka malas untuk membaca karena materi bisa di dapat dari internet tanpa harus memfoto kopi, menulis ataupun membeli buku. Hal ini akan mengakibatkan turunnya minat baca siswa, belum lagi dengan adanya social mediayang menambah kemalasan mereka. Social mediayang tersedia dalam berbagai versi akan membuat siswa kecanduan menggunakannya. Bahkan saat mereka berniat untuk mengerjakan tugas sekalipun, jika mereka sudah membuka internet mereka pasti tidak akan lupa untuk sekedar menengok akun social medianya.

Selain malas membaca, siswa juga akan malas untuk pergi ke sekolah, mengapa demikian? Karena mereka akan berfikir apa guna mereka bersekolah jika pelajaran yang seharusnya didapat di sekolah dapat dapat mereka temukan di youtube. Selain itu juga terdapat beberapa program, seperti  e-Learning dalam pembelajaran yang memudahkan siswa untuk berkomunikasi dengan gurunya. Dengan program ini siswa tidak perlu datang kesekolah, menggunakan seragam dan melakukan kegiatan lain seperti disekolah, mereka cukup mengisi kuota internet untuk dapat bertatap muka dengan gurunya.  Terlebih lagi program aplikasi ini dapat diakses kapan saja dan dimana saja.

Dalam hal ini orang tua berperan untuk mengajarkan kepada anak tentang perlu dan pentingnya menggunakan teknologi sehingga anak akan mengerti kapan dan dimana mreka harus menggunakan teknologi tersebut dengan tepat. Selain itu guru juga berperan dalam memberikan pengetahuan mengenai globalisasi dan memberikan pemahaman kepada siswa terkait manfaat dan dampak dari kemajuan teknologi, baik teknologi informasi, komunikasi maupun teknologi yang lainnya. Lingkungan tempat tinggal juga mempengaruhi perkembangan anak dalam menghadapi kemajuan teknologi, linngkungan dengan anak-anak yang lebih suka bermain di alam lebih baik dalam perkembangan kognitif anak, dari pada lingkungan dengan anak-anak yang suka bermain video game.

Oleh karena itu dibutuhkan peran dari orang tua, guru serta lingkungan agar kecanggihan teknologi dapat dijalankan dengan seimbang.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x