Mohon tunggu...
Nazilatul chusna
Nazilatul chusna Mohon Tunggu... Guru - Penulis blog

Mahasiswa Uin Maulana Malik Ibrahim Malang

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Merangsang Perkembangan Bahasa dengan Alat Permainan Edukatif

25 Oktober 2021   17:36 Diperbarui: 25 Oktober 2021   17:41 331
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Bahasa merupakan alat untuk berinteraksi yang digunakan oleh manusia untuk mengungkapkan apa yang ada dipikirannya. Menurut pendapat Nurlaeni mengungkapkan bahwa bahasa adalah alat yang dapat digunakan sebagai pengungkap pikiran dan perasaan dari manusia, karena adanya bahasa menjadikan manusia secara mudah mengetahui kebutuhannya. Bahasa ini dapat juga dikatakan sebagai sebuah keterampilan yang dimiliki oleh setiap manusia di bumi.

Sedangkan untuk anak usia dini, bahasa merupakan penerjemah dari suatu perisstiwa yang mereka alami, bahasa ini memiliki hubungan yang saling berkaitan dengan aspek kognitif anak, karena bahasa sendiri adalah alat untuk mengungkapkan ide-ide anak. Bahasa dapat dipelajari atau diajarkan oleh orangtua atau orang dewasa sejak anak usia dini, karena pada masa usia dini adalah masa atau periode yang sangat cepat untuk merangsang aspek perkembangan anak.

Namun dalam mempelajari bahasa ini memerlukan beberapa proses, dari anak yang mendengarkan orang tua berinteraksi hingga anak tersebut dapat mengungkapkan apa yang ada dipikirannya, perkembangan bahasa pada anak usia dini ini dapat dilihat dari segi umur anak. 

Misalkan pada umur 9- 12 anak dapat mengucapkan kata pertamanya yaitu mengucapkan kata "mama" atau "papa", dengan itu anak dapat dikatakan perkembangan bahasanya berkembang secara normal tidak ada gangguan. Selain itu, perkembangan anak yang normal bisa dilihat dari beberapa komponen pemerolehan bahasaa yang hampir sama, seperti :

  • System bunyi atau perkembangan fonologi, dalam perkembangan fonologi ini anak memiliki keutuhan dalam membunyikan suatu kata atau huruf, dapat berupa huruf vocal ataupun huruf konsonan
  • System gramatikal / struktur bahasa atau perkembangan sintaksis, pada perkembangan sintaksis ini anak dapat Menyusun dari kata menjadi sebuah kalimat yang utuh.
  • System makna atau perkembangan semantic, dalam perkembangan semantic ini anak sudah mampu untuk menyampaikan sebuah kalimat yang utuh dan memiliki makna
  • System sosial atau paragmatik, anak sudah mampu menerapkan kalimat pada lingkungan sekitarnya, sebagai contoh anak sudah mampu untuk berinteraksi dalam lingkungan sosialnya atau teman sebayanya.

Selain itu, fungsi lain dari bahasa menurut Depdiknas, yaitu : (1) dapat berkomunikasi atau berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya, (2) dapat mengembangkan kemampuan intelektual pada anak usia dini, (3) dapat mengembangkan ekspresi anak, karena bahasa merupakan suatu ungkapan yang berasal dari isi pikirannya, (4) dan anak dapat menyatakan perasaan atau ide- idenya kepada orang lain. menurut Dworetzky (1997) dalam enny Zubaidah menyatakan bahwa dalam kehidupan itu manusia mengalami beberapa tahapan, sama seperti perkembangan bahasa. Perkembangan bahasa juga mengalami beberapa tahapan dalam kehidupan, yaitu :

  • Periode pralinguistik
  • Dalam periode ini bayi belum mengenal perkembangan bahasa, bayi mulai mengembangkan bahasa tahap demi tahap, seperti usia 2 bulan bayi dapat membuat suara- suara yang menyenangkan, tahap kedua pada usia 7 sampai 10 bulan anak mulai mengoceh dan mereka mulai mengembangkan kata demi kata yang mereka dapatkan dari interaksi orang- orang disekitarnya, tahap ketiga yaitu pada usia 10 sampai 14 bulan anak sudah mulai mengenal irama yang mereka dapatkan dari lingkungan sekitarnya.
  • Periode linguistic
  • Pada periode ini anak sudah mampu untuk menirukan kata- kata yang mereka dengar dari lingkungan sekitarnya, maka dengan itu orang tua wajib mengajak anak berbicara agar anak terus meningkat dalam perkembangan bahasanya.

Setelah penulis membahas tentang tahapan-tahapan perkembangan bahasa pada anak usia dini, kita akan membahas dengan apa sih orang tua atau orang dewasa dapat memberikan stimulus untuk perkembangan bahasa anak agar berjalan optimal ? nah, yuk penulis akan membahas dibawah ini.

Alat permainan edukatif memiliki peran yang sangat penting dalam aspek perkembangan anak usia dini, salah satunya aitu pada aspek bahasa anak usia dini. Alat permainan edukatif seperti apakah yang dapat mengembangkan aspek bahasa pada anak? 

Melakukan aktivitas bercerita menggunakan alat peraga, dalam aktivitas ini alat peraga yang digunakan adalah big book. Big book atau buku besar yang dapat digunakan oleh anak dengan buku cerita yang berukuran besar agar menumbuhkan focus anak pada gambar atau teks yang ada. Penggunaan buku cerita yang berukuran besar ini, guru atau orang tua dapat bercerita dengan menunjukkan gambar yang ada pada buku tersebut. 

Big book ini memiliki keunggulan, yaitu anak dapat secara lanagsung terlibat dalam situasi nyata, menggunakan big book ini anak dapat melihat langsung gambar atau Tulisan yang dibaca oleh guru atau orang tua, dan menggunakan media big book anak dapat mengembangkan seluruh aspek perkmebangan bahasa yaitu keaksaraan dan pengungkapan.

Selain big book, alat peraga yang kedua adalah puzzle. Puzzle ini dapat mengembangkan aspek bahasa pada anak dengan cara anak Menyusun kata- kata yang ada di dalam puzzle tersebut menjadi sebuah kalimat kemudian anak diminta untuk mengucapkannya.

Alat peraga yang ketiga yaitu Flashcard atau kartu hurup (a, i, u, e, o) yang sudah dilengkap dengan warna, gambar hewan, gambar benda, atau gambar tumbuhan ini dapat mengembangkan aspek kognitif anak untuk mengenalkan huruf. Selain itu dengan menggunakan media flashcard ini memudahkan guru atau orang tua dalam menyampaikan atau mengenalkan huruf pada anak usia dini, karena dengan bantuan gambar- gambar tersebut dapat menarik perhatian anak dan membuat anak lebih focus dalam pembelajaran

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun