Fesyen

Hamia, "Secure Your Insecurity with One Hamia Move"

1 Juni 2018   21:32 Diperbarui: 2 Juni 2018   00:06 261 0 0

Bisnis fashion dapat dikatakan sebagai bisnis yang tidak akan mati karena kebutuhan fashion masyarakat seakan tidak pernah ada habisnya karena selera manusia terhadap fashion yang sangat beragam dan juga selalu berubah. Salah satu fashion yang menjadi hits di Indonesia adalah fashion dalam berjilbab atau berjilbab. Bisnis fashion ini cukup menarik untuk digeluti mengingat Indonesia memiliki jumlah penduduk beragama muslim yang sangat besar dan jilbab/jilbab menjadi suatu kebutuhan sehari -- hari para muslimah.

Posisi jilbab menjadi hal yang krusial bagi keseharian muslimah, khususnya bagi mereka yang jilbab, dimana posisinya sudah menjadi kebutuhan dasar seperti pakaian. Jilbab sendiri digunakan untuk menutupi aurat pada bagian atas tubuh, terutama rambut. Namun, beberapa orang merasa apabila mereka hanya menggunakan jilbab, rambut mereka tetap akan terlihat ("keluar -- luar"). Oleh karena itu, mereka menyiasatinya dengan menggunakan inner atau ciput.

Permasalahan lain yang ditemui sebagaian orang dalam menggunakan jilbab adalah pemakaiannya yang "ribet" karena "bentuk" jilbab tidak sesuai dengan bentuk wajah mereka, seperti sebagian orang merasa jilbabnya harus membentuk oval, sebagian lagi merasa lebih bagus apabila jilbabnya ujungnya runcing, sebagian lagi tidak merasa masalah bagaimana bentuknya asalkan simetris dan rapi. 

Selera tersebut terkadang membuat pemakaian jilbab yang seharusnya mudah menjadi "ribet". Permasalahan selanjutnya yang ditemui adalah ketika mereka memakai jilbab yang harus dipasangkan dengan jarum pentul atau peniti lalu jarum pentul atau penitinya hilang. Belum lagi yang merasa tidak bisa atau tidak nyaman memakai jarum pentul atau peniti.

Berangkat dari permasalahan -- permasalahan di atas, penulis berinisiatif untuk membuat produk berupa jilbab instan (tanpa peniti/jarum pentul) yang sudah dipasangkan dengan inner yang bernama Hamia. Hamia sendiri berasal dari bahasa Arab yang berarti pelindung dimana jilbab ini dimaksudkan untuk menjaga aurat muslimah dengan jilbab yang dapat mengatasi permasalahan rambut yang keluar dengan jilbab yang sudah terpasang inner-nya serta menjaga waktu muslimah dalam menggunakan jilbab dengan fitur one move dari jilbab instan ini.

Hamia memiliki tiga pilihan desain untuk konsumen, yaitu jilbab segi empat berbahan dasar  rayon dan voal dan bahan hycon untuk model syar'i. Serta pilihan inner yang terdiri dari inner rajut, jersey, dan spandek.

 

BUSINESS MODEL CANVAS HAMIA

Customer Segments

  • Segmentasi dapat dilandaskan dari segi demografis (usia, jenis kelamin dan sebagainya), geografi (iklim, kota, negara dan lain-lain), psikografi (gaya hidup, kelas sosial dan sebagainya) dan perilaku (loyalitas, frekuensi penggunaan dan sebagainya). Segmentasi pasar Hamia berdasarkan demografis dan geografis, yaitu wanita yang berusia remaja hingga dewasa. Sementara, segmentasi pasar Hamia dari segi psikografis dan perilaku, yaitu wanita berhijab dan menyukai ke-simple-an.
  • Setelah menentukan segmen pasar, segmen tersebut kemudian dikerucutkan lagi menjadi target utama dari produk Hamia, yaitu, wanita berhijab di kota -- kota besar di Indonesia yang menyukai desain yang sederhana/kemudahan (simple). Setelah memiliki target pasar, Hamia menetapkan startegi target pasar, yaitu differentiated (mass) market dimana Hamia memiliki diferensiasi produk untuk kelompok yang disasar dengan menawarkan desain jilbab yang berbeda. 


Value Proposition

  • Hamia menawarkan nilai simplicity kepada konsumen dimana nilai tersebut tercermin di dalam tagline Hamia yaitu "Secure Your Insecurity With One Hamia Move". Melalui tagline tersebut, Hamia bermaksud menyampaikan dengan kepada konsumen bahwa dengan memakai jilbab Hamia, konsumen dapat menutupi insecurity akan "rambut keluar -- keluar" dengan fitur inner yang sudah terpasang dengan jilbab instan Hamia. Fitur inner dan jilbab instan yang sudah menjadi satu pasang memberikan kemudahan kepada konsumen dalam memakai jilbab karena jilbab Hamia dapat dipasang dengan satu movement yang menjadikan Hamia mudah dan cepat untuk dipakai.

