Bahasa

Analisis Tindak Tutur Lokusi, Ilokusi, dan Perlokusi dalam Cuitan atau Meme di Media Sosial

10 Juni 2018   12:08 Diperbarui: 10 Juni 2018   12:27 1424 1 0

ANALISIS TINDAK TUTUR LOKUSI, ILOKUSI, DAN PERLOKUSI DALAM CUITAN ATAU MEME DI MEDIA SOSIAL

Abstrak

Bahasa merupakan alat untuk berkomunikasi dan berinteraksi satu sama lain yang dikeluarkan melalui alat ucap yang berbentuk suatu ujaran atau tindak tutur. Setiap ujaran yang dituturkan oleh penutur memiliki makna dan maksud tertentu sesuai dengan tujuan masing-masing. Seperti yang kita ketahui bahwa tindak tutur terbagi ke dalam beberapa golongan salah satunya penggolongan berdasarkan sifat hubungannya yang meliputi tindak lokusi, ilokusi, dan perlokusi. Adapun penelitian ini bertujuan untuk menambah wawasan mengenai tindak tutur.

Objek dari penelitian ini adalah beberapa cuitan atau meme di media sosial, subjeknya adalah tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif   kualitatif dengan sumber  data  berupa beberapa cuitan atau meme. Metode pengumpulan datanya menggunakan metode simak dan catat. Berdasarkan dari hasil analisis tuturan dalam cuitan atau meme yang di dalamnya terdapat tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi. Semoga dengan adanya pembuatan jurnal ini dapat semakin memperkaya pengetahuan pembaca.

Kata kunci: Tindak tutur, Lokusi, Ilokusi, dan perlokusi.

Pendahuluan

Bahasa merupakan alat untuk berkomunikasi atau interaksi setiap manusia yang berupa lambang-lambang bunyi yang dikeluarkan melalui alat ucap, serta setiap ujaran yang dikeluarkan itu memiliki arti dan setiap arti yang dikeluarkan itu sifatnya arbiter sesuai dengan kesepakatan dalam suatu lingkungan masyarakat. Bahasa sebagai gejala sosial yang sangat kompleks baik masalah sosialnya, kulturnya, maupun situasionalnya.

Dengan demikian, mendekati bahasa dari pandangan linguistik belumlah cukup sebab studi bahasa juga memperhitungkan faktor sosial dan situasionalny. Adapun pragmatik adalah ilmu bahasa yang mempelajari tentang makna tuturan serta maknanya dapat disesuaikan dengan situasi, tempat, dan waktu tertentu.

Dalam penelitian ini pendekatan pragmatik digunakan untuk mengkaji satuan analisis tindak ujaran atau tindak tutur. Dengan itu dapat diketahui apa fungsi tindak tutur itu diujarkan oleh penuturnya. Karena setiap ujaran yang dituturkan oleh penutur memiliki makna dan maksud tertentu sesuai dengan tujuan masing-masing.

Tindak tutur dalam peristiwa tutur merupakan dua gejala yang terjadi pada suatu proses yaitu proses komunikasi. Di dalam kehidupan manusia tidak bisa lepas dari peristiwa tuturan, karena dengan tuturan manusia dapat menyampaikan informasi kepada lawan tuturnya serta dapat dimengerti satu sama lain. Dan tuturan atau tindak tutur itu beraneka ragam jenisnya salah satunya pengelompokkan berdasarkan sifat hubungannya yang di dalamnya mencakup tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi.

Dalam jurnal ini penulis membatasi penelitian, hanya menganalisis mengenai  jenis tindak tutur berdasarkan sifat hubungannya yaitu tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi. Pembahasannya mengenai pernyataan yang termasuk ke dalam tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi pada cuitan atau meme di media sosial.

Tujuannya agar pembahasan bisa lebih spesifik lagi dan tidak melebar  kemana-mana sehingga pembaca tidak kesulitan untuk memahami pembahasan. Tujuan dari penulisan jurnal ini adalah sebagai bahan untuk menambah pengetahuan mengenai tindak tutur. Mempermudah bagi pembaca dalam memahami jenis tindak tutur.

Landasan Teori

A. Pengertian Tindak Tutur

Menurut George Yule (2014) teori tindak tutur pertama kali dikemukakan oleh Austin(1956), seorang guru besar di Universitas Harvard. Teori yang berwujud hasil kuliah itu kemudian dibukukan oleh J.O.Urmson (1965) dengan judul How to do Things with words. 

Akan tetapi teori itu baru berkembang secara mantap setelah Searle (1969) menerbitkan bukuyang berjudul Speech Acts : An Essay in the Philosophy of language menurut Searle dalamsemua komunikasi linguistik terdapat tindak tutur. Ia berpendapat bahwa komunikasi bukan sekadar lambang, kata atau kalimat, tetapi akan lebih tepat apabila disebut produk atau hasil darilambang, kata atau kalimat yang berwujud perilaku tindak tutur (fire performance of speech acts).

Tindak tutur merupakan analisis pragmatik, yaitu cabang ilmu bahasa yang mengkaji bahasa dariaspek pemakaian aktualnya. Leech (1983:5-6) menyatakan bahwa pragmatik mempelajarimaksud ujaran (yaitu untuk apa ujaran itu dilakukan); menanyakan apa yang seseorang maksudkan dengan suatu tindak tutur; dan mengaitkan makna dengan siapa berbicara kepadasiapa, di mana, bilamana, bagaimana.

Tindak tutur merupakan entitas yang bersifat sentral di dalam pragmatik dan juga merupakan dasar bagi analisis topik-topik lain di bidang ini seperti praanggapan, perikutan, implikatur percakapan, prinsip kerjasama dan prinsip kesantunan. Berkenaan dengan tuturan, Austin membedakan tiga jenis tindakan:

1.      Tindak tutur lokusi, yaitu tindak mengucapkan sesuatu dengan kata dan kalimat sesuai dengan makna di dalam kamus dan menurut kaidah sintaksisnya. Tindak tutur ini sering disebut sebagai The Act of Saying Something

2.      Tindak tutur ilokusi, yaitu tindak tutur yang mengandung maksud; berkaitan dengan siapa bertutur kepada siapa, kapan, dan di mana tindak tutur itu dilakukan, dsb.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3