Channel

Awareness

Agar produk Hamia "terdengar" oleh masyarakat, khususnya target pasar Hamia, Hamia menggunakan media sosial seperti Instagram, Line, dan Facebook dengan memberikan informasi detail mengenai produk Hamia. Hamia juga akan mengkomunikasikan produk Hamia melalui word of mouth dimana tim Hamia akan memberitahukan informasi mengenai Hamia kepada keluarga, teman, atau rekan kerja masing -- masing tim Hamia.

Evaluation

Konsumen Hamia dapat melakukan evaluasi mengenai produk Hamia melalui kolom komentar di media sosial Instagram dan Facebook, kolom review pada e-commerce yang Hamia gunakan, serta fitur chatting di Line resmi Hamia dan e-commerce.

Purchasing

Hamia menawarkan alternatif saluran pembelian yang dapat digunakan oleh konsumen. Secara online, konsumen dapat memesan Hamia melalui media sosial Hamia yaitu Instagram dan Line, website resmi Hamia, dan e-commerce seperti Tokopedia, Shopee, dan Caraousell.  Sementara itu, pembayaran dapat dilakukan dengan sistem CoD (cash on delivery) atau transfer bank.

Delivery

Saluran delivery yang disediakan oleh Hamia yakni Gosend, Grabsend, JNE, dan SiCepat. Namun, jika konsumen ingin barangnya diambil secara langsung juga disediakan oleh Hamia dengan ketentuan masih berada di dalam kawasan atau area yang sama dengan tim Hamia.

Aftersales

Pelayanan aftersales atau pasca jual yang disediakan oleh Hamia untuk konsumen yaitu dengan fasilitas penukaran atau pengembalian barang yang rusak atau cacat dengan ongkos kirim ditanggung oleh Hamia. 

Customer Relationship

Dalam membangun hubungan dengan konsumen, Hamia menerapkan metode co-creation dimana Hamia akan meminta review dan testimoni kepada konsumen atas produk Hamia dan meng-upload sebagaian testimoni ke media sosial Hamia dengan perizinan konsumen. Review dari konsumen pun akan menjadi masukan bagi Hamia dalam melakukan evaluasi produk untuk menjadi lebih baik.

Key Resources

Key resources yang dibutuhkan Hamia diantaranya sumber daya manusia yang terdiri dari product designer, supplier dan vendor; sumber daya material/fisik yaitu bahan jilbab (rayon, voal, dan hycon) dan bahan inner (jersey, spandek, dan rajut); dan sumber daya finansial yaitu modal yang disetorkan oleh pemilik/pendiri Hamia.

Key Activities

Aktivitas inti yang tidak dapat dilewatkan dalam aktivitas bisnis Hamia adalah produksi, yang terdiri dari aktivitas membeli bahan di supplier, proses memproduksi barang di penjahit, dan proses pengemasan serta aktivitas pemasaran yang terdiri dari pengkomunikasian produk melalui media sosial dan word of mouth, strategi promosi, dan penjualan.

Key Partners

Rekan kerja yang sangat mempengaruhi proses bisnis Hamia adalah pemasok bahan dan vendor (penjahit). 

Cost Structure

Biaya -- biaya yang dikeluarkan untuk menjalani bisnis ini dinataranya adalah biaya gaji karyawan, biaya bahan baku, biaya jasa vendor jahit, biaya transportasi, dan biaya tidak terduga.

Revenue Streams

Sumber pendapatan Hamia berasal dari penjualan jilbab Hamia. Harga yang ditetapkan untuk jilbab Hamia bersifat fixed pricing dimana harga yang ditetapkan adalah harga yang tidak dapat ditawar atau sudah ditetapkan oleh Hamia, sehingga pembeli tidak dapat menaikkan atau menurunkan harga produk Hamia.

 


Sebagai penutup, Hamia merupakan bisnis yang berfokus pada fesyen wanita muslimah, yaitu jilbab instan. Hamia memiliki fitur jilbab yang sudah terpasangkan dengan inner dan dapat langsung dipakai dengan mudah. Hamia diciptakan untuk mengurangi permasalahan yang kerap ditemukan oleh para pemakai jilbab, seperti rambut yang sering keluar, kehilangan peniti atau jarum pentul, dan kesulitan dalam membentuk atau memakai jilbab.

Referensi

https://beautynesia.id/10613